alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Polres Buleleng Kerahkan Pasukan Untuk Pengamanan Nyepi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Polres akan mengerahkan pasukan untuk menjaga kondusifitas pada Hari Suci Nyepi Saka 1944 yang jatuh pada 3 Maret 2022 mendatang. Setengah anggota Polres Buleleng akan diterjunkan ke desa-desa. Pengawasan ketat akan dilakukan saat malam pengerupukan atau sehari sebelum Hari Nyepi. Tepatnya pada]]]]]]]]]]]’; malam pengarakan ogoh-ogoh. Pengawasan itu dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan yang dapat menimbulkan klaster baru. Selain itu juga untuk menjaga keamanan wilayah setempat.

 

Sebanyak 191 ogoh-ogoh telah terdata Polres Buleleng. Ratusan ogoh-ogoh itu tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng. Masing-masing di kecamatan Tejakula terdapat 10 ogoh-ogoh, di kecamatan Kubutambahan 21 ogoh-ogoh, di kecamatan Sawan ada 19 ogoh-ogoh, di kecamatan Buleleng terdapat 16 buah ogoh-ogoh, Kecamatan Sukasada 13 ogoh-ogoh, kecamatan Banjar 35 ogoh-ogoh, kecamatan Seririt 33 ogoh-ogoh, kecamatan Busungbiu 33 ogoh-ogoh dan kecamatan Gerokgak 11 ogoh-ogoh. “Justru wilayah terluas yaitu Gerokgak paling sedikit. Banjar yang paling banyak,” ungkap Kapolres Buleleng, AKP Andrian Pramudianto, Senin (28/2) siang.

 

Ogoh-ogoh itu hanya dapat diarak hingga di banjar masing-masing. Pihaknya pun akan menerjunkan setengah personil dari Polres Buleleng berpakaian seragam, di backup personel Sipandu Beradat, yang terdiri dari Babinkamtibmas, Kelian Banjar dan pecalang untuk melakukan pengawasan. “Pengawasan dari penontonnya juga akan kami petakan, di mana saja berpotensi menimbulkan keramaian. Kalau kerumunan melebihi batas dan jam, maka akan kami bubarkan,” kata dia.

 

Saat pengarakan nanti para pengogong atau yang mengarak agar mematuhi protokol kesehatan. Telah divaksin dua kali hingga booster. Sehari sebelum dilaksanakan pengarakan ogoh-ogoh, pihaknya pun akan melakukan pengecekan, agar peraturan tersebut dapat dipatuhi. “Nanti para pengaraknya itu harus sudah swab antigen. Nanti akan himbau h-1 kami akan lakukan testing. Siapa saja yang akan mengarak. Nanti puskesmas kami dorong untuk bantu melakukannya. Kalau memang harus booster, ya  booster dulu,” ungkapnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Polres akan mengerahkan pasukan untuk menjaga kondusifitas pada Hari Suci Nyepi Saka 1944 yang jatuh pada 3 Maret 2022 mendatang. Setengah anggota Polres Buleleng akan diterjunkan ke desa-desa. Pengawasan ketat akan dilakukan saat malam pengerupukan atau sehari sebelum Hari Nyepi. Tepatnya pada]]]]]]]]]]]’; malam pengarakan ogoh-ogoh. Pengawasan itu dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan yang dapat menimbulkan klaster baru. Selain itu juga untuk menjaga keamanan wilayah setempat.

 

Sebanyak 191 ogoh-ogoh telah terdata Polres Buleleng. Ratusan ogoh-ogoh itu tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng. Masing-masing di kecamatan Tejakula terdapat 10 ogoh-ogoh, di kecamatan Kubutambahan 21 ogoh-ogoh, di kecamatan Sawan ada 19 ogoh-ogoh, di kecamatan Buleleng terdapat 16 buah ogoh-ogoh, Kecamatan Sukasada 13 ogoh-ogoh, kecamatan Banjar 35 ogoh-ogoh, kecamatan Seririt 33 ogoh-ogoh, kecamatan Busungbiu 33 ogoh-ogoh dan kecamatan Gerokgak 11 ogoh-ogoh. “Justru wilayah terluas yaitu Gerokgak paling sedikit. Banjar yang paling banyak,” ungkap Kapolres Buleleng, AKP Andrian Pramudianto, Senin (28/2) siang.

 

Ogoh-ogoh itu hanya dapat diarak hingga di banjar masing-masing. Pihaknya pun akan menerjunkan setengah personil dari Polres Buleleng berpakaian seragam, di backup personel Sipandu Beradat, yang terdiri dari Babinkamtibmas, Kelian Banjar dan pecalang untuk melakukan pengawasan. “Pengawasan dari penontonnya juga akan kami petakan, di mana saja berpotensi menimbulkan keramaian. Kalau kerumunan melebihi batas dan jam, maka akan kami bubarkan,” kata dia.

 

Saat pengarakan nanti para pengogong atau yang mengarak agar mematuhi protokol kesehatan. Telah divaksin dua kali hingga booster. Sehari sebelum dilaksanakan pengarakan ogoh-ogoh, pihaknya pun akan melakukan pengecekan, agar peraturan tersebut dapat dipatuhi. “Nanti para pengaraknya itu harus sudah swab antigen. Nanti akan himbau h-1 kami akan lakukan testing. Siapa saja yang akan mengarak. Nanti puskesmas kami dorong untuk bantu melakukannya. Kalau memang harus booster, ya  booster dulu,” ungkapnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/