26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Ini Alasan Ahmad Bersih Minta BU Fans Kosongkan Stadion Saat Laga Terakhir

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Ahmad Bersih yang memiliki nazar akan berjalan kaki dari kediamannya Jalan Diponegoro, Lingkungan Bangras, Karangasem, menuju Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar jika Bali United berhasil meraih juara dalam BRI Liga-1 2021-2022 tiba di perbatasan Kabupaten Klungkung dan Gianyar sekitar pukul 19.00 WITA. Pria berkepala plontos tersebut sebelumnya berangkat Senin (28/3) pagi sekitar pukul 05.45 WITA.

 

Dengan membawa atribut berupa bendera Bali United disambut oleh sejumlah rekannya sesama supporter Bali United. Meskipun sudah menempuh jarak puluhan kilometer, namun Ahmad Bersih nampak masih bugar dan bersemangat untuk menuntaskan kaulnya. “Apalagi dukungan dari hampir seluruh elemen yang ada di Komunitas Bali United ikut mendukung dan menyambut disini,” ujarnya Ahmad Bersih.

 

Disamping itu, ia juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. Bahkan anak bungsunya datang langsung dari Denpasar untuk mendampingi sang ayah. “Capek itu sudah pasti, tapi saya jalani dengan hati, dan semangat saya masih sama seperti di start hingga finish nanti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Incar Puncak, Bali United Target Tekuk Wakil Kamboja Visakha Sore Ini

 

Kedepan, sebagai supporter Bali United dirinya berharap Bali United dalam berbicara lebih dari tahun kemarin dalam ajang AFC. Apalagi menurut informasi yang ia dapat, Bali United akan menjadi tuan rumah. “Bali United dengan pemain-pemain yang luar biasa, kemudian kalau bisa kuota ditambah mungkin bisa ditambahkan lagi pemain-pemain asing,” sambungnya.

 

Tak lupa dirinya berpesan kepada para supporter Bali United agar mengikuti regulasi yang telah ditetapkan PSSI dan LBI mengenai pertandingan tanpa penonton. Meskipun Gubernur Bali memperbolehkan masyarakat menonton pertandingan secara langsung tanggal 31 Maret 2022 mendatang secara gratis. “Pesan saya kepada supporter, jangan menonton, kosongkan stadion tanggal 31 nanti. Kita ikuti regulasi PSSI dan LBI. Karena saya lihat sampai tadi malam belum dicabut aturan tidak ada penonton dalam liga 2021. Kecuali H-1 atau H-2 ada regulasi baru ya itu tidak masalah. Karena saya takutkan hal itu (kedatangan penonton) dijadikan alasan untuk mengurangi nilai Bali United,” tukasnya.

Baca Juga :  Pemprov Bali Terapkan Pemutihan Denda PKB dan BBNKB

Maka ia menyarankan supporter untuk dapat menonton di rumah masing-masing atau nonton bareng dititik-titik tertentu. “Untuk nobar itu kan juga diizinkan, dan ada banyak titik nobar jadi tidak masalah. Di rumah saya juga ada nobar,” sebutnya.

 

Dan ketika sudah sampai di Stadion Kapten Dipta, Ahmad Bersih akan bersujud syukur atas terbayarkannya nazar yang ia ucapkan. Setelah itu ia akan kembali ke Karangasem.

 

Sementara itu, sang anak bungsu, Riska, yang turut mendampinginya awalnya mengaku kesal dengan nazar yang dilontarkan oleh ayahnya. Namun ia tetap mensupport karena tahu betul jika ayahnya merupakan penggila bola. “Awalnya kesal karena tahu bapak sudah muda lagi, khawatir lah dengan kondisi bapak, Tapi karena tahu bapak memang fanatik dengan bola ya kita mendukung. Apalagi bapak itu kalau sudah punya keinginan yang kuat susah untuk ditentang, intinya kita support penuh,” tegasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS  – Ahmad Bersih yang memiliki nazar akan berjalan kaki dari kediamannya Jalan Diponegoro, Lingkungan Bangras, Karangasem, menuju Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar jika Bali United berhasil meraih juara dalam BRI Liga-1 2021-2022 tiba di perbatasan Kabupaten Klungkung dan Gianyar sekitar pukul 19.00 WITA. Pria berkepala plontos tersebut sebelumnya berangkat Senin (28/3) pagi sekitar pukul 05.45 WITA.

 

Dengan membawa atribut berupa bendera Bali United disambut oleh sejumlah rekannya sesama supporter Bali United. Meskipun sudah menempuh jarak puluhan kilometer, namun Ahmad Bersih nampak masih bugar dan bersemangat untuk menuntaskan kaulnya. “Apalagi dukungan dari hampir seluruh elemen yang ada di Komunitas Bali United ikut mendukung dan menyambut disini,” ujarnya Ahmad Bersih.

 

Disamping itu, ia juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. Bahkan anak bungsunya datang langsung dari Denpasar untuk mendampingi sang ayah. “Capek itu sudah pasti, tapi saya jalani dengan hati, dan semangat saya masih sama seperti di start hingga finish nanti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Korupsi Kapal Inka Mina, Pejabat KKP Dituntut 22 Bulan

 

Kedepan, sebagai supporter Bali United dirinya berharap Bali United dalam berbicara lebih dari tahun kemarin dalam ajang AFC. Apalagi menurut informasi yang ia dapat, Bali United akan menjadi tuan rumah. “Bali United dengan pemain-pemain yang luar biasa, kemudian kalau bisa kuota ditambah mungkin bisa ditambahkan lagi pemain-pemain asing,” sambungnya.

 

Tak lupa dirinya berpesan kepada para supporter Bali United agar mengikuti regulasi yang telah ditetapkan PSSI dan LBI mengenai pertandingan tanpa penonton. Meskipun Gubernur Bali memperbolehkan masyarakat menonton pertandingan secara langsung tanggal 31 Maret 2022 mendatang secara gratis. “Pesan saya kepada supporter, jangan menonton, kosongkan stadion tanggal 31 nanti. Kita ikuti regulasi PSSI dan LBI. Karena saya lihat sampai tadi malam belum dicabut aturan tidak ada penonton dalam liga 2021. Kecuali H-1 atau H-2 ada regulasi baru ya itu tidak masalah. Karena saya takutkan hal itu (kedatangan penonton) dijadikan alasan untuk mengurangi nilai Bali United,” tukasnya.

Baca Juga :  Bayar Nazar, Ahmad Jalan Kaki dari Karangasem Menuju Stadion Dipta

Maka ia menyarankan supporter untuk dapat menonton di rumah masing-masing atau nonton bareng dititik-titik tertentu. “Untuk nobar itu kan juga diizinkan, dan ada banyak titik nobar jadi tidak masalah. Di rumah saya juga ada nobar,” sebutnya.

 

Dan ketika sudah sampai di Stadion Kapten Dipta, Ahmad Bersih akan bersujud syukur atas terbayarkannya nazar yang ia ucapkan. Setelah itu ia akan kembali ke Karangasem.

 

Sementara itu, sang anak bungsu, Riska, yang turut mendampinginya awalnya mengaku kesal dengan nazar yang dilontarkan oleh ayahnya. Namun ia tetap mensupport karena tahu betul jika ayahnya merupakan penggila bola. “Awalnya kesal karena tahu bapak sudah muda lagi, khawatir lah dengan kondisi bapak, Tapi karena tahu bapak memang fanatik dengan bola ya kita mendukung. Apalagi bapak itu kalau sudah punya keinginan yang kuat susah untuk ditentang, intinya kita support penuh,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru