alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Rai Mantra dan Kemenparekraf Kampanye, Libatkan Seniman Bondres

DENPASAR, BALI EXPRESS – Memutus rantai penyebaran Covid-19, edukasi penggunaan masker terus digulirkan pemerintah. Kampanye “Gerakan Pakai Masker” (GPM) menjadi agenda Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bersama Pemerintah Kota  Denpasar, Kamis (24/9), di areal parkir Pasar Badung Kota Denpasar.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI, R. Kurleni Ukar bersama Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara serta OPD terkait secara bersama-sama mengkampanyekan gerakan memakai masker. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembagian masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung dengan  melibatkan seniman bondres. Hal ini diharapkan dapat mendekatkan informasi edukasi terkait penggunaan masker yang benar, aman dan nyaman kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung.

“Kehadiran kami di Kota Denpasar, Provinsi Bali menjadi kelanjutan program di Kemenparekraf RI sebagai kebijakan strategis dalam penerapan protokol kesehatan terutama di bidang pariwisata,” ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI, R. Kurleni Ukar. Lebih lanjut disampaikan, kegiatan ini berkerjasama dengan komunitas gerakan memakai masker yang telah didukung Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar. Gerakan ini juga mendukung kebijakan Walikota Denpasar yang tidak terlepas dari turunan Impres No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Menurutnya, terdapat hal penting dalam melawan Covid-19 yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Gerakan ini melibatkan dua dokter yakni  Sugeng Ibrahim, dan Grace Hananta untuk dapat mengedukasi pedagang dan pengunjung dalam memakai masker yang baik dan benar. Diharapkan pasar tradisional menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjung dan wisatawan sehingga tidak menimbulkan klaster baru.  “Kami juga mengajak kelompok kesenian untuk turut serta dalam kegiatan memakai masker. Masker yang disebar saat ini sebanyak 1.200 buah memanfatkan UKM di Bali yang nantinya mampu turut serta membantu perekonomian masyarakat Bali. Semoga upaya ini dapat memulihkan pariwista di Bali,” katanya.

Sementara Walikota Rai Mantra mengucapkan terima kasih telah memilih Denpasar sebagai gerakan bersama dalam kampanye penggunaan masker. Dijelaskan bahwa dalam seminggu ini angka kesembuhan di Denpasar mengalami peningkatan. “Namun kami berharap kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak tetap ditingkatkan,” ucapnya.

Aktivitas di dalam Pasar Badung ini masih tetap berjalan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Dari bulan Maret saat Covid-19 mewabah, Pasar Badung tidak pernah tutup, namun selalu dalam pengawasan. “Kami berharap dalam masa pandemi ini kita bersama dapat tetap produktif, namun terus meningkatkan kesadaran dalam pencegahan Covid secara bersama-sama, terutama dalam penerapan penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Semoga gerakan masker ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar aman dari Covid-19,” harap Rai Mantra.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Memutus rantai penyebaran Covid-19, edukasi penggunaan masker terus digulirkan pemerintah. Kampanye “Gerakan Pakai Masker” (GPM) menjadi agenda Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bersama Pemerintah Kota  Denpasar, Kamis (24/9), di areal parkir Pasar Badung Kota Denpasar.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI, R. Kurleni Ukar bersama Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara serta OPD terkait secara bersama-sama mengkampanyekan gerakan memakai masker. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembagian masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung dengan  melibatkan seniman bondres. Hal ini diharapkan dapat mendekatkan informasi edukasi terkait penggunaan masker yang benar, aman dan nyaman kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung.

“Kehadiran kami di Kota Denpasar, Provinsi Bali menjadi kelanjutan program di Kemenparekraf RI sebagai kebijakan strategis dalam penerapan protokol kesehatan terutama di bidang pariwisata,” ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI, R. Kurleni Ukar. Lebih lanjut disampaikan, kegiatan ini berkerjasama dengan komunitas gerakan memakai masker yang telah didukung Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar. Gerakan ini juga mendukung kebijakan Walikota Denpasar yang tidak terlepas dari turunan Impres No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Menurutnya, terdapat hal penting dalam melawan Covid-19 yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Gerakan ini melibatkan dua dokter yakni  Sugeng Ibrahim, dan Grace Hananta untuk dapat mengedukasi pedagang dan pengunjung dalam memakai masker yang baik dan benar. Diharapkan pasar tradisional menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjung dan wisatawan sehingga tidak menimbulkan klaster baru.  “Kami juga mengajak kelompok kesenian untuk turut serta dalam kegiatan memakai masker. Masker yang disebar saat ini sebanyak 1.200 buah memanfatkan UKM di Bali yang nantinya mampu turut serta membantu perekonomian masyarakat Bali. Semoga upaya ini dapat memulihkan pariwista di Bali,” katanya.

Sementara Walikota Rai Mantra mengucapkan terima kasih telah memilih Denpasar sebagai gerakan bersama dalam kampanye penggunaan masker. Dijelaskan bahwa dalam seminggu ini angka kesembuhan di Denpasar mengalami peningkatan. “Namun kami berharap kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak tetap ditingkatkan,” ucapnya.

Aktivitas di dalam Pasar Badung ini masih tetap berjalan dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Dari bulan Maret saat Covid-19 mewabah, Pasar Badung tidak pernah tutup, namun selalu dalam pengawasan. “Kami berharap dalam masa pandemi ini kita bersama dapat tetap produktif, namun terus meningkatkan kesadaran dalam pencegahan Covid secara bersama-sama, terutama dalam penerapan penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Semoga gerakan masker ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar aman dari Covid-19,” harap Rai Mantra.


Most Read

Artikel Terbaru

/