alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Wawali Arya Wibawa : Tanam Budaya Anti-Korupsi Mulai dari Keluarga

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi talkshow bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bertajuk Talkshow Keluarga Anti- Korupsi yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Senin (27/6).

Kegiatan yang diinisiasi Inspektorat Kota Denpasar melibatkan seluruh stakeholder dari organisasi kewanitaan seperti PKK, Gatriwara, WHDI, DWP serta organisasi wanita lainnya yang bertujuan guna menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, sehingga dapat menciptakan keluarga antikorupsi.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutanya menjelaskan, pendidikan antikorupsi merupakan usaha sadar untuk memberi pemahaman dan pencegahan terjadinya perbuatan korupsi. Dimana, usaha ini dilaksanakan melalui pendidikan formal di sekolah, pendidikan informal pada lingkungan keluarga, dan pendidikan non formal di masyarakat.

“Pendidikan antikorupsi tidak berhenti pada pengenalan nilai-nilai antikorupsi saja, akan tetapi, berlanjut pada pemahaman nilai, penghayatan nilai,dan pengamalan nilai anti korupsi menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” kata Arya Wibawa.

Baca Juga :  Dishub Denpasar Gelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2022

Lebih lanjut dijelaskanya, pendidikan antikorupsi bertujuan untuk membentuk pengetahuan dan pemahaman mengenai berbagai bentuk korupsi dan aspek aspeknya, dan juga mengubah persepsi dan sikap kita terhadap korupsi. Dengan hal tersebut, maka dilibatkan peran serta ibu di dalam pengamalan nilai-nilai antikorupsi mulai dari keluarga.

“Melalui kegiatan ini diharapkan peran serta ibu di dalam menciptakan keluarga antikorupsi yang dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny Antari Jaya Negara dalam sambutannya melalui virtual mengatakan, menumbuhkembangkan budaya antikorupsi melalui jalur keluarga dirasa akan lebih efektif. Hal ini mengingat keluarga merupakan proses perubahan sikap mental yang terjadi pada diri seseorang, dan melalui jalur ini lebih tersistem serta mudah terukur, yaitu perubahan perilaku antikorupsi.

“Kami mengajak peserta untuk serius mengikuti talkshow ini. Selanjutnya pahami dan beri masukan kepada suami maupun anak-anak nilai antikorupsi, sehingga dapat menciptakan generasi antikorupsi kedepannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pecah Ketuban, Pengungsi Gunung Agung Operasi Caesar di RSUD Buleleng

Acara talkshow ini dipandu Kepala Inspektorat Kota Denpasar Putu Naning Djayaningsih. Sementara Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Brigadir Jenderal Polisi, Kumbul Kusdwidjanto Sudadji yang juga selaku narasumber dalam materinya menjelaskan, tantangan pembangunan kedepan semakin berat, perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan ekonomi semakin maju. Karenanya, mempersiapkan generasi yang bersih dan berintegritas menjadi salah satu prioritas strategis bagi kita semua.

Di sisi, lain lanjut Kumbul Kusdwidjanto, perlu upaya panjang agar perilaku korupsi tidak membudaya dengan melakukan pencegahan sejak dini. Upaya ini dapat dibangun melalui budaya antikorupsi yang dimulai dari diri sendiri, keluarga maupun pendidikan. Dimana, penanaman nilai-nilai anti korupsi seharusnya sudah dimulai sejak usia dini.

“Hal ini tentunya tidak lepas dari peran aktif keluarga utama tempat anak-anak memperoleh nilai dan menerapkannya dalam kehidupan mereka,” jelasnya. (dip)

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi talkshow bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bertajuk Talkshow Keluarga Anti- Korupsi yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya, Senin (27/6).

Kegiatan yang diinisiasi Inspektorat Kota Denpasar melibatkan seluruh stakeholder dari organisasi kewanitaan seperti PKK, Gatriwara, WHDI, DWP serta organisasi wanita lainnya yang bertujuan guna menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, sehingga dapat menciptakan keluarga antikorupsi.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutanya menjelaskan, pendidikan antikorupsi merupakan usaha sadar untuk memberi pemahaman dan pencegahan terjadinya perbuatan korupsi. Dimana, usaha ini dilaksanakan melalui pendidikan formal di sekolah, pendidikan informal pada lingkungan keluarga, dan pendidikan non formal di masyarakat.

“Pendidikan antikorupsi tidak berhenti pada pengenalan nilai-nilai antikorupsi saja, akan tetapi, berlanjut pada pemahaman nilai, penghayatan nilai,dan pengamalan nilai anti korupsi menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” kata Arya Wibawa.

Baca Juga :  Residivis Kambuhan Bobol Villa, Bule Ukraina Rugi Rp 24 Juta

Lebih lanjut dijelaskanya, pendidikan antikorupsi bertujuan untuk membentuk pengetahuan dan pemahaman mengenai berbagai bentuk korupsi dan aspek aspeknya, dan juga mengubah persepsi dan sikap kita terhadap korupsi. Dengan hal tersebut, maka dilibatkan peran serta ibu di dalam pengamalan nilai-nilai antikorupsi mulai dari keluarga.

“Melalui kegiatan ini diharapkan peran serta ibu di dalam menciptakan keluarga antikorupsi yang dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny Antari Jaya Negara dalam sambutannya melalui virtual mengatakan, menumbuhkembangkan budaya antikorupsi melalui jalur keluarga dirasa akan lebih efektif. Hal ini mengingat keluarga merupakan proses perubahan sikap mental yang terjadi pada diri seseorang, dan melalui jalur ini lebih tersistem serta mudah terukur, yaitu perubahan perilaku antikorupsi.

“Kami mengajak peserta untuk serius mengikuti talkshow ini. Selanjutnya pahami dan beri masukan kepada suami maupun anak-anak nilai antikorupsi, sehingga dapat menciptakan generasi antikorupsi kedepannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Seniasih Giri Prasta Serahkan Benih Ikan Nila untuk Enam Kecamatan

Acara talkshow ini dipandu Kepala Inspektorat Kota Denpasar Putu Naning Djayaningsih. Sementara Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Brigadir Jenderal Polisi, Kumbul Kusdwidjanto Sudadji yang juga selaku narasumber dalam materinya menjelaskan, tantangan pembangunan kedepan semakin berat, perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan ekonomi semakin maju. Karenanya, mempersiapkan generasi yang bersih dan berintegritas menjadi salah satu prioritas strategis bagi kita semua.

Di sisi, lain lanjut Kumbul Kusdwidjanto, perlu upaya panjang agar perilaku korupsi tidak membudaya dengan melakukan pencegahan sejak dini. Upaya ini dapat dibangun melalui budaya antikorupsi yang dimulai dari diri sendiri, keluarga maupun pendidikan. Dimana, penanaman nilai-nilai anti korupsi seharusnya sudah dimulai sejak usia dini.

“Hal ini tentunya tidak lepas dari peran aktif keluarga utama tempat anak-anak memperoleh nilai dan menerapkannya dalam kehidupan mereka,” jelasnya. (dip)

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/