alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Tiga Pasien Covid-19 di Buleleng Meninggal, 31 Kasus Baru

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Seorang pegawai kontrak yang bertugas di Kantor Camat Seririt dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Virus Korona. Pasien asal Kecamatan Seririt ini juga dilaporkan memiliki penyakit penyerta gagal ginjal.

 Data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan, korban meninggal berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun,  meninggal 26 September 2020. Awalnya, almarhum datang ke IGD RSUD Buleleng, 24 September 2020 dengan keluhan tiba-tiba tidak sadar dari pukul 02.00 Wita dini hari.

Almarhum nyeri kepala, nafsu makan minum menurun, batuk dan demam sejak enam hari,  dan sesak. Riwayat diopname enam hari di RS Pratama Tangguwisia dengan DHF.

Camat Seririt, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda, tak menampik ada stafnya yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Namun, yang bersangkutan sejak 4 September tidak pernah masuk kantor dengan keluhan tidak enak badan.

“Kemudian sempat masuk RS Pratama, kemudian sempat pulang. Setelah itu sempat masuk klinik lagi, kemudian masuk RSUD Buleleng. Yang bersangkutan didiagnosa DB dan Tipes, kemudian ada penyakit penyerta gagal ginjal. Hingga akhirnya dilaporkan meninggal Sabtu (26/9) kemarin. Dan, dikremasi di setra adat setempat dengan protokol kesehatan,” jelas Camat Nyoman Agus Tri.

Atas kondisi ini, pihaknya belum ada rencana untuk menutup kantor. Sebab, yang bersangkutan sudah tiga minggu tidak melakukan kontak dengan pegawai lainnya. Sehingga kantor dibuka seperti biasa. “Kami masih melakukan pelayanan kepada masyarakat secara normal dan tetap mengikuti protokol  kesehatan,” pungkasnya.

Selain pasien dari Seririt, korban meninggal lainnya adalah pasien perempuan berusia 70 tahun asal Kecamatan Sawan yang meninggal 24 September 2020.

Awalnya, almarhum datang ke RS Karya Dharma Usada pada 13 September 2020 lalu dengan keluhan sesak, batuk, dan demam. Pasien menderita penyakit jantung koroner dan kardiomegal.

Selanjutnya, pasien laki-laki berusia 48 Tahun asal Kecamatan Banjar, yang dinyatakan meninggal, 26 September 2020. Almarhum awalnya datang ke RSUD Buleleng, 9 September 2020 sebagai pasien rujukan dari RS Kerta Usada Singaraja dengan keluhan demam naik turun selama lima hari, batuk, pilek, dan nyeri kepala.  

Dengan penambahan sebanyak tiga orang pasien meninggal, maka secara akumulasi jumlah pasien yang meninggal akibat Virus Korona di Buleleng hingga Minggu (27/9) mencapai 35 orang.

Humas atau Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca, mengungkapkan, selain ada tambahan tiga pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia, juga ada penambahan di Buleleng sebanyak 31 kasus terkonfirmasi positif baru. 

Rinciannya, dari Kecamatan Buleleng sebanyak 10 orang, Kecamatan Seririt 8 orang, Kecamatan Banjar ada 7 orang, Kecamatan Sukasada 2 orang, dan masing-masing 1 orang Kecamatan Gerokgak, Tejakula, Sawan, dan Kubutambahan.

Selain itu, ada sebanyak 10 orang pasien positif yang kini dinyatakan sembuh, sebagian besar berasal dari Kecamatan Kubutambahan, 4 orang. Sisanya dari Kecamatan Sawan 2 orang, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Buleleng, Banjar, Seririt, dan Gerokgak.

“Total kasus meninggal dunia kini menjadi 35 orang. Selain itu, total kasus terkonfirmasi di Buleleng ada sebanyak 813 orang, dinyatakan sembuj sebanyak 724 orang. Untuk pasien sedang dirawat di Buleleng ada 53 orang, dan dirawat diluar Bueleng terdapat 1 orang,” kata Suweca.

Sedangkan untuk kasus suspek kumulatifnya sebanyak 974 orang, dengan rincian suspek konfirmasi ada 441 orang, discarded sebanyak 433 orang, suspek masih dipantau terdapat 60 orang, probable ada 40 orang.


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Seorang pegawai kontrak yang bertugas di Kantor Camat Seririt dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Virus Korona. Pasien asal Kecamatan Seririt ini juga dilaporkan memiliki penyakit penyerta gagal ginjal.

 Data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan, korban meninggal berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun,  meninggal 26 September 2020. Awalnya, almarhum datang ke IGD RSUD Buleleng, 24 September 2020 dengan keluhan tiba-tiba tidak sadar dari pukul 02.00 Wita dini hari.

Almarhum nyeri kepala, nafsu makan minum menurun, batuk dan demam sejak enam hari,  dan sesak. Riwayat diopname enam hari di RS Pratama Tangguwisia dengan DHF.

Camat Seririt, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda, tak menampik ada stafnya yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Namun, yang bersangkutan sejak 4 September tidak pernah masuk kantor dengan keluhan tidak enak badan.

“Kemudian sempat masuk RS Pratama, kemudian sempat pulang. Setelah itu sempat masuk klinik lagi, kemudian masuk RSUD Buleleng. Yang bersangkutan didiagnosa DB dan Tipes, kemudian ada penyakit penyerta gagal ginjal. Hingga akhirnya dilaporkan meninggal Sabtu (26/9) kemarin. Dan, dikremasi di setra adat setempat dengan protokol kesehatan,” jelas Camat Nyoman Agus Tri.

Atas kondisi ini, pihaknya belum ada rencana untuk menutup kantor. Sebab, yang bersangkutan sudah tiga minggu tidak melakukan kontak dengan pegawai lainnya. Sehingga kantor dibuka seperti biasa. “Kami masih melakukan pelayanan kepada masyarakat secara normal dan tetap mengikuti protokol  kesehatan,” pungkasnya.

Selain pasien dari Seririt, korban meninggal lainnya adalah pasien perempuan berusia 70 tahun asal Kecamatan Sawan yang meninggal 24 September 2020.

Awalnya, almarhum datang ke RS Karya Dharma Usada pada 13 September 2020 lalu dengan keluhan sesak, batuk, dan demam. Pasien menderita penyakit jantung koroner dan kardiomegal.

Selanjutnya, pasien laki-laki berusia 48 Tahun asal Kecamatan Banjar, yang dinyatakan meninggal, 26 September 2020. Almarhum awalnya datang ke RSUD Buleleng, 9 September 2020 sebagai pasien rujukan dari RS Kerta Usada Singaraja dengan keluhan demam naik turun selama lima hari, batuk, pilek, dan nyeri kepala.  

Dengan penambahan sebanyak tiga orang pasien meninggal, maka secara akumulasi jumlah pasien yang meninggal akibat Virus Korona di Buleleng hingga Minggu (27/9) mencapai 35 orang.

Humas atau Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca, mengungkapkan, selain ada tambahan tiga pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia, juga ada penambahan di Buleleng sebanyak 31 kasus terkonfirmasi positif baru. 

Rinciannya, dari Kecamatan Buleleng sebanyak 10 orang, Kecamatan Seririt 8 orang, Kecamatan Banjar ada 7 orang, Kecamatan Sukasada 2 orang, dan masing-masing 1 orang Kecamatan Gerokgak, Tejakula, Sawan, dan Kubutambahan.

Selain itu, ada sebanyak 10 orang pasien positif yang kini dinyatakan sembuh, sebagian besar berasal dari Kecamatan Kubutambahan, 4 orang. Sisanya dari Kecamatan Sawan 2 orang, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Buleleng, Banjar, Seririt, dan Gerokgak.

“Total kasus meninggal dunia kini menjadi 35 orang. Selain itu, total kasus terkonfirmasi di Buleleng ada sebanyak 813 orang, dinyatakan sembuj sebanyak 724 orang. Untuk pasien sedang dirawat di Buleleng ada 53 orang, dan dirawat diluar Bueleng terdapat 1 orang,” kata Suweca.

Sedangkan untuk kasus suspek kumulatifnya sebanyak 974 orang, dengan rincian suspek konfirmasi ada 441 orang, discarded sebanyak 433 orang, suspek masih dipantau terdapat 60 orang, probable ada 40 orang.


Most Read

Artikel Terbaru

/