alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sedikit, Masyarakat Bangli Belanja di Pasar Gotong Royong

BANGLI, BALI EXPRESS – Pemkab Bangli kembali menggelar Pasar Gotong Royong di tribun Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Jumat (28/8). Secara umum, kunjungan ke pasar tersebut ramai. Sebagian besar adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Pemkab Bangli. Namun pembeli dari kalangan masyarakat umum jumlahnya sedikit.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli I Wayan Gunawan. Padahal, menurut Gunawan, harga barang dagangan di pasar tersebut rata-rata lebih murah dibandingkan di pasar lainnya, seperti kebutuhan pokok sehari-hari. Para pedagang bisa menjual lebih murah karena langsung memetik dari kebun sendiri.

“Yang berjualan di sini, petaninya langsung. Hasil kerajinan langsung dari perajinnya,” terang Gunawan. Berbeda dengan di pasar lainnya, mereka yang berjualan merupakan tangan kedua, membeli barang-barang dari petani atau lainnya. Kemudian dijual kembali di pasar. “Jelas akan lebih mahal,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sejak Sebulan, Tiga Dusun di Kintamani Kesulitan Air Bersih

Ke depan, pihaknya berharap pasar yang digelar tiap Jumat itu bisa dilirik masyarakat umum. Selain karena harga bersaing, juga dapat membantu petaninya sebagaimana konsep pasar, yakni gotong royong. “Sekarang lebih banyak PNS,” tegasnya lagi.

Seperti diketahui, sasaran utama pasar itu memang PNS. Bahkan, Bupati Bangli I Made Gianyar sempat mengeluarkan surat edaran akan memotong gaji ke-13 PNS Pemkab Bangli untuk dibelanjakan di pasar itu. Belakangan diketahui, surat edaran tersebut batal diberlakukan. “Tidak ada potong gaji PNS,” sergah Gunawan.

Meski tidak “dipaksa” melalui pemotongan gaji ke-13, para PNS diimbau untuk tetap belanja di pasar tersebut.  Sebab berdasarkan hasil pantauannya, masih minim PNS tingkat kecamatan belanja di sana. Sebagian besar PNS di Kota Bangli.

Baca Juga :  Dinas Tenaga Kerja Klungkung Tertibkan LPK Tak Berizin

Ke depan, diakuinya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi tempat digelarnya  pasar seperti itu. Apakah tetap di tribun Lapangan Kapten Mudita atau berpindah-pindah ke kecamatan. “Pasti, pasti dievaluasi. Nanti saya lapor pak bupati,” tandas Gunawan.


BANGLI, BALI EXPRESS – Pemkab Bangli kembali menggelar Pasar Gotong Royong di tribun Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Jumat (28/8). Secara umum, kunjungan ke pasar tersebut ramai. Sebagian besar adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Pemkab Bangli. Namun pembeli dari kalangan masyarakat umum jumlahnya sedikit.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli I Wayan Gunawan. Padahal, menurut Gunawan, harga barang dagangan di pasar tersebut rata-rata lebih murah dibandingkan di pasar lainnya, seperti kebutuhan pokok sehari-hari. Para pedagang bisa menjual lebih murah karena langsung memetik dari kebun sendiri.

“Yang berjualan di sini, petaninya langsung. Hasil kerajinan langsung dari perajinnya,” terang Gunawan. Berbeda dengan di pasar lainnya, mereka yang berjualan merupakan tangan kedua, membeli barang-barang dari petani atau lainnya. Kemudian dijual kembali di pasar. “Jelas akan lebih mahal,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sejak Sebulan, Tiga Dusun di Kintamani Kesulitan Air Bersih

Ke depan, pihaknya berharap pasar yang digelar tiap Jumat itu bisa dilirik masyarakat umum. Selain karena harga bersaing, juga dapat membantu petaninya sebagaimana konsep pasar, yakni gotong royong. “Sekarang lebih banyak PNS,” tegasnya lagi.

Seperti diketahui, sasaran utama pasar itu memang PNS. Bahkan, Bupati Bangli I Made Gianyar sempat mengeluarkan surat edaran akan memotong gaji ke-13 PNS Pemkab Bangli untuk dibelanjakan di pasar itu. Belakangan diketahui, surat edaran tersebut batal diberlakukan. “Tidak ada potong gaji PNS,” sergah Gunawan.

Meski tidak “dipaksa” melalui pemotongan gaji ke-13, para PNS diimbau untuk tetap belanja di pasar tersebut.  Sebab berdasarkan hasil pantauannya, masih minim PNS tingkat kecamatan belanja di sana. Sebagian besar PNS di Kota Bangli.

Baca Juga :  Tempati Rumah Batu di TWA Gunung Batur, Pasutri Dipindahkan ke Songan

Ke depan, diakuinya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi tempat digelarnya  pasar seperti itu. Apakah tetap di tribun Lapangan Kapten Mudita atau berpindah-pindah ke kecamatan. “Pasti, pasti dievaluasi. Nanti saya lapor pak bupati,” tandas Gunawan.


Most Read

Artikel Terbaru

/