27.6 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Air PDAM Mengecil dan Keruh, Warga Beralih ke Sumur Bor

BALI EXPRESS, DENPASAR – Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar kembali dikeluhkan. Lantaran aliran air mengecil dan keruh, pelanggan beralih menggunakan sumur bor.

Salah satu warga Denpasar, Putu Meikawati mengaku air PDAM kerap mati. Seringnya, malam hari baru mengalir. Sayang, ketika mengalir normal justru aliran mengecil. Sudah begitu, keruh pula.

Saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), perempuan yang tinggal di Jalan Cokroaminoto Utara itu menjelaskan, blok perumahannya memang berlokasi di dataran lebih tinggi sehingga air PDAM jarang dengan aliran normal ia dapatkan. “Karena daerah ini memang agak tinggi makanya saya pakai sumur bor, menggunakan PDAM masih, hanya saja pas sore menjelang malam kadang mati kadang nyala. Nyalanya juga dengan aliran yang kecil,” ujar perempuan 28 tahun tersebut kemarin (27/3).

Menurut Meikawati, air yang didapatkan terkadang memang jernih dan kadang keruh. Itupun yang jernih jika sudah didiamkan beberapa jam saja akan kelihatan endapan tanahnya di bak atau penampungan air. Di samping itu setiap malam hari ia mengecek airnya pasti keluarnya sangat kecil.

Baca Juga :  Anniversary Ke-22, DSD SDS Badung Kunjungi Penyandang Disabilitas

“Kalau saya selaku masyarakat ya supaya airnya bisa lancar lagi seperti dulu-dulu. Tapi kok gak mungkin ya, masalahnya seperti ini sudah lumayan lama. Di samping itu kayaknya tidak ada perbaikan dalam penyalurannya supaya lancar dan kembali jernih. Maka dari itu saya memilih pake mesin pompa saja,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terisah, Dirut PDAM Kota Denpasar, Ida Bagus  Gede Arasana mengatakan saat ini memang dilakukannya pergantian pompa boster. Yaitu yang ada di Belusung Jalan Antasura, nantinya akan membuat saluran air akan bisa sampai ke dataran yang lebih tinggi. “Pergantian pompa itu kami lakukan untuk menambah power dan  sistem agar saluran air yang ada di daerah timur, barat dan utara itu bisa mengalir secara normal. Di sana juga sedang proses pengerjaan, sore ini selesailah,” jelasnya.

Baca Juga :  Operator Ekskavator Tewas Tertimbun Longsoran Galian C

Arsana juga mengaku sebelumnya memang tekanan air merendah, maka digantilah dengan sistem yang baru. Memang masih bisa berjalan namun aliran ke konsumen dirasanya tidak maksimal dengan tekanan air sedemikian. “Digantinya pompa ini juga diharapkan agar menjadi lebih keras dari sebelumnya,” imbuh pria asli Sibang Gede, Badung tersebut.

Sebelumnya, PDAM Kota Denpasar menyebarkan pengumuman bahwa akan ada gangguan pengaliran air terkait pergantian pompa tersebut, yakni dari 26 Maret hingga 28 Maret sudah mulai normal. Adapun yang mengalami gangguan sebanyak 22 titik di seputaran Jalan Denpasar Barat dan Utara. 


BALI EXPRESS, DENPASAR – Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar kembali dikeluhkan. Lantaran aliran air mengecil dan keruh, pelanggan beralih menggunakan sumur bor.

Salah satu warga Denpasar, Putu Meikawati mengaku air PDAM kerap mati. Seringnya, malam hari baru mengalir. Sayang, ketika mengalir normal justru aliran mengecil. Sudah begitu, keruh pula.

Saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), perempuan yang tinggal di Jalan Cokroaminoto Utara itu menjelaskan, blok perumahannya memang berlokasi di dataran lebih tinggi sehingga air PDAM jarang dengan aliran normal ia dapatkan. “Karena daerah ini memang agak tinggi makanya saya pakai sumur bor, menggunakan PDAM masih, hanya saja pas sore menjelang malam kadang mati kadang nyala. Nyalanya juga dengan aliran yang kecil,” ujar perempuan 28 tahun tersebut kemarin (27/3).

Menurut Meikawati, air yang didapatkan terkadang memang jernih dan kadang keruh. Itupun yang jernih jika sudah didiamkan beberapa jam saja akan kelihatan endapan tanahnya di bak atau penampungan air. Di samping itu setiap malam hari ia mengecek airnya pasti keluarnya sangat kecil.

Baca Juga :  Paska Naik Turun Iuran BPJS, Muncul Wacana Balik ke Jamkesda

“Kalau saya selaku masyarakat ya supaya airnya bisa lancar lagi seperti dulu-dulu. Tapi kok gak mungkin ya, masalahnya seperti ini sudah lumayan lama. Di samping itu kayaknya tidak ada perbaikan dalam penyalurannya supaya lancar dan kembali jernih. Maka dari itu saya memilih pake mesin pompa saja,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terisah, Dirut PDAM Kota Denpasar, Ida Bagus  Gede Arasana mengatakan saat ini memang dilakukannya pergantian pompa boster. Yaitu yang ada di Belusung Jalan Antasura, nantinya akan membuat saluran air akan bisa sampai ke dataran yang lebih tinggi. “Pergantian pompa itu kami lakukan untuk menambah power dan  sistem agar saluran air yang ada di daerah timur, barat dan utara itu bisa mengalir secara normal. Di sana juga sedang proses pengerjaan, sore ini selesailah,” jelasnya.

Baca Juga :  BEJAT! Paman Setubuhi Ponakan Dibantu Istrinya, Alasannya Konyol

Arsana juga mengaku sebelumnya memang tekanan air merendah, maka digantilah dengan sistem yang baru. Memang masih bisa berjalan namun aliran ke konsumen dirasanya tidak maksimal dengan tekanan air sedemikian. “Digantinya pompa ini juga diharapkan agar menjadi lebih keras dari sebelumnya,” imbuh pria asli Sibang Gede, Badung tersebut.

Sebelumnya, PDAM Kota Denpasar menyebarkan pengumuman bahwa akan ada gangguan pengaliran air terkait pergantian pompa tersebut, yakni dari 26 Maret hingga 28 Maret sudah mulai normal. Adapun yang mengalami gangguan sebanyak 22 titik di seputaran Jalan Denpasar Barat dan Utara. 


Most Read

Artikel Terbaru