alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

9 Polisi Diperiksa Propam, Buntut Dugaan Penganiayaan Cewek Grahadi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Masalah dugaan penganiayaan oleh anggota Satreskrim Polresta Denpasar berinisial Iptu E terhadap cewek LC Grahadi, Maya, 23, merembet dan berbuntut panjang. 

Walaupun kedua pihak telah berdamai, namun Polresta Denpasar dan Propam Polda Bali tetap akan memeriksa Iptu E terkait pelanggaran terhadap larangan ke tempat hiburan malam kecuali sedang bertugas. 

Tidak sampai disitu, ternyata ada delapan anggota polisi lain yang diduga ikut karaoke di Grahadi Bali Karaoke dan Musik Room, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (25/5) yang akhirnya ikut terkena getahnya.

Menurut sumber kepolisian, Iptu E sendiri disebut sudah menagkui menganiaya cewek LC, Maya yang sempat menemaninya karaoke. “Korban tidak mau melaporkan kejadian tersebut. Tapi dalam masalah ini, Propam Polda Bali ikut menyelidiki 8 anggota yang merupakan Tim dari Iptu E karena ikut karaoke di sana,” ujar sumber di kepolisian, Kamis (27/5). 

Sementara itu, Kapolresta Denpasar, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan yang dikonfirmasi  terkait anggotanya tersebut enggan menjabarkan kronologi dugaan penganiayaan oleh Iptu E,  dan bahkan berdalih anggotanya tidak melakukan penganiayaan dari hasil pemeriksaan sementara. 

“Sementara pemeriksan kami tidak ada (penganiayaan),” tandasnya. Ketika disinggung mengenai anggotanya yang diduga mabuk, ia bahkan tak bersedia berbicara terkait kebenaran yang dilakukan ke sembilan anggotanya di Grahadi tersebut. 

Perwira melati tiga di pundak ini berkilah lebih fokus kepada tujuan anggotanya berada di lokasi dan menyebut masalah ini sedang ditangani Propam Polda Bali. 

“Mereka sementara diproses oleh Polda dengan mendalami keterangan anggota Satuan Reskrim Polresta Denpasar. Yang jelas sudah dilakukan proses dan didalami apakah dia dalam rangka tugas atau tidak. Motifnya, keberadaan dia kesana kita pertanyakan, apakah dalam rangka tugas atau tidak,” tuturnya.

Ditambahkannya, anggota kepolisian dilarang untuk memasuki tempat-tempat seperti itu, kecuali jika memang dalam rangka tugas dan berbekal surat dari atasan. 

Sehubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan Propam Polda Bali, beredar Surat Perintah bernomor Sprin/775/V/KEP/2021 yang ditandatangani oleh Jansen bahwa Iptu E agar melaksanakan tugas sebagai Pama Polresta Denpasar dalam rangka pemeriksaan Propam Polresta Denpasar.

Diberitakan sebelumnya sejumlah anggota kepolisian ini bersama Maya masuk ke room B3 yang diduga komplimen sambil karaoke dan minum. Tatapi kemudian Iptu E dan tiga anggota lain tiba-tiba pindah ke room 25. 

Insidaen pun dimulai sekitar pukul 19.30 Wita, diduga karena salah paham, Maya yang menemani keluar dari room. Wanita cantik berambut pirang itu bertemu Iptu E di Restoran Grahadi sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itulah disebut terjadi penganiayaan yang dilakukan Iptu E terhadap Maya. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Masalah dugaan penganiayaan oleh anggota Satreskrim Polresta Denpasar berinisial Iptu E terhadap cewek LC Grahadi, Maya, 23, merembet dan berbuntut panjang. 

Walaupun kedua pihak telah berdamai, namun Polresta Denpasar dan Propam Polda Bali tetap akan memeriksa Iptu E terkait pelanggaran terhadap larangan ke tempat hiburan malam kecuali sedang bertugas. 

Tidak sampai disitu, ternyata ada delapan anggota polisi lain yang diduga ikut karaoke di Grahadi Bali Karaoke dan Musik Room, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (25/5) yang akhirnya ikut terkena getahnya.

Menurut sumber kepolisian, Iptu E sendiri disebut sudah menagkui menganiaya cewek LC, Maya yang sempat menemaninya karaoke. “Korban tidak mau melaporkan kejadian tersebut. Tapi dalam masalah ini, Propam Polda Bali ikut menyelidiki 8 anggota yang merupakan Tim dari Iptu E karena ikut karaoke di sana,” ujar sumber di kepolisian, Kamis (27/5). 

Sementara itu, Kapolresta Denpasar, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan yang dikonfirmasi  terkait anggotanya tersebut enggan menjabarkan kronologi dugaan penganiayaan oleh Iptu E,  dan bahkan berdalih anggotanya tidak melakukan penganiayaan dari hasil pemeriksaan sementara. 

“Sementara pemeriksan kami tidak ada (penganiayaan),” tandasnya. Ketika disinggung mengenai anggotanya yang diduga mabuk, ia bahkan tak bersedia berbicara terkait kebenaran yang dilakukan ke sembilan anggotanya di Grahadi tersebut. 

Perwira melati tiga di pundak ini berkilah lebih fokus kepada tujuan anggotanya berada di lokasi dan menyebut masalah ini sedang ditangani Propam Polda Bali. 

“Mereka sementara diproses oleh Polda dengan mendalami keterangan anggota Satuan Reskrim Polresta Denpasar. Yang jelas sudah dilakukan proses dan didalami apakah dia dalam rangka tugas atau tidak. Motifnya, keberadaan dia kesana kita pertanyakan, apakah dalam rangka tugas atau tidak,” tuturnya.

Ditambahkannya, anggota kepolisian dilarang untuk memasuki tempat-tempat seperti itu, kecuali jika memang dalam rangka tugas dan berbekal surat dari atasan. 

Sehubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan Propam Polda Bali, beredar Surat Perintah bernomor Sprin/775/V/KEP/2021 yang ditandatangani oleh Jansen bahwa Iptu E agar melaksanakan tugas sebagai Pama Polresta Denpasar dalam rangka pemeriksaan Propam Polresta Denpasar.

Diberitakan sebelumnya sejumlah anggota kepolisian ini bersama Maya masuk ke room B3 yang diduga komplimen sambil karaoke dan minum. Tatapi kemudian Iptu E dan tiga anggota lain tiba-tiba pindah ke room 25. 

Insidaen pun dimulai sekitar pukul 19.30 Wita, diduga karena salah paham, Maya yang menemani keluar dari room. Wanita cantik berambut pirang itu bertemu Iptu E di Restoran Grahadi sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itulah disebut terjadi penganiayaan yang dilakukan Iptu E terhadap Maya. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/