alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Kasus Meningkat, Sekolah di Tabanan Batal Dibuka

TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Kamis (27/8) di Ruang Rapat DPRD Tabanan. 

Dalam rapat kerja tersebut dibahas mengenai sistem kegiatan belajar-mengajar di saat angka kasus positif Covid-19 di Tabanan terus bertambah. 

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, mengatakan, rapat kerja itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan, apalagi belakangan ini angka positif Covid-19 di Tabanan terus meningkat.

Bahkan, laporan terakhir jumlah kasus positif di Tabanan mencapai 254 orang, dan yang dirawat kini mencapai 62 orang. “Hal ini membuat kita harus duduk bersama membangun semangat, baik itu tenaga medis, pendidikan, dan ekonomi politik,” tegasnya.

Sedangkan untuk pendidikan, lanjutnya,  Tabanan berada diantara zona kuning dan orange, sehingga tidak memungkinkan untuk membuka sekolah. Karena menurutnya kesehatan sangat penting dan pihaknya harus mempertimbangkan keselamatan anak-anak bangsa.

“Kalau pun sekolah dibuka harus ada persiapan dan regulasi, kemudian juga anggaran, penyiapan sarana dan prasarana serta sumber daya guru,” imbuhnya.

Baca Juga :  MGMP Bahasa Bali Buleleng Gelar Pengimbasan IKM

Maka dari itu, kesimpulannya sekolah di Tabanan belum bisa dibuka dan tetap melaksanakan sistem daring dan luring serta belajar kelompok bagi siswa kelas rendah. “Tentunya tidak terlepas juga pendidikan karakter,” lanjutnya.

Hanya saja sejauh ini, diakuinya, kegiatan belajar kelompok terkendala orang tua siswa yang tidak mengizinkan rumahnya dijadikan tempat untuk belajar kelompok. Sehingga pihaknya mengusulkan Balai Banjar atau Balai Subak untuk digunakan. 

Pihaknya juga berharap dana BOS segera cair untuk membantu membeli paket data bagi siswa. “Membuat regulasi itu tidak boleh lama-lama agar beban orang tua yang punya anak 3 atau 4 bisa lebih ringan, dan itu sebagai ketegasan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, I Nyoman Putra, mengatakan, untuk pemberian subsidi pulsa terhadap peserta didik sudah sempat dilakukan pada triwulan II dan rencana akan diberikan kembali pada bulan Oktober atau triwulan IV.

Baca Juga :  Perbekel Pujungan Sesalkan Ulah Pelaku Penggelapan Dana Yayasan

Selain merancang subsidi tersebut, kata dia, Kementerian Pendidikan juga sudah bekerjasama dengan provider untuk menyediakan kuota khusus untuk proses belajar mengajar saja.

“Kalau kita berikan pulsa sepertinya agak kurang maksimal karena subsidi pulsa yang kemudian jadi kuota internet itu, kemungkinan tak cuma digunakan untuk proses belajar, melainkan hal lainnya, mungkin seperti game. Nantinya, subsidi kuota yang memang khusus untuk proses belajar, agar bisa dimaksimalkan,” paparnya 

Putra melanjutkan, proses pembelajaran kelompok kelas rendah masih dilakukan seperti sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan jaminan keamanan dan kesehatan, jika mengikuti usulan menggunakan tempat umum seperti Balai Banjar atau Balai Subak.

Lantaran untuk proses steril dan kebersihannya harus ada yang menyediakan dan butuh biaya. Sehingga, salah satu rumah orang tua siswa menjadi tempat yang paling aman dan nyaman, karena memang sebagai rumah tinggal yang dijaga kebersihannya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Kamis (27/8) di Ruang Rapat DPRD Tabanan. 

Dalam rapat kerja tersebut dibahas mengenai sistem kegiatan belajar-mengajar di saat angka kasus positif Covid-19 di Tabanan terus bertambah. 

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, mengatakan, rapat kerja itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan, apalagi belakangan ini angka positif Covid-19 di Tabanan terus meningkat.

Bahkan, laporan terakhir jumlah kasus positif di Tabanan mencapai 254 orang, dan yang dirawat kini mencapai 62 orang. “Hal ini membuat kita harus duduk bersama membangun semangat, baik itu tenaga medis, pendidikan, dan ekonomi politik,” tegasnya.

Sedangkan untuk pendidikan, lanjutnya,  Tabanan berada diantara zona kuning dan orange, sehingga tidak memungkinkan untuk membuka sekolah. Karena menurutnya kesehatan sangat penting dan pihaknya harus mempertimbangkan keselamatan anak-anak bangsa.

“Kalau pun sekolah dibuka harus ada persiapan dan regulasi, kemudian juga anggaran, penyiapan sarana dan prasarana serta sumber daya guru,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perbekel Pujungan Sesalkan Ulah Pelaku Penggelapan Dana Yayasan

Maka dari itu, kesimpulannya sekolah di Tabanan belum bisa dibuka dan tetap melaksanakan sistem daring dan luring serta belajar kelompok bagi siswa kelas rendah. “Tentunya tidak terlepas juga pendidikan karakter,” lanjutnya.

Hanya saja sejauh ini, diakuinya, kegiatan belajar kelompok terkendala orang tua siswa yang tidak mengizinkan rumahnya dijadikan tempat untuk belajar kelompok. Sehingga pihaknya mengusulkan Balai Banjar atau Balai Subak untuk digunakan. 

Pihaknya juga berharap dana BOS segera cair untuk membantu membeli paket data bagi siswa. “Membuat regulasi itu tidak boleh lama-lama agar beban orang tua yang punya anak 3 atau 4 bisa lebih ringan, dan itu sebagai ketegasan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, I Nyoman Putra, mengatakan, untuk pemberian subsidi pulsa terhadap peserta didik sudah sempat dilakukan pada triwulan II dan rencana akan diberikan kembali pada bulan Oktober atau triwulan IV.

Baca Juga :  SDN 14 Dangin Puri Dibobol Maling, Proyektor dan Laptop Raib

Selain merancang subsidi tersebut, kata dia, Kementerian Pendidikan juga sudah bekerjasama dengan provider untuk menyediakan kuota khusus untuk proses belajar mengajar saja.

“Kalau kita berikan pulsa sepertinya agak kurang maksimal karena subsidi pulsa yang kemudian jadi kuota internet itu, kemungkinan tak cuma digunakan untuk proses belajar, melainkan hal lainnya, mungkin seperti game. Nantinya, subsidi kuota yang memang khusus untuk proses belajar, agar bisa dimaksimalkan,” paparnya 

Putra melanjutkan, proses pembelajaran kelompok kelas rendah masih dilakukan seperti sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan jaminan keamanan dan kesehatan, jika mengikuti usulan menggunakan tempat umum seperti Balai Banjar atau Balai Subak.

Lantaran untuk proses steril dan kebersihannya harus ada yang menyediakan dan butuh biaya. Sehingga, salah satu rumah orang tua siswa menjadi tempat yang paling aman dan nyaman, karena memang sebagai rumah tinggal yang dijaga kebersihannya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/