alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Polresta Tangguhkan Penahanan Bos Goldkoin, Laporan di Polda Digeber

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus penipuan dan penggelapan bermodus investasi ilegal PT Goldkoin Sevalon Internasional (GSI) & Koperasi Konsumen Keluarga Goldkoin Internasional milik Rizki Adam yang dilaporkan ke Polda Bali, sedang digeber Ditreskrimsus. Terbaru, polisi sudah memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti.

 

Hal itu disampaikan Waddireskrimsus Polda Bali AKBP Ambaryadi didampingi Kasubdit II Perbankan Krimsus Polda Bali Kompol Chandra pada Selasa (28/6) di kantornya. Disebutnya ada dua laporan yang diajukan di Polda Bali, namun dijadikan satu mengingat kasusnya sama.

 

Kemudian ada tujuh korban yang sudah diperiksa dari total sekitar 120 orang. Dengan perkiraan kerugian sementara Rp 15 miliar. Saat ini pihaknya berusaha segera merampungkan proses pemeriksaan. “Kalau kerugian ini belum fix ya, karena masih perlu dirampungkan pemeriksaan dan alat buktinya, kalau sudah rampung baru terlihat jelas,” tuturnya.

Baca Juga :  Rintis Usaha Bee Jamur, Purnami Raih Perhargaan Perempuan Berjasa

 

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati memilih instrumen investasi. Masyarakat juga perlu mewaspadai penawaran broker ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

 

Sementara itu menurut sumber di Polresta Denpasar, ternyata sebelum ini, Rizki Adam yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka telah mengajukan penangguhan penahanan dan disetujui pada akhir Mei 2022. Begitu juga Marketing Investasi Koperasi Goldkoin Ngurah Arta yang turut jadi tersangka mendapatkan penangguhan penahanan sekitar awal Juni 2022.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus penipuan dan penggelapan bermodus investasi ilegal PT Goldkoin Sevalon Internasional (GSI) & Koperasi Konsumen Keluarga Goldkoin Internasional milik Rizki Adam yang dilaporkan ke Polda Bali, sedang digeber Ditreskrimsus. Terbaru, polisi sudah memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti.

 

Hal itu disampaikan Waddireskrimsus Polda Bali AKBP Ambaryadi didampingi Kasubdit II Perbankan Krimsus Polda Bali Kompol Chandra pada Selasa (28/6) di kantornya. Disebutnya ada dua laporan yang diajukan di Polda Bali, namun dijadikan satu mengingat kasusnya sama.

 

Kemudian ada tujuh korban yang sudah diperiksa dari total sekitar 120 orang. Dengan perkiraan kerugian sementara Rp 15 miliar. Saat ini pihaknya berusaha segera merampungkan proses pemeriksaan. “Kalau kerugian ini belum fix ya, karena masih perlu dirampungkan pemeriksaan dan alat buktinya, kalau sudah rampung baru terlihat jelas,” tuturnya.

Baca Juga :  Warga Candikuning Demo Pengurugan, Perbekel Sebut Pengerukan

 

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati memilih instrumen investasi. Masyarakat juga perlu mewaspadai penawaran broker ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

 

Sementara itu menurut sumber di Polresta Denpasar, ternyata sebelum ini, Rizki Adam yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka telah mengajukan penangguhan penahanan dan disetujui pada akhir Mei 2022. Begitu juga Marketing Investasi Koperasi Goldkoin Ngurah Arta yang turut jadi tersangka mendapatkan penangguhan penahanan sekitar awal Juni 2022.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/