alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pengelolaan Parkir di Jalan Gelogor Carik akan Pindah ke Badung

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Menindaklanjuti adanya pemungutan retribusi parkir di wilayah Kabupaten Badung, Dinas Perhubungan setempat telah berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Kota Denpasar. Dari hasil koordinasi tersebut, pungutan parkir akan dihentikan Kota Denpasar. Namun Dishub Badung diminta untuk bersurat resmi sebelum penghentian pemungutan parkir di Jalan Gelogor Carik, Kuta.

Kadishub Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma saat dikonfirmasi Senin (28/3) pun membenarkan hal tersebut. Permintaan tersebut telah disetujui, sehingga saat ini pihaknya sedang menyusun draft surat. “Hasil koordinasi lisan pejabat fungsional analis kebijakan dengan Perumda parkir Denpasar diminta surat resmi untuk penghentian pungutan parkir di wilayah badung sesuai batas wilayah saat ini,” ujar Yuda Darma.

Menurutnya, setelah selesai surat resmi tersebut akan segera dikirimkan ke Perumda Parkir Kota Denpasar. Sehingga proses pemindahan pengelolaan parkir di Jalan Gelogor Carik, Kuta, juga segera dilakukan sesuai dengan batas wilayah.

“Kami sedang menyiapkan surat ke Perumda Parkir Denpasar, surat sudah dibuat tadi siang (kemarin) selesai konsolidasi internal. Surat itu akan segera kami kirimkan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Analis Kebijakan Madya Sub Koordinasi Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Roy Emerson Hidiya. Ia menerangkan, saat ini bukan mempermasalahkan perebutan lahan parkir, namun pungutan parkir memang harus sesuai dengan wilayah. Pihaknya mengaku permasalahan ini hanya perlu diluruskan, bukan untuk bersitegang dengan Pemerintah Kota Denpasar. “Semoga masalah ini bisa diselesaikan. Jangan dibesar-besarkan seakan Badung dan Denpasar rebutan lahan parkir,” harapnya.

Sesuai dengan Permendagri Nomor 142 tahun 2017, Hidiya menjelaskan, memang menyatakan wilayah tersebut masuk dalam Kabupaten Badung. Namun ada beberapa toko modern yang masih dilakukan pungutan parkir oleh Kota Denpasar.

“Maksud kami menyarankan penghentian tersebut untuk kondusivitas dan agar tidak menyalahi aturan perundang undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Sebelumnya, telah dilakukan pemantauan langsung ke Jalan Gelogor Carik, Kuta, oleh Dishub Badung bersama LPM Kuta, Jumat (25/3). Dari hasil pemantauan tersebut masih ditemukan petugas parkir dengan seragam PD Parkir Kota Denpasar yang memungut retribusi. Atas adanya hal tersebut petugas parkir tersebut diminta untuk berhenti sementara, hingga proses pemindahan pengelolaan parkir selesai dilakukan. (esa)


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Menindaklanjuti adanya pemungutan retribusi parkir di wilayah Kabupaten Badung, Dinas Perhubungan setempat telah berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Kota Denpasar. Dari hasil koordinasi tersebut, pungutan parkir akan dihentikan Kota Denpasar. Namun Dishub Badung diminta untuk bersurat resmi sebelum penghentian pemungutan parkir di Jalan Gelogor Carik, Kuta.

Kadishub Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma saat dikonfirmasi Senin (28/3) pun membenarkan hal tersebut. Permintaan tersebut telah disetujui, sehingga saat ini pihaknya sedang menyusun draft surat. “Hasil koordinasi lisan pejabat fungsional analis kebijakan dengan Perumda parkir Denpasar diminta surat resmi untuk penghentian pungutan parkir di wilayah badung sesuai batas wilayah saat ini,” ujar Yuda Darma.

Menurutnya, setelah selesai surat resmi tersebut akan segera dikirimkan ke Perumda Parkir Kota Denpasar. Sehingga proses pemindahan pengelolaan parkir di Jalan Gelogor Carik, Kuta, juga segera dilakukan sesuai dengan batas wilayah.

“Kami sedang menyiapkan surat ke Perumda Parkir Denpasar, surat sudah dibuat tadi siang (kemarin) selesai konsolidasi internal. Surat itu akan segera kami kirimkan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Analis Kebijakan Madya Sub Koordinasi Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Roy Emerson Hidiya. Ia menerangkan, saat ini bukan mempermasalahkan perebutan lahan parkir, namun pungutan parkir memang harus sesuai dengan wilayah. Pihaknya mengaku permasalahan ini hanya perlu diluruskan, bukan untuk bersitegang dengan Pemerintah Kota Denpasar. “Semoga masalah ini bisa diselesaikan. Jangan dibesar-besarkan seakan Badung dan Denpasar rebutan lahan parkir,” harapnya.

Sesuai dengan Permendagri Nomor 142 tahun 2017, Hidiya menjelaskan, memang menyatakan wilayah tersebut masuk dalam Kabupaten Badung. Namun ada beberapa toko modern yang masih dilakukan pungutan parkir oleh Kota Denpasar.

“Maksud kami menyarankan penghentian tersebut untuk kondusivitas dan agar tidak menyalahi aturan perundang undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Sebelumnya, telah dilakukan pemantauan langsung ke Jalan Gelogor Carik, Kuta, oleh Dishub Badung bersama LPM Kuta, Jumat (25/3). Dari hasil pemantauan tersebut masih ditemukan petugas parkir dengan seragam PD Parkir Kota Denpasar yang memungut retribusi. Atas adanya hal tersebut petugas parkir tersebut diminta untuk berhenti sementara, hingga proses pemindahan pengelolaan parkir selesai dilakukan. (esa)


Most Read

Artikel Terbaru

/