alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Nelayan Tabanan Diresahkan Aksi Pencurian Bahan Bakar

TABANAN, BALI EXPRESS – Nelayan di pesisir Kabupaten Tabanan belakangan ini dibikin tidak nyaman. Menyusul sering hilangnya bahan bakar mesin tempel pada jukung mereka. Hilangnya bahan bakar tersebut diduga akibat dicuri orang. Dan ini diperkirakan sudah terjadi sejak September 2021 lalu.

Setidaknya sudah ada tiga kelompok nelayan yang mengalami kondisi tersebut. Seperti yang diungkapkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Kamis (28/1).

Pria yang akrab disapa Sadam itu menyebutkan, kejadian ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Pihaknya di DPC HNSI Tabanan secara informal sudah meneruskan keresahan ini ke pihak Kepolisian.

“Tadi saya sudah minta salah satu perbekel, yakni Perbekel Antap, untuk membuat laporan ke Polisi saja,” sebut Sadam.

Dia menyebutkan, dari informasi nelayan di beberapa kelompok, kejadian hilangnya bahan bakar tersebut dialami Kelompok Nelayan Mina Segara di Pantai Soka, Desa Antap.

Kemudian pada Kelompok Nelayan Suan Galuh dan Windu Segara di desa yang sama dan Kelompok Nelayan Balian Segara, KUB Sari Soka Segara. Ini belum termasuk nelayan perorangan di luar kelompok.

Menurutnya, kerugian akibat dugaan pencurian bahan bakar mesin jukung tersebut bisa antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Itu untuk nelayan yang aktivitas melautnya jarak pendek. Kurang lebih tiga mil dari garis pantai.






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Nelayan di pesisir Kabupaten Tabanan belakangan ini dibikin tidak nyaman. Menyusul sering hilangnya bahan bakar mesin tempel pada jukung mereka. Hilangnya bahan bakar tersebut diduga akibat dicuri orang. Dan ini diperkirakan sudah terjadi sejak September 2021 lalu.

Setidaknya sudah ada tiga kelompok nelayan yang mengalami kondisi tersebut. Seperti yang diungkapkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Kamis (28/1).

Pria yang akrab disapa Sadam itu menyebutkan, kejadian ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Pihaknya di DPC HNSI Tabanan secara informal sudah meneruskan keresahan ini ke pihak Kepolisian.

“Tadi saya sudah minta salah satu perbekel, yakni Perbekel Antap, untuk membuat laporan ke Polisi saja,” sebut Sadam.

Dia menyebutkan, dari informasi nelayan di beberapa kelompok, kejadian hilangnya bahan bakar tersebut dialami Kelompok Nelayan Mina Segara di Pantai Soka, Desa Antap.

Kemudian pada Kelompok Nelayan Suan Galuh dan Windu Segara di desa yang sama dan Kelompok Nelayan Balian Segara, KUB Sari Soka Segara. Ini belum termasuk nelayan perorangan di luar kelompok.

Menurutnya, kerugian akibat dugaan pencurian bahan bakar mesin jukung tersebut bisa antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Itu untuk nelayan yang aktivitas melautnya jarak pendek. Kurang lebih tiga mil dari garis pantai.






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/