alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Bawaslu Temukan Belasan Ribu Pemilih Ganda di Karangasem

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Tahapan pemilihan bupati-wakil bupati Karangasem terus berjalan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem terus menyempurnakan data pemilih untuk Pilkada 9 Desember mendatang agar valid. Rapat uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) dilaksanakan di Kantor KPU Karangasem, Senin (28/9) pagi dan dihadiri Bawaslu Karangasem. 

Uji publik akan terus dilakukan KPU Karangasem untuk memastikan tak ada pemilih ganda maupun yang tercecer. Masyarakat diminta melapor ke PPS tingkat desa, hingga PPK, atau KPU Karangasem jika namanya belum terdaftar sebagai pemilih.

Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, daftar pemilih ini akan ditampilkan, ditempel di seluruh desa dan tempat-tempat yang mudah dijangkau. “Bagi masyarakat yang sudah terdaftar di DPS, maka sudah memiliki hak pilih. Yang belum, saat melapor itu, masyarakat wajib membawa bukti administrasi KTP dan KK,” ucap Krisna.

Pihaknya berupaya agar masyarakat berusia 17 tahun, sudah menikah, termasuk pensiunan terdaftar dalam DPS. “Kami meminta seluruh masyarakat bisa mengecek untuk memastikan dirinya sudah terdaftar,” imbuhnya.

Dijelaskan, jumlah DPS di Kecamatan Abang sebanyak 62.171, Bebandem (42.232), Karangasem (73.306), Kubu (60.586), Manggis (41.476), Rendang (32.474), Selat (34.318) dan Sidemen (28.722). “Jadi total jumlah DPS sebanyak (375.285),” jelas komisioner asal Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem ini.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan menjelaskan, pihaknya telah menemukan data pemilih ganda, seperti nama dan tanggal lahir, hingga umur. Dijabarkan, ada sebanyak 15.335 orang pemilih yang nama dan tanggal lahirnya ganda.

Kemudian nama tempat lahir sebanyak 2.179 orang, nama tempat lahir, hingga tanggal lahir dan alamat sebanyak 471 orang. Tidak hanya itu, pemilih berstatus WNA ditemukan sebanyak 14 orang, berstatus TNI/Polri satu orang, dan umur tidak wajar seperti di atas 100 tahun sebanyak 60 orang.

Ada pula pemilih di bawah umur 17 tahun dan tidak pernah kawin 35 orang, hingga daftar pemilih khusus (DPK) Pemilu 2019 yang memenuhi syarat, namun belum terdaftar dalam DPS sebanyak 202 orang, meninggal dunia satu orang. “Elemen data pemilih tidak lengkap juga 15 orang. Data ini yang mesti ditindaklanjuti,” tegas Suastrawan.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Tahapan pemilihan bupati-wakil bupati Karangasem terus berjalan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem terus menyempurnakan data pemilih untuk Pilkada 9 Desember mendatang agar valid. Rapat uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) dilaksanakan di Kantor KPU Karangasem, Senin (28/9) pagi dan dihadiri Bawaslu Karangasem. 

Uji publik akan terus dilakukan KPU Karangasem untuk memastikan tak ada pemilih ganda maupun yang tercecer. Masyarakat diminta melapor ke PPS tingkat desa, hingga PPK, atau KPU Karangasem jika namanya belum terdaftar sebagai pemilih.

Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, daftar pemilih ini akan ditampilkan, ditempel di seluruh desa dan tempat-tempat yang mudah dijangkau. “Bagi masyarakat yang sudah terdaftar di DPS, maka sudah memiliki hak pilih. Yang belum, saat melapor itu, masyarakat wajib membawa bukti administrasi KTP dan KK,” ucap Krisna.

Pihaknya berupaya agar masyarakat berusia 17 tahun, sudah menikah, termasuk pensiunan terdaftar dalam DPS. “Kami meminta seluruh masyarakat bisa mengecek untuk memastikan dirinya sudah terdaftar,” imbuhnya.

Dijelaskan, jumlah DPS di Kecamatan Abang sebanyak 62.171, Bebandem (42.232), Karangasem (73.306), Kubu (60.586), Manggis (41.476), Rendang (32.474), Selat (34.318) dan Sidemen (28.722). “Jadi total jumlah DPS sebanyak (375.285),” jelas komisioner asal Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem ini.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan menjelaskan, pihaknya telah menemukan data pemilih ganda, seperti nama dan tanggal lahir, hingga umur. Dijabarkan, ada sebanyak 15.335 orang pemilih yang nama dan tanggal lahirnya ganda.

Kemudian nama tempat lahir sebanyak 2.179 orang, nama tempat lahir, hingga tanggal lahir dan alamat sebanyak 471 orang. Tidak hanya itu, pemilih berstatus WNA ditemukan sebanyak 14 orang, berstatus TNI/Polri satu orang, dan umur tidak wajar seperti di atas 100 tahun sebanyak 60 orang.

Ada pula pemilih di bawah umur 17 tahun dan tidak pernah kawin 35 orang, hingga daftar pemilih khusus (DPK) Pemilu 2019 yang memenuhi syarat, namun belum terdaftar dalam DPS sebanyak 202 orang, meninggal dunia satu orang. “Elemen data pemilih tidak lengkap juga 15 orang. Data ini yang mesti ditindaklanjuti,” tegas Suastrawan.


Most Read

Artikel Terbaru

/