alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Takut Foto Disebar Pacar, Pelajar di Buleleng Dipaksa Disetubuhi  

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur rupanya masih saja terjadi di Buleleng. Ironisnya, aksi layaknya suami istri ini terpaksa dilakukan lantaran korban KY takut foto panasnya (pornonya) akan disebar pelaku, jika tidak mau melayani nafsu bejatnya.

Tak terima sang anak digagahi, orang tua korban pun melapor ke Unit PPA Polres Buleleng, Sabtu (26/12) siang. Pelajar yang masih duduk di bangku SMA ini datang sekira pukul 09.30 Wita, dan langsung diarahkan oleh petugas ke ruang Unit PPA. Proses pemeriksaan berlangsung cukup lama, yakni hingga pukul 13.00 Wita.

Setelah menjalani pemeriksaan, orang tua korban memilih untuk bergegas meninggalkan Polres Buleleng. Ia menolak untuk diwawancarai oleh awak media. “Saya belum bisa ngasih statement,” ucap orangtua korban singkat seraya berlalu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto membenarkan pihaknya telah menerima aduan masyarakat, terkait adanya dugaan persetubuhan. 

Dikatakan Vicky, korban KY mengaku dipaksa melakukan persetubuhan oleh pacarnya di salah satu penginapan yang ada dikawasan Jalan Pulau Obi, Kecamatan Buleleng. Peristiwa persetubuhan itu terjadi Kamis (24/12) siang, sekira pukul 13.00 Wita.

AKP Vicky menjelaskan, korban dan pelaku sejatinya berkenalan di sosial media. Keduanya pun sepakat untuk menjalin hubungan asmara. Selama berpacaran, korban dan pelaku hanya berkomunikasi lewat WhatsApp (WA).

Dalam percakapan di WA itu, korban sempat mengirimkan foto dirinya yang diduga berbau porno. Rupanya, foto itu lah yang kemudian digunakan pelaku sebagai senjata, agar korban yang usianya belum genap 17 tahun ini mau melayani nafsu bejatnya.

“Pelaku memang mengancam akan menyebarkan foto tersebut. Nah karena takut, korban akhirnya terpaksa mengikuti apa keinginan pelaku. Sehingga terjadilah persetubuhan itu,” imbuh AKP Vicky.

Setelah menerima laporan ini, AKP Vicky mengaku telah mengerahkan sejumlah anggotanya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Demikian juga dengan korban, akan menjalani visum untuk memperkuat alat bukti.

“Nomor telepon terduga pelaku juga sudah kami kantongi untuk diperiksa. Karena foto milik korban itu sempat dijadikan status oleh pelaku di media sosial sebelum akhirnya dihapus. Jadi, tidak menutup kemungkinan pelaku ini juga bisa terjerat UU ITE. Ini kan baru laporan awal, akan kami selidiki dulu,” tutupnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur rupanya masih saja terjadi di Buleleng. Ironisnya, aksi layaknya suami istri ini terpaksa dilakukan lantaran korban KY takut foto panasnya (pornonya) akan disebar pelaku, jika tidak mau melayani nafsu bejatnya.

Tak terima sang anak digagahi, orang tua korban pun melapor ke Unit PPA Polres Buleleng, Sabtu (26/12) siang. Pelajar yang masih duduk di bangku SMA ini datang sekira pukul 09.30 Wita, dan langsung diarahkan oleh petugas ke ruang Unit PPA. Proses pemeriksaan berlangsung cukup lama, yakni hingga pukul 13.00 Wita.

Setelah menjalani pemeriksaan, orang tua korban memilih untuk bergegas meninggalkan Polres Buleleng. Ia menolak untuk diwawancarai oleh awak media. “Saya belum bisa ngasih statement,” ucap orangtua korban singkat seraya berlalu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto membenarkan pihaknya telah menerima aduan masyarakat, terkait adanya dugaan persetubuhan. 

Dikatakan Vicky, korban KY mengaku dipaksa melakukan persetubuhan oleh pacarnya di salah satu penginapan yang ada dikawasan Jalan Pulau Obi, Kecamatan Buleleng. Peristiwa persetubuhan itu terjadi Kamis (24/12) siang, sekira pukul 13.00 Wita.

AKP Vicky menjelaskan, korban dan pelaku sejatinya berkenalan di sosial media. Keduanya pun sepakat untuk menjalin hubungan asmara. Selama berpacaran, korban dan pelaku hanya berkomunikasi lewat WhatsApp (WA).

Dalam percakapan di WA itu, korban sempat mengirimkan foto dirinya yang diduga berbau porno. Rupanya, foto itu lah yang kemudian digunakan pelaku sebagai senjata, agar korban yang usianya belum genap 17 tahun ini mau melayani nafsu bejatnya.

“Pelaku memang mengancam akan menyebarkan foto tersebut. Nah karena takut, korban akhirnya terpaksa mengikuti apa keinginan pelaku. Sehingga terjadilah persetubuhan itu,” imbuh AKP Vicky.

Setelah menerima laporan ini, AKP Vicky mengaku telah mengerahkan sejumlah anggotanya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Demikian juga dengan korban, akan menjalani visum untuk memperkuat alat bukti.

“Nomor telepon terduga pelaku juga sudah kami kantongi untuk diperiksa. Karena foto milik korban itu sempat dijadikan status oleh pelaku di media sosial sebelum akhirnya dihapus. Jadi, tidak menutup kemungkinan pelaku ini juga bisa terjerat UU ITE. Ini kan baru laporan awal, akan kami selidiki dulu,” tutupnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/