alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

DLH Siapkan Tim Lab, Periksa Cemaran Minyak Depo Manggis

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Aparat kepolisian Polres Karangasem sudah memasang garis polisi dan tanda larangan melintas di lokasi munculnya rembesan minyak di lahan pribadi Banjar Labuhan, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem. Tanda larangan sudah dipasang sejak sepekan lalu agar tak ada warga masuk ke area berbahaya itu lagi.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem dan Provinsi Bali melaksanakan uji kualitas air di sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas air mengalami perubahan atau tidak. Sebab, di sekitar titik munculnya rembesan, terdapat aliran air rawa moar yang kerap dimanfaatkan warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara menyebut, tim laboratorium penguji akan tiba di Karangasem, Selasa (29/9). Tim didatangkan dari Surabaya untuk lakukan pengecekan lanjutan. 

Sebelumnya juga sudah dilakukan pengambilan sampel air, namun hasilnya belum keluar. “Sampai sekarang masih dalam proses, dan hasilnya belum (keluar) hingga kini,” ungkap Ngurah Yudiantara, Minggu (27/9).

Untuk diketahui, rembesan minyak muncul di lahan pribadi yang dibeli seorang investor seluas 5,4 hektare. Namun munculnya hanya di pinggiran lahan seluas sekitar 2 are. Minyak itu muncul, diduga dari tangki milik Terminal BBM Pertamina Depo Manggis yang bocor. Dugaan ini karena lokasinya berdekatan.

Pihak Pertamina sebenarnya sudah mendapat laporan itu akhir Agustus lalu dan sudah dilakukan upaya mitigasi. Pengosongan satu tangki nomor 14 berkapasitas 1 juta liter BBM sudah dilakukan. Namun pihak Depo Manggis belum menemukan indikasi adanya kerusakan baik di pipa maupun tangki timbun.

Pengurangan volume pun tidak dirasakan secara signifikan. Penaburan oil dispersant sudah dilakukan untuk mengurai minyak dalam air rawa di sekitar lahan. Penyedotan cemaran minyak di tanah juga sudah dengan membuat lubang pantau di dalam area Depo. 

“Saat ini kami masih selidiki. Tinggal menunggu proses free gas untuk memastikan tangki kosong tidak ada kandungan zat berbahaya,” jelas Integrated Terminal Manajer Depo Pertamina Manggis Bambang Soeprijono.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Aparat kepolisian Polres Karangasem sudah memasang garis polisi dan tanda larangan melintas di lokasi munculnya rembesan minyak di lahan pribadi Banjar Labuhan, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem. Tanda larangan sudah dipasang sejak sepekan lalu agar tak ada warga masuk ke area berbahaya itu lagi.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem dan Provinsi Bali melaksanakan uji kualitas air di sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas air mengalami perubahan atau tidak. Sebab, di sekitar titik munculnya rembesan, terdapat aliran air rawa moar yang kerap dimanfaatkan warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara menyebut, tim laboratorium penguji akan tiba di Karangasem, Selasa (29/9). Tim didatangkan dari Surabaya untuk lakukan pengecekan lanjutan. 

Sebelumnya juga sudah dilakukan pengambilan sampel air, namun hasilnya belum keluar. “Sampai sekarang masih dalam proses, dan hasilnya belum (keluar) hingga kini,” ungkap Ngurah Yudiantara, Minggu (27/9).

Untuk diketahui, rembesan minyak muncul di lahan pribadi yang dibeli seorang investor seluas 5,4 hektare. Namun munculnya hanya di pinggiran lahan seluas sekitar 2 are. Minyak itu muncul, diduga dari tangki milik Terminal BBM Pertamina Depo Manggis yang bocor. Dugaan ini karena lokasinya berdekatan.

Pihak Pertamina sebenarnya sudah mendapat laporan itu akhir Agustus lalu dan sudah dilakukan upaya mitigasi. Pengosongan satu tangki nomor 14 berkapasitas 1 juta liter BBM sudah dilakukan. Namun pihak Depo Manggis belum menemukan indikasi adanya kerusakan baik di pipa maupun tangki timbun.

Pengurangan volume pun tidak dirasakan secara signifikan. Penaburan oil dispersant sudah dilakukan untuk mengurai minyak dalam air rawa di sekitar lahan. Penyedotan cemaran minyak di tanah juga sudah dengan membuat lubang pantau di dalam area Depo. 

“Saat ini kami masih selidiki. Tinggal menunggu proses free gas untuk memastikan tangki kosong tidak ada kandungan zat berbahaya,” jelas Integrated Terminal Manajer Depo Pertamina Manggis Bambang Soeprijono.


Most Read

Artikel Terbaru

/