26.5 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Tak Sadar Ditusuk, Bos Toko Plastik dan Preman Ribut di Pospol

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus penusukan oleh Bambang Surya Sukoco alias BSS, 52, terhadap bos toko plastik berinisial UG, 45, di depan TK Simon ini Petrus, Jalan Gunung, Lempuyang, Monang-Maning, Denpasar Barat (Denbar), akhirnya diungkap Kapolsek Denbar Kompol I Made Hendra Agustina. Ternyata, korban sempat melawan pelaku berkelahi di Pos Polisi, lantaran tak sadar telah ditusuk.

Dijelaskan oleh Hendra, masalah yang terjadi pada Kamis (24/2) petang, bermula ketika sekelompok bocah bermain di depan rumah pelaku, kawasan Jalan Gunung Bromo, Denpasar Barat. Namun, Bambang yang diduga merasa terganggu saat itu memarahi mereka. Ternyata ada orang tua dari salah satu anak berinisial S, 30, yang melihat (saksi 1).

Sehingga pria tersebut menanyakan maksud pelaku memarahi anaknya dan dijawab “hanya bercanda”. Karena nada berbicara keduanya cukup keras, munculah tetangga berinisial INM, 33, menanyakan mengapa ada keributan (saksi 2). “Saksi 2 ini menyebut sebagai teman saksi 1, tapi diminta jangan ikut campur. Jadi bukan soal uang kontrakan,” tandasnya Senin (28/2), sekaligus mengoreksi informasi yang beredar.

Sayangnya Bambang malah langsung menantang INM berkelahi dan mencari tempat yang sesuai. Kemudian keduanya menaiki sepeda motor masing-masing menuju lokasi perkelahian. Sebelum sampai, INM memilih berhenti di TKP yang membuat pelaku turut berhenti. Mereka akhirnya berdebat di sana dan INM sempat meminta lebih baik tidak melanjutkan perkelahian sebagai sesama warga Bali.

Kejadian inilah dilihat oleh korban UG yang berada di toko plastik seberang jalan. UG mendekat dan menanyakan apa yang terjadi sambil mengaku sebagai teman IMN. Akan tetapi hal itu justru membuat Bambang tersinggung dan menantang korban berkelahi. Niat melerai pun buyar dan keduanya malah saling dorong. Lantaran merasa terdesak, pelaku yang santer disebut sebagai preman di kawasan itu mengeluarkan pisau.

“Senjatanya itu sebetulnya sebuah korek api, tapi berisi pisau di ujungnya,” tambah Perwira Melati Satu di Pundak ini memberi detail. Apes senjata tersebut ditusukan ke perut UG. Warga sekitar yang melihat insiden ini sontak melerai dan mengamankan pelaku. Bambang lantas dibawa ke Pos Polisi Monang-Maning. Ternyata, UG ikut untuk melapor dan tidak menyadari perutnya telah ditusuk.

Bahkan di Pos tersebut pelaku dan korban melanjutkan berkelahi. Barulah ketika kembali dilerai warga UG menyadari dirinya terluka karena darah yang memenuhi pakaiannya. Sehingga warga membawa pria ini ke RSUP Sanglah agar mendapat perawatan. Kemudian, berselang 24 jam setelah mengamankan pelaku malam itu, Polsek Denpasar Barat resmi menetapkan Bambang sebagai tersangka.

Ketika disinggung mengenai perilaku pelaku yang dikabarkan sebagai preman dan sempat menyakiti anak INM, Kompol Hendra mengaku masih mendalami perihal tersebut. “Saya belum memeriksa saksi, korban juga karena masih sakit, ini baru keterangan dari pelaku sepihak saja, sehingga detail lainnya masih kami dalami,” pungkasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus penusukan oleh Bambang Surya Sukoco alias BSS, 52, terhadap bos toko plastik berinisial UG, 45, di depan TK Simon ini Petrus, Jalan Gunung, Lempuyang, Monang-Maning, Denpasar Barat (Denbar), akhirnya diungkap Kapolsek Denbar Kompol I Made Hendra Agustina. Ternyata, korban sempat melawan pelaku berkelahi di Pos Polisi, lantaran tak sadar telah ditusuk.

Dijelaskan oleh Hendra, masalah yang terjadi pada Kamis (24/2) petang, bermula ketika sekelompok bocah bermain di depan rumah pelaku, kawasan Jalan Gunung Bromo, Denpasar Barat. Namun, Bambang yang diduga merasa terganggu saat itu memarahi mereka. Ternyata ada orang tua dari salah satu anak berinisial S, 30, yang melihat (saksi 1).

Sehingga pria tersebut menanyakan maksud pelaku memarahi anaknya dan dijawab “hanya bercanda”. Karena nada berbicara keduanya cukup keras, munculah tetangga berinisial INM, 33, menanyakan mengapa ada keributan (saksi 2). “Saksi 2 ini menyebut sebagai teman saksi 1, tapi diminta jangan ikut campur. Jadi bukan soal uang kontrakan,” tandasnya Senin (28/2), sekaligus mengoreksi informasi yang beredar.

Sayangnya Bambang malah langsung menantang INM berkelahi dan mencari tempat yang sesuai. Kemudian keduanya menaiki sepeda motor masing-masing menuju lokasi perkelahian. Sebelum sampai, INM memilih berhenti di TKP yang membuat pelaku turut berhenti. Mereka akhirnya berdebat di sana dan INM sempat meminta lebih baik tidak melanjutkan perkelahian sebagai sesama warga Bali.

Kejadian inilah dilihat oleh korban UG yang berada di toko plastik seberang jalan. UG mendekat dan menanyakan apa yang terjadi sambil mengaku sebagai teman IMN. Akan tetapi hal itu justru membuat Bambang tersinggung dan menantang korban berkelahi. Niat melerai pun buyar dan keduanya malah saling dorong. Lantaran merasa terdesak, pelaku yang santer disebut sebagai preman di kawasan itu mengeluarkan pisau.

“Senjatanya itu sebetulnya sebuah korek api, tapi berisi pisau di ujungnya,” tambah Perwira Melati Satu di Pundak ini memberi detail. Apes senjata tersebut ditusukan ke perut UG. Warga sekitar yang melihat insiden ini sontak melerai dan mengamankan pelaku. Bambang lantas dibawa ke Pos Polisi Monang-Maning. Ternyata, UG ikut untuk melapor dan tidak menyadari perutnya telah ditusuk.

Bahkan di Pos tersebut pelaku dan korban melanjutkan berkelahi. Barulah ketika kembali dilerai warga UG menyadari dirinya terluka karena darah yang memenuhi pakaiannya. Sehingga warga membawa pria ini ke RSUP Sanglah agar mendapat perawatan. Kemudian, berselang 24 jam setelah mengamankan pelaku malam itu, Polsek Denpasar Barat resmi menetapkan Bambang sebagai tersangka.

Ketika disinggung mengenai perilaku pelaku yang dikabarkan sebagai preman dan sempat menyakiti anak INM, Kompol Hendra mengaku masih mendalami perihal tersebut. “Saya belum memeriksa saksi, korban juga karena masih sakit, ini baru keterangan dari pelaku sepihak saja, sehingga detail lainnya masih kami dalami,” pungkasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru