alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Bekuk Sembilan Tersangka, Satresnarkoba Polres Gianyar Masih Buru Satu DPO

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar kembali mengungkap 7 kasus narkotika di wilayah hukum Polres Tabanan. Dari 7 kasus tersebut, berhasil dibekuk 9 orang tersangka yang memiliki peran sebagai pengguna maupun pengedar.

 

Kasus tersebut diungkap sejak awal Januari 2022 hingga tanggal 28 Maret 2022. Dan 9 orang tersangka yang berhasil diamankan merupakan hasil pengembangan dari kasus narkotika yang berhasil diungkap Satresnarkoba Polres Gianyar sebelumnya.

 

Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana menjelaskan bahwa sembilan tersangka berasal dari 7 kasus dan dibekuk di lokasi berbeda. Diawali penangkapan I Ketut Adi Jaya, 24, asal Banjar Gelgel, Desa Keramas, Blahbatuh yang diamankan tanggal 4 Januari 2022 di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dengan total barang bukti 0,38 gram sabu.

 

Keesokan harinya atau pada tanggal 5 Februari 2022, diamankan tiga orang pria dengan barang bukti dua paket sabu seberat 0,15 gram. Tiga orang tersangka tersebut adalah, I Wayan Sugandi, 37, dan I Kadek Suardana, 50, keduanya asal Banjar Buluh, Desa Guwang, Sukawati dan I Kadek Parwata, 34, asal Denpasar Barat. Ketiganya diamankan saat bertransaksi di Jalan Raya Guwang, Banjar Buluh, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

 

“Dilanjutkan dengan tersangka I Wayan Mardana, 28, asal Klungkung, yang diamankan dengan barang bukti 3,46 gram sabu. Pria itu diamankan tanggal 19 Februari 2022 pukul 14.45 WITA di Jalan Cucukan Lama, Desa Medahan, Blahbatuh,” paparnya saat rilis kasus di Mapolres Gianyar, Senin (28/3).

 

Disusul dengan penangkapan I Komang Riawan asal Jembrana di Jalan Ida Bagus Japa Desa Batubulan, Sukawati, dengan barang bukti 4,98 gram sabu. Kemudian tersangka Joko Suwandi, 34, asal Sidoarjo dengan barang bukti 1,96 gram sabu di Ja;an Astina Selatan, Kelurahan Bitera, Gianyar. Kemudian I Wayan Andika Putra asal Badung diamankan di Jalan Pantai Lembeng, Desa Ketewel, Gianyar, dengan barang bukti 2,09 gram sabu. Dan terakhir, Anak Agung Bagus Widnyana Adi Putra asal Denpasar Utara ditangkap di Jalan Raya Sakah dengan barang bukti 0,26 sabu dan 15,54 gram sabu. Namun satu orang tersangka yang bersama Agung Widnyana saat penangkapan berhasil kabur. “Namun saat ini kami masih lakukan pengejaran,” imbuhnya.

 

Ditambahkan oleh Kasatnarkoba Polres Gianyar, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, total barang bukti yang diamankan dari sembilan tersangka ini sebanyak 28,82 gram netto. Dan dari sembilan tersangka tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, lima orang diketahui berperan sebagai pengguna dan empat orang merupakan pengedar. “Tapi keterangan dari para tersangka ini masih terus akan kita kembangkan,” tegasnya.

 

Disamping itu berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui seluruh tersangka merupakan jaringan Denpasar dan Jawa, yang menggunakan Kabupaten Gianyar sebagai wilayah peredarannya. Dan tidak ada satupun yang masuk dalam jaringan LP (Lapas). “Hanya saja dari sembilan tersangka, enam orang merupakan residivis dalam kasus yang sama,” tegasnya.

 

Dan dari tujuh kasus tersebut satu orang masuk DPO atas nama Jero Ming karena berhasil kabur. “Saat ini kami masih melakukan pengejaran,” tandasnya.

 

Sebagai pengguna dikenakan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Sedangkan untuk pengedar dikenakan pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.


