alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Ketua Komisi IV Ingatkan Pengaturan Sirkulasi Pasien di Isoter

TABANAN, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali memberlakukan kebijakan isolasi terpusat (isoter) untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Kebijakan ini berlaku kepada warga yang terkonfirmasi positif. Baik bergejala ringan maupun yang tidak bergejala.

 

Terkait itu, Komisi IV DPRD Tabanan menyarankan dan mengingatkan agar sirkulasi pasien memperoleh perhatian khusus. Disamping pelayanan yang membuat psikologi pasien terjaga. Sehingga tidak lagi enggan untuk melakukan isolasi secara terpusat.

 

Seperti diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, Jumat (27/8). “Proses pengendalian dan pelayanan di isoter harus diperhatikan. Jangan (pasien) yang baru dengan yang lama dicampur,” katanya.

 

Menurutnya, soal sirkulasi ini perlu mendapatkan perhatian pihak terkait. Sekalipun isoter menjadi tempat untuk merawat mereka yang terpapar positif namun berstatus bergejala ringan atau tidak bergejala sama sekali.

 

“Saya hanya memberikan saran. Kebetulan saya ada kawan yang mesti masuk isoter. Khususnya yang di Poltrada. Satu kamar bisa dua sampai empat pasien. Ini yang lama dengan yang baru jangan sampai dicampur,” sebutnya.

 

Bukan tanpa sebab hal itu menjadi catatan pihaknya. Sebab hal itu akan berpengaruh terhadap perkembangan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Baik yang baru maupun yang lama.

 

“Dan ini akan berpengaruh signifikan terhadap data tingkat kesembuhan,” ujarnya menggarisbawahi.

 

Di samping itu, pihaknya juga mengingatkan agar di lokasi isoter juga disiapkan sarana transportasi. Khususnya ambulans. Untuk mengantisipasi kemungkinan pasien yang mengalami peningkatan status kesehatan. Dari tidak bergejala maupun bergejala ringan menjadi bergejala sedang atau berat.

 

“Kondisi kesehatan masing-masing pasien kan tidak bisa diprediksi. Bisa saja perkembangannya memburuk. Nah ini yang perlu diantisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan ambulans untuk diantarkan ke rumah sakit agar bisa memperoleh perawatan lebih,” tukas politisi PDIP dari Tabanan ini.

 

Selebihnya, dia mengingatkan soal pengawasan. Pengunjung tidak diperkenankan masuk areal isoter. Kalaupun ada yang hendak mengantarkan makanan agar dibatasi sampai pos penjagaan.

 

“Kalaupun mau titip makanan, sampai pos penjagaan saja. Pengunjung tidak boleh masuk (area isoter). Apalagi bawa anak-anak. Itu riskan,” pungkasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali memberlakukan kebijakan isolasi terpusat (isoter) untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Kebijakan ini berlaku kepada warga yang terkonfirmasi positif. Baik bergejala ringan maupun yang tidak bergejala.

 

Terkait itu, Komisi IV DPRD Tabanan menyarankan dan mengingatkan agar sirkulasi pasien memperoleh perhatian khusus. Disamping pelayanan yang membuat psikologi pasien terjaga. Sehingga tidak lagi enggan untuk melakukan isolasi secara terpusat.

 

Seperti diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, Jumat (27/8). “Proses pengendalian dan pelayanan di isoter harus diperhatikan. Jangan (pasien) yang baru dengan yang lama dicampur,” katanya.

 

Menurutnya, soal sirkulasi ini perlu mendapatkan perhatian pihak terkait. Sekalipun isoter menjadi tempat untuk merawat mereka yang terpapar positif namun berstatus bergejala ringan atau tidak bergejala sama sekali.

 

“Saya hanya memberikan saran. Kebetulan saya ada kawan yang mesti masuk isoter. Khususnya yang di Poltrada. Satu kamar bisa dua sampai empat pasien. Ini yang lama dengan yang baru jangan sampai dicampur,” sebutnya.

 

Bukan tanpa sebab hal itu menjadi catatan pihaknya. Sebab hal itu akan berpengaruh terhadap perkembangan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Baik yang baru maupun yang lama.

 

“Dan ini akan berpengaruh signifikan terhadap data tingkat kesembuhan,” ujarnya menggarisbawahi.

 

Di samping itu, pihaknya juga mengingatkan agar di lokasi isoter juga disiapkan sarana transportasi. Khususnya ambulans. Untuk mengantisipasi kemungkinan pasien yang mengalami peningkatan status kesehatan. Dari tidak bergejala maupun bergejala ringan menjadi bergejala sedang atau berat.

 

“Kondisi kesehatan masing-masing pasien kan tidak bisa diprediksi. Bisa saja perkembangannya memburuk. Nah ini yang perlu diantisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan ambulans untuk diantarkan ke rumah sakit agar bisa memperoleh perawatan lebih,” tukas politisi PDIP dari Tabanan ini.

 

Selebihnya, dia mengingatkan soal pengawasan. Pengunjung tidak diperkenankan masuk areal isoter. Kalaupun ada yang hendak mengantarkan makanan agar dibatasi sampai pos penjagaan.

 

“Kalaupun mau titip makanan, sampai pos penjagaan saja. Pengunjung tidak boleh masuk (area isoter). Apalagi bawa anak-anak. Itu riskan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/