alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Efek Bekerja dan Belajar dari Rumah, Penggunaan Internet Melonjak

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jika industri pariwisata dan beberapa jenis usaha lainnya terkapar selama pandemi Covid-19. Kondisi sebaliknya dialami industri teknologi dan telekomunikasi. Tercatat jenis industri ini mengalami pertumbuhan positif hingga 40 persen, dibandingkan dengan periode sebelum wabah Covid-19 melanda.

Presiden Direktur Biznet Adi Kusma mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, penggunaan internet atau traffic data melonjak signifikan. Biznet mencatat ada peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan traffic di masa normal. “Lonjakan tersebut disebabkan aktivitas masyarakat yang kini lebih banyak dilakukan dari rumah, terutama belajar dan bekerja,” jelasnya.

Kenaikan traffic ini terjadi pada penggunaan koneksi internet di rumah atau residensial. Selain itu, diakuinya, permohonan pemasangan baru juga mengalami peningkatan hingga 45 persen.

Dengan semakin meningkatkan traffic penggunaan internet maupun jumlah pelanggan, Adi menegaskan, Biznet akan terus menjaga kualitas koneksi internet yang saat ini sudah menjadi kebutuhan utama.

Untuk tetap menjaga kualitas jaringan, Adi mengatakan, sejak 2018 Biznet telah meng-upgrade jaringan agar lebih andal, yakni dengan The New Biznet Fiber. Jaringan tersebut menawarkan layanan internet dengan performa dan kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar, sehingga kapasitas yang ada saat ini cukup untuk 20 tahun ke depan.

“Melihat lonjakan traffic yang cukup signifikan, kami berkomitmen untuk fokus memberikan layanan terbaik kami, termasuk memastikan jaringan kami tetap lancar di seluruh wilayah yang ada,” ungkapnya.

Sebagai perusahaan infrastruktur digital terintegrasi, Biznet juga mengantisipasi melonjaknya permintaan akan kebutuhan penggunaan internet ini dengan perluasan jaringan dan pembangunan infrastruktur di kota-kota yang selama ini belum tersentuh jaringan internet. Untuk upaya tersebut, Biznet menganggarkan belanja modal atau Capital Expenditure sebesar USD 100 juta.

Terkait meningkatnya penggunaan internet, Vice President Prepaid Consumer Telkomsel Adhi Putranto, juga mengakui hal yang sama. “Selama masa pandemi, penggunaan jaringan internet tercatat mengalami peningkatan hingga 60 persen. Peningkatan ini karena hampir semua aktivitas perkantoran dan sekolah dilakukan melalui sistem daring,” ungkapnya.

Melonjaknya permintaan pemasangan internet di setiap daerah yang terkaper jaringan yang dimilikinya, ini diakui Adhi, cukup merata di hampir seluruh kota. Karena menurutnya, mayoritas masyarakat di berbagai daerah memang memerlukan koneksi internet yang berkualitas untuk tetap produktif ketika melakukan kegiatan bekerja atau belajar dari rumah.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Jika industri pariwisata dan beberapa jenis usaha lainnya terkapar selama pandemi Covid-19. Kondisi sebaliknya dialami industri teknologi dan telekomunikasi. Tercatat jenis industri ini mengalami pertumbuhan positif hingga 40 persen, dibandingkan dengan periode sebelum wabah Covid-19 melanda.

Presiden Direktur Biznet Adi Kusma mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, penggunaan internet atau traffic data melonjak signifikan. Biznet mencatat ada peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan traffic di masa normal. “Lonjakan tersebut disebabkan aktivitas masyarakat yang kini lebih banyak dilakukan dari rumah, terutama belajar dan bekerja,” jelasnya.

Kenaikan traffic ini terjadi pada penggunaan koneksi internet di rumah atau residensial. Selain itu, diakuinya, permohonan pemasangan baru juga mengalami peningkatan hingga 45 persen.

Dengan semakin meningkatkan traffic penggunaan internet maupun jumlah pelanggan, Adi menegaskan, Biznet akan terus menjaga kualitas koneksi internet yang saat ini sudah menjadi kebutuhan utama.

Untuk tetap menjaga kualitas jaringan, Adi mengatakan, sejak 2018 Biznet telah meng-upgrade jaringan agar lebih andal, yakni dengan The New Biznet Fiber. Jaringan tersebut menawarkan layanan internet dengan performa dan kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar, sehingga kapasitas yang ada saat ini cukup untuk 20 tahun ke depan.

“Melihat lonjakan traffic yang cukup signifikan, kami berkomitmen untuk fokus memberikan layanan terbaik kami, termasuk memastikan jaringan kami tetap lancar di seluruh wilayah yang ada,” ungkapnya.

Sebagai perusahaan infrastruktur digital terintegrasi, Biznet juga mengantisipasi melonjaknya permintaan akan kebutuhan penggunaan internet ini dengan perluasan jaringan dan pembangunan infrastruktur di kota-kota yang selama ini belum tersentuh jaringan internet. Untuk upaya tersebut, Biznet menganggarkan belanja modal atau Capital Expenditure sebesar USD 100 juta.

Terkait meningkatnya penggunaan internet, Vice President Prepaid Consumer Telkomsel Adhi Putranto, juga mengakui hal yang sama. “Selama masa pandemi, penggunaan jaringan internet tercatat mengalami peningkatan hingga 60 persen. Peningkatan ini karena hampir semua aktivitas perkantoran dan sekolah dilakukan melalui sistem daring,” ungkapnya.

Melonjaknya permintaan pemasangan internet di setiap daerah yang terkaper jaringan yang dimilikinya, ini diakui Adhi, cukup merata di hampir seluruh kota. Karena menurutnya, mayoritas masyarakat di berbagai daerah memang memerlukan koneksi internet yang berkualitas untuk tetap produktif ketika melakukan kegiatan bekerja atau belajar dari rumah.


Most Read

Artikel Terbaru

/