Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Buka Pariwisata Internasional, Badung Usulkan Karantina Dua Hari

27 September 2021, 17: 44: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Buka Pariwisata Internasional, Badung Usulkan Karantina Dua Hari

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Badung Cokorda Raka Darmawan (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pembukaan pariwisata mancanegara disambut gembira oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Untuk menunjang kedatangan wisatawan Pemerintah Pusat sudah menyiapkan lima hotel yang akan digunakan untuk tempat karantina. Sementara itu, Pemkab Badung juga telah mengusulkan agar karantina wisatawan dapat dipersingkat.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Badung Cokorda Raka Darmawan mengatakan dengan rencana pariwisata Bali dibuka pada bulan Oktober 2021, sejatinya pemkab Badung sudah sangat siap. 

“Kami sudah sangat siap dan cukup lama kami mempersiapkan diri. Baik dari sisi tempat  karantina, kemudian hotel dan restoran, objek wisata juga mengantongi sertifikat CHSE,” ujar Cok Darmawan saat ditemui usai Rapat koordinasi dengan Komisi II DPRD Badung, Senin (27/9).

Baca juga: Alat Pertanian Berbasis Panel Surya dari Tabanan Raih Juara 1 Nasional

Menyambut wisatawan yang datang ke Bali, Cok Darmawan mengatakan, Pemerintah Pusat telah menyiapkan lima hotel karantina di kawasan Nusa Dua. Kapasitas masing-masing hotel  sekitar 200 orang.

“Ini baru kali pertama rencana untuk mendatangkan wisatawan. Tentu jumlahnya tidak langsung banyak. Jika dibutuhkan penambahan hotel karantina, kami di Badung sudah sangat siap,” ungkap Asisten Administrasi Umum Pemkab Badung ini.

Dari lima hotel yang akan digunakan untuk karantina diantaranya Grand Hyatt dan St Regis. Pihaknya dalam rapat juga mengatakan akan mengusulkan karantina tersebut akan dipersingkat menjadi dua hari.

“Kebijakannya sementara masih 8 hari karantina. Kami sempat usulkan agar dikarantina cukup dua hari. Dengan pertimbangan hasil swab negatif yang dibawa dari negaranya dan setibanya di Bali kembali di swab. Setelah hasil keluar negatif  boleh melanjutkan berwisata,” ujarnya.

Menurutnya, saat wisatawan datang akan dilakukan swab test. Jika hasilnya negatif mereka bisa melanjutkan kunjungan setelah menjalani masa karantina. Namun jika  hasilnya positif tentu dilanjutkan perawatan. “Untuk semua biaya karantina itu ditanggung oleh wisatawan,” bebernya.

Birokrat asal Ubud ini menambahkan, saat ini pemerintah pusat juga telah memberikan kebijakan yang mendukung dibukanya pariwisata mancanegara. Seperti diantaranya, Menteri  Hukum dan Hak Asasi Manusia  mengeluarkan  Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.  Sementara itu, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia mengeluarkan Keputusan Menkumham nomor M.HH-02.GR.02.02 Tahun 2021 tentang Tempat Pemeriksaan  Imigrasi Tertentu Sebagai Tempat Masuk Dalam Masa Penanganan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih dengan rencana dibukanya pariwisata mancanegara. Yang jelas kami di Badung sebagai tempat kunjungan wisatawan, semua sektor pariwisata sudah semua melakukan persiapan,” pungkasnya. (esa)

(bx/wid/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia