alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Petugas KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Tabanan

TABANAN, BALI EXPRESS – Petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukimanan (PUPRPKP) Tabanan.

 

Penggeledahan tersebut berlangsung sejak Rabu (27/10) sore. Prosesnya sampai malam. Dan baru mulai kelar mendekati pukul 20.00.

 

Dari pantauan sekilas, terdapat beberapa petugas yang membawa tumpukan berkas ke dalam dua mobil. Sedangkan Kepala Dinas PUPRKP, I Made Yudiana, ada di dalam kantornya.

 

Sekilas juga terlihat sekretaris dinas, Gusti Agung Oka Kamasan, sempat bolak-balik. Sementara di luar area penyidikan sejumlah polisi.

 

Belum diketahui dengan pasti perkara mana yang tengah diusut sehingga harus mengorek dokumen di Dinas PUPRKP di Jalan Arjuna tersebut. Tidak seorang petugas dari KPK bersedia memberikan keterangan.

 

“Nanti Jakarta yang berikan keterangan,” tukas seorang petugas di antaranya.

 

Selain Dinas PUPRKP, petugas KPK juga sempat datang ke Sekretariat DPRD Tabanan. Pagi harinya. Sebelum ke Dinas PUPRKP.

 

Bahkan sehari sebelumnya, Selasa (26/10), informasinya mereka juga melakukan penggeledahan di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan.

 

Informasi sementara, penggeledahan itu berkaitan dengan perkara lama. Yakni terkait Dana Insentif Daerah (DID) yang sempat mencuat beberapa tahun lalu. Namun informasi ini masih belum bisa dikonfirmasikan.

 

Usai penggeledahan, Kepala Dinas PUPRKP Tabanan, I Made Yudiana, membenarkan bahwa petugas yang datang tersebut dari KPK.

 

“Mereka melaksanakan tugasnya. Melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen yang diduga ada kaitannya dengan pokok perkara,” jelasnya.

 

Dia tidak bisa memastikan perkara apa yang tengah dikumpulkan dokumennya tersebut. Dia menduga bahwa terkait DID pada 2018 lalu.

 

“Wuah berkasnya banyak. Ada beberapa itu itemnya. Sekitar sembilan puluhan,” imbuhnya.

 

Itu dokumen apa saja? “Dokumen-dokumen. Ada kontrak kerjanya,” jawabnya.

 

Dia juga mengaku, petugas yang datang ke kantornya itu tidak melakukan pertanyaan-pertanyaan.

 

“Mereka fokus pemeriksaan dokumen. Mana yang terkait (perkara). Memilah-milah. Tidak ada pertanyaan. Cuma di awal menunjukkan pengenal dan timnya. Tujuannya apa. Kami persilahkan,” ujarnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukimanan (PUPRPKP) Tabanan.

 

Penggeledahan tersebut berlangsung sejak Rabu (27/10) sore. Prosesnya sampai malam. Dan baru mulai kelar mendekati pukul 20.00.

 

Dari pantauan sekilas, terdapat beberapa petugas yang membawa tumpukan berkas ke dalam dua mobil. Sedangkan Kepala Dinas PUPRKP, I Made Yudiana, ada di dalam kantornya.

 

Sekilas juga terlihat sekretaris dinas, Gusti Agung Oka Kamasan, sempat bolak-balik. Sementara di luar area penyidikan sejumlah polisi.

 

Belum diketahui dengan pasti perkara mana yang tengah diusut sehingga harus mengorek dokumen di Dinas PUPRKP di Jalan Arjuna tersebut. Tidak seorang petugas dari KPK bersedia memberikan keterangan.

 

“Nanti Jakarta yang berikan keterangan,” tukas seorang petugas di antaranya.

 

Selain Dinas PUPRKP, petugas KPK juga sempat datang ke Sekretariat DPRD Tabanan. Pagi harinya. Sebelum ke Dinas PUPRKP.

 

Bahkan sehari sebelumnya, Selasa (26/10), informasinya mereka juga melakukan penggeledahan di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan.

 

Informasi sementara, penggeledahan itu berkaitan dengan perkara lama. Yakni terkait Dana Insentif Daerah (DID) yang sempat mencuat beberapa tahun lalu. Namun informasi ini masih belum bisa dikonfirmasikan.

 

Usai penggeledahan, Kepala Dinas PUPRKP Tabanan, I Made Yudiana, membenarkan bahwa petugas yang datang tersebut dari KPK.

 

“Mereka melaksanakan tugasnya. Melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen yang diduga ada kaitannya dengan pokok perkara,” jelasnya.

 

Dia tidak bisa memastikan perkara apa yang tengah dikumpulkan dokumennya tersebut. Dia menduga bahwa terkait DID pada 2018 lalu.

 

“Wuah berkasnya banyak. Ada beberapa itu itemnya. Sekitar sembilan puluhan,” imbuhnya.

 

Itu dokumen apa saja? “Dokumen-dokumen. Ada kontrak kerjanya,” jawabnya.

 

Dia juga mengaku, petugas yang datang ke kantornya itu tidak melakukan pertanyaan-pertanyaan.

 

“Mereka fokus pemeriksaan dokumen. Mana yang terkait (perkara). Memilah-milah. Tidak ada pertanyaan. Cuma di awal menunjukkan pengenal dan timnya. Tujuannya apa. Kami persilahkan,” ujarnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/