alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Rendah Kepemilikan Sertifikat CHSE Pelaku Pariwisata di Denpasar

DENPASAR, BALI EXPRESS – Efek lesunya pariwisata membuat para pelaku pariwisata untuk berminat mendapat sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety and Enviroment) juga rendah. Bahkan, angka pemilik serifikat itu hanya 10 persen. 

“Peminat CHSE di Denpasar, khususnya kawasan Sanur masih sedikit, karena memang tidak ada tamu yang datang. Sekalipun punya CHSE, tapi tamu tidak ada, ya untuk apa. Begitu kemungkinan pendapat mereka,” ungkap Kadisparda Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, Minggu (28/3).

Terkait angka 10 persen itu, kata Dezire, di Kota Denpasar untuk hotel bintang dua ke bawah. Sedangkan, dominan saat ini pemilik sertifikat CHSE ini merupakan hotel bintang tiga ke atas. Dimana proses untuk pendaftaran hotel bintang tiga ke atas ini dilakukan oleh Provinsi Bali. 

Meski demikian, pihaknya akan terus melaksanakan proses sertifikasi secara bertahap. Sehingga, saat pariwisata sudah kembali dibuka, semua akomodasi pariwisata sudah memiliki sertifikat CHSE ini. 

“Saat ini kami utamakan dulu yang memang memerlukan dan membutuhkan. Nantinya, secara bertahap akan terus dilakukan, apalagi untuk wilayah Sanur yang akan menjadi daerah kawasan zona hijau,” tegasnya. 

Ia mengatakan, dengan adanya rencana pemerintah untuk kawasan zona hijau di Sanur ini akan meningkatkan kembali minat pelaku pariwisata untuk mendaftar sertifikat ini. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Efek lesunya pariwisata membuat para pelaku pariwisata untuk berminat mendapat sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety and Enviroment) juga rendah. Bahkan, angka pemilik serifikat itu hanya 10 persen. 

“Peminat CHSE di Denpasar, khususnya kawasan Sanur masih sedikit, karena memang tidak ada tamu yang datang. Sekalipun punya CHSE, tapi tamu tidak ada, ya untuk apa. Begitu kemungkinan pendapat mereka,” ungkap Kadisparda Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, Minggu (28/3).

Terkait angka 10 persen itu, kata Dezire, di Kota Denpasar untuk hotel bintang dua ke bawah. Sedangkan, dominan saat ini pemilik sertifikat CHSE ini merupakan hotel bintang tiga ke atas. Dimana proses untuk pendaftaran hotel bintang tiga ke atas ini dilakukan oleh Provinsi Bali. 

Meski demikian, pihaknya akan terus melaksanakan proses sertifikasi secara bertahap. Sehingga, saat pariwisata sudah kembali dibuka, semua akomodasi pariwisata sudah memiliki sertifikat CHSE ini. 

“Saat ini kami utamakan dulu yang memang memerlukan dan membutuhkan. Nantinya, secara bertahap akan terus dilakukan, apalagi untuk wilayah Sanur yang akan menjadi daerah kawasan zona hijau,” tegasnya. 

Ia mengatakan, dengan adanya rencana pemerintah untuk kawasan zona hijau di Sanur ini akan meningkatkan kembali minat pelaku pariwisata untuk mendaftar sertifikat ini. 


Most Read

Artikel Terbaru

/