GIANYAR, BALI EXPRESS  – Satuan Reserse Narkoba Polres Gianyar kembali mengungkap 7 kasus narkotika di wilayah hukum Polres Tabanan. Dari 7 kasus tersebut, berhasil dibekuk 9 orang tersangka yang memiliki peran sebagai pengguna maupun pengedar.

 

Kasus tersebut diungkap sejak awal Januari 2022 hingga tanggal 28 Maret 2022. Dan 9 orang tersangka yang berhasil diamankan merupakan hasil pengembangan dari kasus narkotika yang berhasil diungkap Satresnarkoba Polres Gianyar sebelumnya.

 

Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana menjelaskan bahwa sembilan tersangka berasal dari 7 kasus dan dibekuk di lokasi berbeda. Diawali penangkapan I Ketut Adi Jaya, 24, asal Banjar Gelgel, Desa Keramas, Blahbatuh yang diamankan tanggal 4 Januari 2022 di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar dengan total barang bukti 0,38 gram sabu.

 

Keesokan harinya atau pada tanggal 5 Februari 2022, diamankan tiga orang pria dengan barang bukti dua paket sabu seberat 0,15 gram. Tiga orang tersangka tersebut adalah, I Wayan Sugandi, 37, dan I Kadek Suardana, 50, keduanya asal Banjar Buluh, Desa Guwang, Sukawati dan I Kadek Parwata, 34, asal Denpasar Barat. Ketiganya diamankan saat bertransaksi di Jalan Raya Guwang, Banjar Buluh, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

 

“Dilanjutkan dengan tersangka I Wayan Mardana, 28, asal Klungkung, yang diamankan dengan barang bukti 3,46 gram sabu. Pria itu diamankan tanggal 19 Februari 2022 pukul 14.45 WITA di Jalan Cucukan Lama, Desa Medahan, Blahbatuh,” paparnya saat rilis kasus di Mapolres Gianyar, Senin (28/3).

 

Disusul dengan penangkapan I Komang Riawan asal Jembrana di Jalan Ida Bagus Japa Desa Batubulan, Sukawati, dengan barang bukti 4,98 gram sabu. Kemudian tersangka Joko Suwandi, 34, asal Sidoarjo dengan barang bukti 1,96 gram sabu di Ja;an Astina Selatan, Kelurahan Bitera, Gianyar. Kemudian I Wayan Andika Putra asal Badung diamankan di Jalan Pantai Lembeng, Desa Ketewel, Gianyar, dengan barang bukti 2,09 gram sabu. Dan terakhir, Anak Agung Bagus Widnyana Adi Putra asal Denpasar Utara ditangkap di Jalan Raya Sakah dengan barang bukti 0,26 sabu dan 15,54 gram sabu. Namun satu orang tersangka yang bersama Agung Widnyana saat penangkapan berhasil kabur. “Namun saat ini kami masih lakukan pengejaran,” imbuhnya.

 

Ditambahkan oleh Kasatnarkoba Polres Gianyar, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, total barang bukti yang diamankan dari sembilan tersangka ini sebanyak 28,82 gram netto. Dan dari sembilan tersangka tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, lima orang diketahui berperan sebagai pengguna dan empat orang merupakan pengedar. “Tapi keterangan dari para tersangka ini masih terus akan kita kembangkan,” tegasnya.

 

Disamping itu berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui seluruh tersangka merupakan jaringan Denpasar dan Jawa, yang menggunakan Kabupaten Gianyar sebagai wilayah peredarannya. Dan tidak ada satupun yang masuk dalam jaringan LP (Lapas). “Hanya saja dari sembilan tersangka, enam orang merupakan residivis dalam kasus yang sama,” tegasnya.

 

Dan dari tujuh kasus tersebut satu orang masuk DPO atas nama Jero Ming karena berhasil kabur. “Saat ini kami masih melakukan pengejaran,” tandasnya.

 

Sebagai pengguna dikenakan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Sedangkan untuk pengedar dikenakan pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.


Most Read

Artikel Terbaru

/