alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Pemkot Mohon Bantuan Dana Pusat Tata Pesisir Pantai di Sanur

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar berencana siap menata kawasan pesisir pantai di Sanur agar terlihat lebih rapi, bersih dan indah mulai dari Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Mertasari. Tentu saja, untuk merealisasikannya dibutuhkan anggaran yang besar pula.

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar telah mengajukan dana senilai Rp 48 Miliar untuk keperluan penataan tersebut. Hanya saja, dana itu sedang dimohonkan ke pemerintah pusat.

“Ya dana itu sudah dimohonkan ke pemerintah pusat. Karena memang dana di daerah saat ini dialihkan untuk penanganan Covid-19. Ditambah lagi pendapatan daerah sedang anjlok, salah satunya karena lesunya pariwisata,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, Minggu (28/3).

Permohonan dana ke pemerintah pusat itu, lanjutnya, cukup beralasan mengingat sedang anjloknya pemasukan daerah, otomatis dana untuk pembangunan fisik dari pemerintah daerah tidak bisa digelontorkan.

Maka dari itu, pihak Disparda Kota Denpasar mohonkan ke pemerintah pusat. Hal ini pun sudah di koordinasikan dengan Walikota Denpasar yang juga sudah disampaikan ke Gubernur Bali. “Bapak Walikota sudah ajukan melalui Pemerintah Provinsi Bali, lewat Bapak Gubernur yang nantinya meneruskan ke pusat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Dezire, dana Rp 48 Miliar itu nantinya untuk penataan di sepanjang pesisir mulai dari Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Mertasari. 

Pertama, sebut Dezire seperti penataan jalan setapak. Kemudian lampu penerangan jalan di sepanjang jalan setapak tersebut, ada juga perlengkapan lainnya, seperti tempat duduk, lampu taman, tempat cuci tangan serta perlengkapan kebersihan, seperti tempat sampah dan lain-lain. “Ya karena jalurnya panjang. Pengajuannya sekitar Rp 48 Miliar itu,” terangnya.

Lalu, kapan realisasinya? Kata Dezire hal itu belum bisa dipastikan mengingat kepastian berapa dana yang disetujui belum ada realisasi dari pemerintah pusat. “Mudah-mudahan bisa terealisasi semuanya. Begitu ada kejelasan, segera akan diterapkan,” tegasnya.

Selain penataan itu, saat ini Pemerintah Kota Denpasar juga tengah konsen dalam memprioritaskan kawasan Sanur sebagai zona hijau dengan langkah vaksinasi massal, baik untuk penduduk serta pekerja pariwisata. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar berencana siap menata kawasan pesisir pantai di Sanur agar terlihat lebih rapi, bersih dan indah mulai dari Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Mertasari. Tentu saja, untuk merealisasikannya dibutuhkan anggaran yang besar pula.

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar telah mengajukan dana senilai Rp 48 Miliar untuk keperluan penataan tersebut. Hanya saja, dana itu sedang dimohonkan ke pemerintah pusat.

“Ya dana itu sudah dimohonkan ke pemerintah pusat. Karena memang dana di daerah saat ini dialihkan untuk penanganan Covid-19. Ditambah lagi pendapatan daerah sedang anjlok, salah satunya karena lesunya pariwisata,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, Minggu (28/3).

Permohonan dana ke pemerintah pusat itu, lanjutnya, cukup beralasan mengingat sedang anjloknya pemasukan daerah, otomatis dana untuk pembangunan fisik dari pemerintah daerah tidak bisa digelontorkan.

Maka dari itu, pihak Disparda Kota Denpasar mohonkan ke pemerintah pusat. Hal ini pun sudah di koordinasikan dengan Walikota Denpasar yang juga sudah disampaikan ke Gubernur Bali. “Bapak Walikota sudah ajukan melalui Pemerintah Provinsi Bali, lewat Bapak Gubernur yang nantinya meneruskan ke pusat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Dezire, dana Rp 48 Miliar itu nantinya untuk penataan di sepanjang pesisir mulai dari Pantai Matahari Terbit hingga Pantai Mertasari. 

Pertama, sebut Dezire seperti penataan jalan setapak. Kemudian lampu penerangan jalan di sepanjang jalan setapak tersebut, ada juga perlengkapan lainnya, seperti tempat duduk, lampu taman, tempat cuci tangan serta perlengkapan kebersihan, seperti tempat sampah dan lain-lain. “Ya karena jalurnya panjang. Pengajuannya sekitar Rp 48 Miliar itu,” terangnya.

Lalu, kapan realisasinya? Kata Dezire hal itu belum bisa dipastikan mengingat kepastian berapa dana yang disetujui belum ada realisasi dari pemerintah pusat. “Mudah-mudahan bisa terealisasi semuanya. Begitu ada kejelasan, segera akan diterapkan,” tegasnya.

Selain penataan itu, saat ini Pemerintah Kota Denpasar juga tengah konsen dalam memprioritaskan kawasan Sanur sebagai zona hijau dengan langkah vaksinasi massal, baik untuk penduduk serta pekerja pariwisata. 


Most Read

Artikel Terbaru

/