alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Semangati Perempuan, Ubud Gelar Lomba Busana Adat Virtual

GIANYAR, BALI EXPRESS – Lomba busana adat ke pura dilakukan di lingkungan Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar, Kamis (27/8). Lomba yang digagas Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud ini, untuk memberikan semangat kepada wanita di tengah kehidupan tatanan era baru. 

Sebanyak 77 peserta memeriahkan lomba yang merupakan wanita terdiri dari anak-anak, pemudi, dan PKK. 

“Pada dasarnya kita menggerakkan wanita dalam kondisi pandemi seperti sekarang  ini. Karena penyemangat dan simbol kebahagiaan adalah wanita,” jelas Ketua Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, Tjokorda Gde Bayuputra Sukawati.

Selain untuk menjalankan kegiatan sehari-hari agar lebih mengarah ke tatanan kehidupan era baru, lanjutnya,  agar para peserta tidak terbawa dengan suasana mencekam pada awal-awal mewabahnya Covid-19.  

“Harapannya ada kegiatan baru dan semangat. Mereka lomba dari rumah masing-masing, dan secara tidak langsung, kita pertahankan budaya, berpenampilan secara etika dan berpakaian adat ke pura yang benar,” paparnya. 

Baca Juga :  73 Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi Nyepi

Tjokorda Gde Bayuputra menambahkan,  di tengah situasi sekarang ketenangan ada pada wanita. “Ada kerinduan mereka minimal dengan berbusana adat ke pura.  Dipilihnya lomba busana adat ke pura, agar tidak ada lagi biaya. Kalau pakaian ke pura pasti semua orang sudah punya dan semua sudah ada,” urainya.

Dikatakannya, situasi seperti sekarang, ketenangan ada pada wanita. “Simbol itu bisa ada jika kita berbuat untuk menyenangkan mereka, salah satunya dengan lomba ini.  Kalau wanita suram, laki-laki tidak akan bisa senyum lagi,” tandasnya. 

Ketua TP-PKK Kabupaten Gianyar, Dayu Surya Adnyani Mahayastra, mengapresiasi kegiatan tersebut. Disebutkannya,  lomba ini juga mempertahankan taksu budaya yang ada, sebab saat ini tak jarang berbusana adat ke pura tidak sesuai etika.

Baca Juga :  Dana Investasi Lenyap, Nasabah Mesadu ke Dewan Bali

“Tentu ini ke basik adat dan budaya Bali, apalagi di Ubud sebagai kelurahan wisata. Selain itu, sebagai upaya mempertahankan taksu  wanita Hindu saat sembahyang ke pura,” jelasnya. 

Dayu Surya Adnyani Mahayastra yang juga selaku juri lomba, menambahkan,  lewat lomba sekaligus sebagai kesempatan untuk mensosialisasikan kepada anak -anak dan peserta lainnya, bagaimana berpakaian ke pura yang baik, sesuai etika dan estetika.

“Pakaian ke pura dan kundangan itu beda, estetika ada, dari menggunakan kain, baju, hingga ikatan rambutnya,” tandas Dayu Surya Adnyani Mahayastra.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Lomba busana adat ke pura dilakukan di lingkungan Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Gianyar, Kamis (27/8). Lomba yang digagas Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud ini, untuk memberikan semangat kepada wanita di tengah kehidupan tatanan era baru. 

Sebanyak 77 peserta memeriahkan lomba yang merupakan wanita terdiri dari anak-anak, pemudi, dan PKK. 

“Pada dasarnya kita menggerakkan wanita dalam kondisi pandemi seperti sekarang  ini. Karena penyemangat dan simbol kebahagiaan adalah wanita,” jelas Ketua Yayasan Bina Wisata Kelurahan Ubud, Tjokorda Gde Bayuputra Sukawati.

Selain untuk menjalankan kegiatan sehari-hari agar lebih mengarah ke tatanan kehidupan era baru, lanjutnya,  agar para peserta tidak terbawa dengan suasana mencekam pada awal-awal mewabahnya Covid-19.  

“Harapannya ada kegiatan baru dan semangat. Mereka lomba dari rumah masing-masing, dan secara tidak langsung, kita pertahankan budaya, berpenampilan secara etika dan berpakaian adat ke pura yang benar,” paparnya. 

Baca Juga :  73 Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi Nyepi

Tjokorda Gde Bayuputra menambahkan,  di tengah situasi sekarang ketenangan ada pada wanita. “Ada kerinduan mereka minimal dengan berbusana adat ke pura.  Dipilihnya lomba busana adat ke pura, agar tidak ada lagi biaya. Kalau pakaian ke pura pasti semua orang sudah punya dan semua sudah ada,” urainya.

Dikatakannya, situasi seperti sekarang, ketenangan ada pada wanita. “Simbol itu bisa ada jika kita berbuat untuk menyenangkan mereka, salah satunya dengan lomba ini.  Kalau wanita suram, laki-laki tidak akan bisa senyum lagi,” tandasnya. 

Ketua TP-PKK Kabupaten Gianyar, Dayu Surya Adnyani Mahayastra, mengapresiasi kegiatan tersebut. Disebutkannya,  lomba ini juga mempertahankan taksu budaya yang ada, sebab saat ini tak jarang berbusana adat ke pura tidak sesuai etika.

Baca Juga :  Usai Hadiri Syukuran, Siswa SMP Tewas Laka Lantas di Sukawati

“Tentu ini ke basik adat dan budaya Bali, apalagi di Ubud sebagai kelurahan wisata. Selain itu, sebagai upaya mempertahankan taksu  wanita Hindu saat sembahyang ke pura,” jelasnya. 

Dayu Surya Adnyani Mahayastra yang juga selaku juri lomba, menambahkan,  lewat lomba sekaligus sebagai kesempatan untuk mensosialisasikan kepada anak -anak dan peserta lainnya, bagaimana berpakaian ke pura yang baik, sesuai etika dan estetika.

“Pakaian ke pura dan kundangan itu beda, estetika ada, dari menggunakan kain, baju, hingga ikatan rambutnya,” tandas Dayu Surya Adnyani Mahayastra.


Most Read

Artikel Terbaru

/