alexametrics
24.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Kembangkan Hortikultura, Desa Sidan Ajak Pemuda Bertani Organik

GIANYAR, BALI EXPRESS – Desa Sidan terus mengembangkan sektor pertaniannya. Setelah berhasil mengembangkan padi organik seluas 40 hektar, kini Desa Sidan mengembangkan komoditas holtikultura seluas 15 hektar. Disamping itu Desa Sidan juga mengajak generasi muda setempat untuk tidak malu bertani organik.

Perbekel Desa Sidan, Made Sukra Suyana, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyasar pertanian komoditas holtikultura organik. Tanaman holtikultura yang dimaksud mulai dari Cabai, Terong, Tomat, Jahe dan jenis sayur-sayuran. “Dan saat ini sedang dalam proses pembibitan, semuanya tanaman organik,” ungkapnya Jumat (27/8).

Ditambahkan jika untuk tahap pertama, pihaknya akan melakukan pertanian holtikultura organik di lahan seluas 15 hektar. Dimana dari awal pengolahan lahan seluruhnya diupayakan dengan sistem organik. “Shingga nanti semuanya benar-benar komoditas organik. Untuk pembibitan dengan luas lahan sekitar 30 are,” bebernya.

Sementara untuk tanaman porang yang juga sedang dikembangkan oleh pihaknya, Desa Sidan sendiri sudah membentuk kelompok usaha tani (KUT) dimana yang direkrut adalah generasi muda di Desa Sidan. Nantinya para pemuda ini akan mengelola komuditas hortikultura dibawah pengawasan Perbekel, “Kami namai Petani Muda Keren, Desa Sidan, dan anggotanya baru 15 pemuda,” jelasnya. 

Menurutnya pertanian merupakan sektor yang tepat dikerjakan disaat pandemi seperti saat ini. Apalagi pertanian saat ini sangat menjanjikan peluangnya.  “Lupakan sejenak tentang pariwisata, pertanian saat ini lebih menjanjikan. Peluang sudah ada di depan mata, tergantung pemuda ini nantinya, apa bisa berkembang,” tandas Suyana.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Desa Sidan terus mengembangkan sektor pertaniannya. Setelah berhasil mengembangkan padi organik seluas 40 hektar, kini Desa Sidan mengembangkan komoditas holtikultura seluas 15 hektar. Disamping itu Desa Sidan juga mengajak generasi muda setempat untuk tidak malu bertani organik.

Perbekel Desa Sidan, Made Sukra Suyana, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyasar pertanian komoditas holtikultura organik. Tanaman holtikultura yang dimaksud mulai dari Cabai, Terong, Tomat, Jahe dan jenis sayur-sayuran. “Dan saat ini sedang dalam proses pembibitan, semuanya tanaman organik,” ungkapnya Jumat (27/8).

Ditambahkan jika untuk tahap pertama, pihaknya akan melakukan pertanian holtikultura organik di lahan seluas 15 hektar. Dimana dari awal pengolahan lahan seluruhnya diupayakan dengan sistem organik. “Shingga nanti semuanya benar-benar komoditas organik. Untuk pembibitan dengan luas lahan sekitar 30 are,” bebernya.

Sementara untuk tanaman porang yang juga sedang dikembangkan oleh pihaknya, Desa Sidan sendiri sudah membentuk kelompok usaha tani (KUT) dimana yang direkrut adalah generasi muda di Desa Sidan. Nantinya para pemuda ini akan mengelola komuditas hortikultura dibawah pengawasan Perbekel, “Kami namai Petani Muda Keren, Desa Sidan, dan anggotanya baru 15 pemuda,” jelasnya. 

Menurutnya pertanian merupakan sektor yang tepat dikerjakan disaat pandemi seperti saat ini. Apalagi pertanian saat ini sangat menjanjikan peluangnya.  “Lupakan sejenak tentang pariwisata, pertanian saat ini lebih menjanjikan. Peluang sudah ada di depan mata, tergantung pemuda ini nantinya, apa bisa berkembang,” tandas Suyana.


Most Read

Artikel Terbaru

/