alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Identitas Kerangka di Tukad Ayung Terungkap, Diduga Gantung Diri

BADUNG, BALI EXPRESS – Polres Badung akhirnya memastikan bahwa tengkorak yang ditemukan Sabtu (4/7) di Tukad Ayung, Sibanggede, Abiansemal merupakan satu kesatuan dengan temuan rangka manusia pada Minggu (19/7) di bawah pohon dekat Tukad Ayung.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa menerangkan, kerangka manusia tersebut sudah diperiksa oleh forensik di RSUP Sanglah. “Dari hasil pemeriksaan forensik disimpulkan, tengkorak tersebut memang satu kesatuan dengan kerangka bawah yang ditemukan kemudian,” jelas Oka.

Dari hasil pemeriksaan Forensik RSUP Sanglah yang dilakukan oleh dr. Ida Bagus Putu Alit,  terungkap bahwa rangka tersebut merupakan satu orang manusia dengan ras mongoloid, dengan taksiran umur kurang lebih 40 hingga 50 tahun. “Dari pemeriksaan rangka korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” beber Iptu Oka.

Mengenai penyebab kematian, pihak forensik tidak bisa memastikan karena kondisi mayat sudah menjadi kerangka manusia sehingga kehilangan jaringan lunak. “Secara medis penyebab kematian tidak bisa ditentukan, tetapi dengan ditemukannya kain di pohon tersebut, maka diduga kuat korban mati dengan cara gantung diri,” beber Oka kembali.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian, ditambah dengan hasil pemeriksaan forensik RSUP Sanglah, temuan barang bukti di TKP dan keterangan saksi yang mengaku mengenal pemilik identitas tersebut, polisi menyimpulkan korban adalah Rokani, 44, seorang warga Dusun Kanigoro, Desa Banaran, Kauman, Tulungagung, Jawa Timur.

Setelah proses otopsi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga. “Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga, Jumat (24/7) dan langsung dibawa ke daerah asal untuk dimakamkan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan kerangka Rokani yang awalnya tidak dikenal, sempat menghebohkan warga Banjar Parekan, Sibanggede, Abiansemal. Penemuan ini mendapat titik terang setelah kerangka tanpa kepala ditemukan warga yang melintas di dekat TKP.

Polisi mendapat titik terang setelah seorang saksi, Dyan Eko Putra, mengaku mengenal pemilik identitas tersebut bernama Rokani yang diketahui keluarganya yang hilang sejak April.

Rokani diketahui tanpa kabar sejak April 2020. Tanpa alasan jelas dia pergi dari kontrakannya di Ubud, Gianyar. Kepada koleganya Eko, dia beralasan sedang berada di sebuah proyek. Setelah itu Eko tidak bisa menghubungi korban. Sebelum hilang tanpa kabar, Rokani sempat berniat pulang dan dia pun sudah dibelikan tiket oleh bosnya. Tetapi tiba-tiba Rokani membatalkan kepulangannya tanpa alasan yang jelas.


BADUNG, BALI EXPRESS – Polres Badung akhirnya memastikan bahwa tengkorak yang ditemukan Sabtu (4/7) di Tukad Ayung, Sibanggede, Abiansemal merupakan satu kesatuan dengan temuan rangka manusia pada Minggu (19/7) di bawah pohon dekat Tukad Ayung.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa menerangkan, kerangka manusia tersebut sudah diperiksa oleh forensik di RSUP Sanglah. “Dari hasil pemeriksaan forensik disimpulkan, tengkorak tersebut memang satu kesatuan dengan kerangka bawah yang ditemukan kemudian,” jelas Oka.

Dari hasil pemeriksaan Forensik RSUP Sanglah yang dilakukan oleh dr. Ida Bagus Putu Alit,  terungkap bahwa rangka tersebut merupakan satu orang manusia dengan ras mongoloid, dengan taksiran umur kurang lebih 40 hingga 50 tahun. “Dari pemeriksaan rangka korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” beber Iptu Oka.

Mengenai penyebab kematian, pihak forensik tidak bisa memastikan karena kondisi mayat sudah menjadi kerangka manusia sehingga kehilangan jaringan lunak. “Secara medis penyebab kematian tidak bisa ditentukan, tetapi dengan ditemukannya kain di pohon tersebut, maka diduga kuat korban mati dengan cara gantung diri,” beber Oka kembali.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian, ditambah dengan hasil pemeriksaan forensik RSUP Sanglah, temuan barang bukti di TKP dan keterangan saksi yang mengaku mengenal pemilik identitas tersebut, polisi menyimpulkan korban adalah Rokani, 44, seorang warga Dusun Kanigoro, Desa Banaran, Kauman, Tulungagung, Jawa Timur.

Setelah proses otopsi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga. “Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga, Jumat (24/7) dan langsung dibawa ke daerah asal untuk dimakamkan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan kerangka Rokani yang awalnya tidak dikenal, sempat menghebohkan warga Banjar Parekan, Sibanggede, Abiansemal. Penemuan ini mendapat titik terang setelah kerangka tanpa kepala ditemukan warga yang melintas di dekat TKP.

Polisi mendapat titik terang setelah seorang saksi, Dyan Eko Putra, mengaku mengenal pemilik identitas tersebut bernama Rokani yang diketahui keluarganya yang hilang sejak April.

Rokani diketahui tanpa kabar sejak April 2020. Tanpa alasan jelas dia pergi dari kontrakannya di Ubud, Gianyar. Kepada koleganya Eko, dia beralasan sedang berada di sebuah proyek. Setelah itu Eko tidak bisa menghubungi korban. Sebelum hilang tanpa kabar, Rokani sempat berniat pulang dan dia pun sudah dibelikan tiket oleh bosnya. Tetapi tiba-tiba Rokani membatalkan kepulangannya tanpa alasan yang jelas.


Most Read

Artikel Terbaru

/