alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

KPN Tetapkan Tiga Hakim Senior Sidangkan Oknum Sulinggih 

DENPASAR,BALI EXPRESS-Kasus dugaan pencabulan yang disangkakan pada oknum sulinggih, IWM, tak lama lagi disidangkan di PN Denpasar. 

Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar, Sobandi, dikonfirmasi terkait perkara ini, menyatakan sudah menerima pelimpahan berkas perkara. Berdasarkan berbagai pertimbangan, Sobandi akirnya menetapkan hakim senior yang bakal mengadili perkara okum sulinggih ini.

“Sudah kita pilih hakim yang mengadilinya, mereka profesional, memiliki integritas dan kredibilitas tinggi, “tegas Sobandi dikonfirmasi, Minggu (28/3). 

Ketiga hakim yang dipilih KPN Sobandi itu antara lain, Made Pasek (ketua majelis), IA Adnya Dewi dan Putu Noyartha (keduanya hakim anggota). 

Majelis hakim yang ditetapkan tersebut, lanjut Sobandi, akan menentukan jadwal sidangnya. Termasuk memutuskan sidang dilakukan secara online ataukah offline. Disinggung terkait kewenangan PN Denpasar menyidangkan perkara ini, mengingat locus delicti perkara di wilayah hukum PN Denpasar bukan persoalan. 

“Sesuai surat dakwaan jaksa, sidang dilakukan di Denpasar dengan pertimbangan untuk memudahkan pemeriksaan saksi-saksi yang sebagian besar ada di Denpasar,”sambung Sobandi. 

Seperti diketahui, kasus yang menimpa oknum sulinggih IWM sebelumnya disidik Polda Bali. Pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan Rabu (24/3) ke jaksa penuntut umum Kejati Bali, Purwanti dan IA Sulasmi. 

Tersangka IWM disangka melanggar pasal 289, 290 ayat (1), pasal 281KUHP atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap seorang wanita yang terjadi pada 4 Juli 2020 sekira pukul 01.00 Wita di Tukad Campuhan Pakerisan Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.  Wanita tersebut diajak ritual malukat malam hari di tempat gelap, namun diperlakukan tidak semestinya seperti orang malukat.

Adapun barang bukti yang dilimpahkan diantaranya kain kamen warna merah, dompet dan beberapa surat. Dikhawatirkan tersangka IWM melarikan diri, jaksa menggunakan kewenangannya melakukan penahanan, meski sewaktu di Polda tidak ditahan. 


DENPASAR,BALI EXPRESS-Kasus dugaan pencabulan yang disangkakan pada oknum sulinggih, IWM, tak lama lagi disidangkan di PN Denpasar. 

Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar, Sobandi, dikonfirmasi terkait perkara ini, menyatakan sudah menerima pelimpahan berkas perkara. Berdasarkan berbagai pertimbangan, Sobandi akirnya menetapkan hakim senior yang bakal mengadili perkara okum sulinggih ini.

“Sudah kita pilih hakim yang mengadilinya, mereka profesional, memiliki integritas dan kredibilitas tinggi, “tegas Sobandi dikonfirmasi, Minggu (28/3). 

Ketiga hakim yang dipilih KPN Sobandi itu antara lain, Made Pasek (ketua majelis), IA Adnya Dewi dan Putu Noyartha (keduanya hakim anggota). 

Majelis hakim yang ditetapkan tersebut, lanjut Sobandi, akan menentukan jadwal sidangnya. Termasuk memutuskan sidang dilakukan secara online ataukah offline. Disinggung terkait kewenangan PN Denpasar menyidangkan perkara ini, mengingat locus delicti perkara di wilayah hukum PN Denpasar bukan persoalan. 

“Sesuai surat dakwaan jaksa, sidang dilakukan di Denpasar dengan pertimbangan untuk memudahkan pemeriksaan saksi-saksi yang sebagian besar ada di Denpasar,”sambung Sobandi. 

Seperti diketahui, kasus yang menimpa oknum sulinggih IWM sebelumnya disidik Polda Bali. Pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan Rabu (24/3) ke jaksa penuntut umum Kejati Bali, Purwanti dan IA Sulasmi. 

Tersangka IWM disangka melanggar pasal 289, 290 ayat (1), pasal 281KUHP atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap seorang wanita yang terjadi pada 4 Juli 2020 sekira pukul 01.00 Wita di Tukad Campuhan Pakerisan Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.  Wanita tersebut diajak ritual malukat malam hari di tempat gelap, namun diperlakukan tidak semestinya seperti orang malukat.

Adapun barang bukti yang dilimpahkan diantaranya kain kamen warna merah, dompet dan beberapa surat. Dikhawatirkan tersangka IWM melarikan diri, jaksa menggunakan kewenangannya melakukan penahanan, meski sewaktu di Polda tidak ditahan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/