alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Antisipasi Peredaran Kembang Api, Polres Gianyar Gelar Razia

GIANYAR, BALI EXPRESS – Polres Gianyar menggelar razia tehadap para pedagang maupun penjual kembang api, petasan atau pun mercon yang ada di wilayah hukum Polres Gianyar, Senin (27/12). Hal itu dilakukan guna menciptakan situasi aman, nyaman dan kondusif, pada perayaan pergantian tahun nanti.

Dipimpin oleh Ipda I Nyoman Gunadi, kegiatan antisipasi peredaran kembang di wilayah hukum Polres Gianyar dilaksanakan oleh personel yang terlibat di dalam Operasi Lilin Agung Tahun 2021. Menurut Ipda Gunadi, pada razia tersebut pihaknya mengimbau para pedagang agar tidak menjual jenis petasan atau mercon yang dapat meledak. Kita imbau kepada para pedagang, agar tidak menjual jenis petasan atau mercon yang meledak. Karena benda tersebut, selain membahayakan diri sendiri juga bahaya bagi orang lain,” tegasnya.

Disamping itu, banyak pedagang yang meraup untung dengan menjual kembang api dadakan. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika para pedagang ini juga menjual barang berbahaya seperti mercon atau petasan dengan daya ledak tinggi. “Ini benar-benar kita atensi,” imbuhnya.

Tak hanya menyasar pedagang tradisional, personel Polres Gianyar juga melakukan pengecekan di toko-toko modern, namun memang tidak ditemukan adanya penjualan kembang api maupun mercon. “Pengecekan yang dilaksanakan di 2 pasar tradisional dan toko modern di wilayah Kecamatan Blahbatuh, kami tidak menemukan penjualan kembang api maupun mercon,” tegasnya.

Kendatipun demikian pihaknya mengimbau agar para pedagang tidak kucing-kucingan dengan petugas dalam menjual kembali api. Sebab razia yang dilakukan demi kenyamanan dan keamanan bersama. “Terlebih banyak masyarakat yang resah akibat ledakan petasan, selain bunyinya yang keras juga sangat berbahaya dan bisa menyebabkan korbannya terluka serta menimbulkan kebakaran. Jadi kami imbau semuanya agar tetap kondusif,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Polres Gianyar menggelar razia tehadap para pedagang maupun penjual kembang api, petasan atau pun mercon yang ada di wilayah hukum Polres Gianyar, Senin (27/12). Hal itu dilakukan guna menciptakan situasi aman, nyaman dan kondusif, pada perayaan pergantian tahun nanti.

Dipimpin oleh Ipda I Nyoman Gunadi, kegiatan antisipasi peredaran kembang di wilayah hukum Polres Gianyar dilaksanakan oleh personel yang terlibat di dalam Operasi Lilin Agung Tahun 2021. Menurut Ipda Gunadi, pada razia tersebut pihaknya mengimbau para pedagang agar tidak menjual jenis petasan atau mercon yang dapat meledak. Kita imbau kepada para pedagang, agar tidak menjual jenis petasan atau mercon yang meledak. Karena benda tersebut, selain membahayakan diri sendiri juga bahaya bagi orang lain,” tegasnya.

Disamping itu, banyak pedagang yang meraup untung dengan menjual kembang api dadakan. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika para pedagang ini juga menjual barang berbahaya seperti mercon atau petasan dengan daya ledak tinggi. “Ini benar-benar kita atensi,” imbuhnya.

Tak hanya menyasar pedagang tradisional, personel Polres Gianyar juga melakukan pengecekan di toko-toko modern, namun memang tidak ditemukan adanya penjualan kembang api maupun mercon. “Pengecekan yang dilaksanakan di 2 pasar tradisional dan toko modern di wilayah Kecamatan Blahbatuh, kami tidak menemukan penjualan kembang api maupun mercon,” tegasnya.

Kendatipun demikian pihaknya mengimbau agar para pedagang tidak kucing-kucingan dengan petugas dalam menjual kembali api. Sebab razia yang dilakukan demi kenyamanan dan keamanan bersama. “Terlebih banyak masyarakat yang resah akibat ledakan petasan, selain bunyinya yang keras juga sangat berbahaya dan bisa menyebabkan korbannya terluka serta menimbulkan kebakaran. Jadi kami imbau semuanya agar tetap kondusif,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/