alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pangdam IX/Udayana : Pemukulan Oleh Anggota Tidak Bisa Dibenarkan

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Paska bergulirnya kasus pemukulan di desa Sidetapa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak memberikan komentarnya. Menurutnya, pelaksanaan swab antigen yang dilakukan tim TNI pada Senin (23/8) lalu atas permintaan dari kepala desa setempat. TNI pun ditugaskan untuk melakukan tracing dan testing secara acak dan kegiatan itu sudah dilakukan di beberapa tempat. Pangdam Maruli pun menyampaikan, ada kemungkinan kurangnya sosialisasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman. “Terkait kesalahpahaman itu, kami juga di TNI mengevaluasi, dan saya juga dengar di masyarakat juga mengevaluasi, apa yang sudah kami kerjakan. Namun dibalik semua itu juga mungkin ada yang dilangkahi, seperti adat dan sebagainya. Mungkin sosialisasinya kurang atau bagaimana. Ini sudah dilaksanakan di semua tempat tapi disini ada suatu adat istiadat. Kita kadag-kadang agak terlupakan, karena kami pikir kepala desa yang menyampaikan ini sudah tokoh masyarakat. Terjadilah seperti itu, saya kira ada suatu hal yang perlu kami selesaikan,” kata dia.

Pangdam Maruli juga mengakui bahwa pemukulan yang dilakukan oleh anggota TNI kepada masyarakat desa Sidetapa saat insiden terjadi tidak dibenarkan. “Karena di militer pun kejadian pemukulan itu tidak bisa dibenarkan. Jadi kami mencari penyelesaian yang terbaik buat semuanya,” tambahnya saat ditemui di gedung Graha Astina atau yang dikenal dengan Kamar Bola Singaraja, Jumat (27/8) siang.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menyampaikan hal serupa. Terkait kasus Sidetapa tersebut, ia menginginkan adanya penyelesaian secara kekeluargaan dan berharap kasus tersebut segera berakhir. “Terkait kasus ini, kami sudah sampaikan ke Gubernur. Dan kami berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kami juga masih menunggu perkembangannya, dan harapan kami adalah kasus ini selesai baik-baik, secara kekeluargaan. Kami tetap memediasi itu. dan mudah-mudahan tidk sampai berlanjut. Kami berharap juga masyarakat tetap tenang,” tandasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Paska bergulirnya kasus pemukulan di desa Sidetapa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak memberikan komentarnya. Menurutnya, pelaksanaan swab antigen yang dilakukan tim TNI pada Senin (23/8) lalu atas permintaan dari kepala desa setempat. TNI pun ditugaskan untuk melakukan tracing dan testing secara acak dan kegiatan itu sudah dilakukan di beberapa tempat. Pangdam Maruli pun menyampaikan, ada kemungkinan kurangnya sosialisasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman. “Terkait kesalahpahaman itu, kami juga di TNI mengevaluasi, dan saya juga dengar di masyarakat juga mengevaluasi, apa yang sudah kami kerjakan. Namun dibalik semua itu juga mungkin ada yang dilangkahi, seperti adat dan sebagainya. Mungkin sosialisasinya kurang atau bagaimana. Ini sudah dilaksanakan di semua tempat tapi disini ada suatu adat istiadat. Kita kadag-kadang agak terlupakan, karena kami pikir kepala desa yang menyampaikan ini sudah tokoh masyarakat. Terjadilah seperti itu, saya kira ada suatu hal yang perlu kami selesaikan,” kata dia.

Pangdam Maruli juga mengakui bahwa pemukulan yang dilakukan oleh anggota TNI kepada masyarakat desa Sidetapa saat insiden terjadi tidak dibenarkan. “Karena di militer pun kejadian pemukulan itu tidak bisa dibenarkan. Jadi kami mencari penyelesaian yang terbaik buat semuanya,” tambahnya saat ditemui di gedung Graha Astina atau yang dikenal dengan Kamar Bola Singaraja, Jumat (27/8) siang.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menyampaikan hal serupa. Terkait kasus Sidetapa tersebut, ia menginginkan adanya penyelesaian secara kekeluargaan dan berharap kasus tersebut segera berakhir. “Terkait kasus ini, kami sudah sampaikan ke Gubernur. Dan kami berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kami juga masih menunggu perkembangannya, dan harapan kami adalah kasus ini selesai baik-baik, secara kekeluargaan. Kami tetap memediasi itu. dan mudah-mudahan tidk sampai berlanjut. Kami berharap juga masyarakat tetap tenang,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/