alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

BPJAMSOSTEK Gianyar Bayarkan Rp 40 Miliar Lebih Klaim Ribuan Tenaga Kerja

BALI EXPRESS, GIANYAR – BPJS Ketenagakerjaan Gianyar menyerahkan santunan JKM dan JHT senilai Rp 56.611.320 dan Santunan Beasiswa Rp 150 Juta kepada ahli waris Ida Bagus Suta Negara yang merupakan tenaga honor daerah di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Selasa (28/6).

 

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaaan Bali Nusa Tenggara Papua (BANUSPA), Armada Kaban, Sekda Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya dan Kadis Ketenagakerjaan Gianyar Anak Agung Dalem Jagaditha.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gianyar, Bimo Prasetiyo menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mensosialisasikan instruksi Presiden No 2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

 

Adapun manfaat Progam Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar per 24 Juni 2022 yakni Jaminan Hari Tua (JHT) 3.186 Peserta dengan nilai Rp 35.662.558.924. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 147 Kasus dengan nilai Rp 1.537.139.010. Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 87 Kasus (Peserta) dengan nilai Rp 3.055.500.000. Kemudian Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 449 Kasus dengan nilai Rp 316.611.640. Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebanyak 3 Kasus dengan nilai Rp 4.930.250. Dan total Manfaat 5 Program 3.872 Kasus (Peserta) dengan nilai Rp 40.576.139.824. Serta Manfaat Beasiswa sebanyak 53 Pelajar/Mahasiswa dengan nilai Rp 429.500.000.

Baca Juga :  Lewat Jam 8, Lampu Hias Penjor Gianyar Dipadamkan

 

“Dua tahun terakhir ini karena pandemi banyak peserta yang melakukan pencairan JHT sehingga peserta bisa memiliki bekal untuk menjalani kehidupannya,” ungkapnya.

 

Di masa pandemi Covid-19, pihaknya tentu prihatin karena bidang tenaga kerja ikut terdampak. Sehingga sebagai wujud salah satu kepedulian terhadap tenaga kerja, pihaknya pun memastikan perlindungan bagi tenaga kerja itu sendiri.

 

Namun memang pihaknya belum dapat secara optimal menjangkau sektor tertentu, seperti pertanian, perdagangan, dan perikanan. “Oleh karena itu kita mohon bantuan dari pihak terkait, agar perlindungan dari sektor ini bisa dilindungi secara optimal untuk mengjangkau sektor yang belum dapat kami jangkau. Dan di tahun 2022, kami mengembangkan sistem PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia),” sambungnya.

 

Perisai ini kata dia bisa dibentuk di setiap desa sebagai agen BPJS Ketenagakerjaan untuk masyarakat pekerja. Sehingga masyarakat pekerja bisa lebih mudah dalam mendaftarkan diri.

Kemudian, kata dia untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan manfaatnya telah dibayarkan oleh pihaknya pada bulan Februari 2022 lalu. Pihaknya juga menyalurkan beasiswa untuk 59 anak dengan total nilai Rp 479 Juta. Dimana program beasiswa ini bukan sekali diberikan melainkan berkesinambungan, mulai dari TK sampai lulus kuliah maksimal Rp 174 Juta untuk dua anak tenaga kerja. “Inilah wujud negara hadir untuk bisa memenuhi cita-cita anak bangsa,” tegasnya.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Hadiri Piodalan di Pura Gunung Payung Kuta Selatan

 

Ditambahkannya jika BPJS Ketenagakerjaan juga mengapresiasi Pemkab Gianyar yang telah mendaftarkan 5.334 tenaga kerja non ASN pada masing-masing OPD agar tercover BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu ada juga Perangkat desa yang terdaftar sejumlah 1.406 orang. “Sehingga totalnya 6.740 tenaga kerja non ASN dan perangkat desa yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” lanjutnya.

 

Namun, masih ada anggota BPD di 35 desa yang belum terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan, ada juga tenaga BUMDes di 29 desa. Bahkan sejatinya Kader Posyandu dan Kader Linmas juga bisa merasakan program tersebut. “Kader posyandu juga bisa memperoleh perlindungan program, namun baru 4 desa yang didaftarkan program perlindungan ini. Kemudian Kader Linmas juga, sehingga masing-masing desa bisa didorong untuk melindungi Kader Linmas,” tandasnya.

 

Sementara itu, Sekda Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan jika pemerintah wajib menganggarkan pemberian jaminan sosial kepada masyarakatnya. Sasarannya tidak hanya ASN saja namun juga non ASN. “Dan kita selalu minta kepada tim dan OPD agar selalu memperhatikan yang belum terjamah jaminan sosial ini agar seluruhnya tercover,” tegasnya.


BALI EXPRESS, GIANYAR – BPJS Ketenagakerjaan Gianyar menyerahkan santunan JKM dan JHT senilai Rp 56.611.320 dan Santunan Beasiswa Rp 150 Juta kepada ahli waris Ida Bagus Suta Negara yang merupakan tenaga honor daerah di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Selasa (28/6).

 

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaaan Bali Nusa Tenggara Papua (BANUSPA), Armada Kaban, Sekda Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya dan Kadis Ketenagakerjaan Gianyar Anak Agung Dalem Jagaditha.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gianyar, Bimo Prasetiyo menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mensosialisasikan instruksi Presiden No 2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

 

Adapun manfaat Progam Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar per 24 Juni 2022 yakni Jaminan Hari Tua (JHT) 3.186 Peserta dengan nilai Rp 35.662.558.924. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 147 Kasus dengan nilai Rp 1.537.139.010. Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 87 Kasus (Peserta) dengan nilai Rp 3.055.500.000. Kemudian Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 449 Kasus dengan nilai Rp 316.611.640. Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebanyak 3 Kasus dengan nilai Rp 4.930.250. Dan total Manfaat 5 Program 3.872 Kasus (Peserta) dengan nilai Rp 40.576.139.824. Serta Manfaat Beasiswa sebanyak 53 Pelajar/Mahasiswa dengan nilai Rp 429.500.000.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Hadiri Piodalan di Pura Gunung Payung Kuta Selatan

 

“Dua tahun terakhir ini karena pandemi banyak peserta yang melakukan pencairan JHT sehingga peserta bisa memiliki bekal untuk menjalani kehidupannya,” ungkapnya.

 

Di masa pandemi Covid-19, pihaknya tentu prihatin karena bidang tenaga kerja ikut terdampak. Sehingga sebagai wujud salah satu kepedulian terhadap tenaga kerja, pihaknya pun memastikan perlindungan bagi tenaga kerja itu sendiri.

 

Namun memang pihaknya belum dapat secara optimal menjangkau sektor tertentu, seperti pertanian, perdagangan, dan perikanan. “Oleh karena itu kita mohon bantuan dari pihak terkait, agar perlindungan dari sektor ini bisa dilindungi secara optimal untuk mengjangkau sektor yang belum dapat kami jangkau. Dan di tahun 2022, kami mengembangkan sistem PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia),” sambungnya.

 

Perisai ini kata dia bisa dibentuk di setiap desa sebagai agen BPJS Ketenagakerjaan untuk masyarakat pekerja. Sehingga masyarakat pekerja bisa lebih mudah dalam mendaftarkan diri.

Kemudian, kata dia untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan manfaatnya telah dibayarkan oleh pihaknya pada bulan Februari 2022 lalu. Pihaknya juga menyalurkan beasiswa untuk 59 anak dengan total nilai Rp 479 Juta. Dimana program beasiswa ini bukan sekali diberikan melainkan berkesinambungan, mulai dari TK sampai lulus kuliah maksimal Rp 174 Juta untuk dua anak tenaga kerja. “Inilah wujud negara hadir untuk bisa memenuhi cita-cita anak bangsa,” tegasnya.

Baca Juga :  Lewat Jam 8, Lampu Hias Penjor Gianyar Dipadamkan

 

Ditambahkannya jika BPJS Ketenagakerjaan juga mengapresiasi Pemkab Gianyar yang telah mendaftarkan 5.334 tenaga kerja non ASN pada masing-masing OPD agar tercover BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu ada juga Perangkat desa yang terdaftar sejumlah 1.406 orang. “Sehingga totalnya 6.740 tenaga kerja non ASN dan perangkat desa yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” lanjutnya.

 

Namun, masih ada anggota BPD di 35 desa yang belum terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan, ada juga tenaga BUMDes di 29 desa. Bahkan sejatinya Kader Posyandu dan Kader Linmas juga bisa merasakan program tersebut. “Kader posyandu juga bisa memperoleh perlindungan program, namun baru 4 desa yang didaftarkan program perlindungan ini. Kemudian Kader Linmas juga, sehingga masing-masing desa bisa didorong untuk melindungi Kader Linmas,” tandasnya.

 

Sementara itu, Sekda Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan jika pemerintah wajib menganggarkan pemberian jaminan sosial kepada masyarakatnya. Sasarannya tidak hanya ASN saja namun juga non ASN. “Dan kita selalu minta kepada tim dan OPD agar selalu memperhatikan yang belum terjamah jaminan sosial ini agar seluruhnya tercover,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/