alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Di Bali, Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Tembus Tiga Persen

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Provinsi Bali terus mengalami penambahan. Bahkan sampai dengan, Senin (28/9), fatality ratio atau tingkat kematiannya telah menembus tiga persen.

Perkembangan ini sesuai dengan data yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Senin sore. Sejauh ini, tingkat kematiannya mencapai 3,04 persen. Atau dalam angka, total jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 263 orang.  

Total jumlah tersebut sudah termasuk penambahan yang tercatat Senin (28/9), yakni sebanyak sembilan orang, sebagaimana diungkapkan Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, saat menyampaikan data perkembangan terbaru.

 “Perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini (Senin, Red) mencatat pertambahan kasus, antara lain terkonfirmasi positif sebanyak 107 orang melalui transmisi lokal, sembuh sebanyak 139 orang, dan meninggal dunia sebanyak sembilan orang,” jelas Rentin.

Secara kumulatif atau total, sambung dia, penambahan ini mengakibatkan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif berkembang menjadi 8.639 orang. Sedangkan mereka yang sudah sembuh sebanyak 7.126 orang atau sekitar 82,49 persen. “Dan yang meninggal dunia sebanyak 263 orang atau sekitar 3,04 persen,” jelasnya.

Sedangkan untuk kasus yang masih aktif atau masih dalam perawatan, jelasnya, tercatat sebanyak 1.250 orang atau sekitar 14,47 persen. Mereka menjalani perawatan sesuai dengan gejala yang dialami.

Mereka yang mengalami gejala klinis dirawat atau diisolasi di 17 rumah sakit rujukan. Sementara mereka yang tanpa gejala, menjalani karantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Soal tempat karantina, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana menunjuk sepuluh hotel sebagai lokasi tambahan. Namun sampai sejauh ini, sudah ada satu yang telah siap, yakni hotel untuk tempat karantina yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Bali. Selebihnya tersebar di seluruh kabupaten/kota. “Sejauh ini (penambahan tempat karantina) masih dalam proses,” jawab Rentin secara singkat.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Provinsi Bali terus mengalami penambahan. Bahkan sampai dengan, Senin (28/9), fatality ratio atau tingkat kematiannya telah menembus tiga persen.

Perkembangan ini sesuai dengan data yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Senin sore. Sejauh ini, tingkat kematiannya mencapai 3,04 persen. Atau dalam angka, total jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 263 orang.  

Total jumlah tersebut sudah termasuk penambahan yang tercatat Senin (28/9), yakni sebanyak sembilan orang, sebagaimana diungkapkan Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, saat menyampaikan data perkembangan terbaru.

 “Perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini (Senin, Red) mencatat pertambahan kasus, antara lain terkonfirmasi positif sebanyak 107 orang melalui transmisi lokal, sembuh sebanyak 139 orang, dan meninggal dunia sebanyak sembilan orang,” jelas Rentin.

Secara kumulatif atau total, sambung dia, penambahan ini mengakibatkan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif berkembang menjadi 8.639 orang. Sedangkan mereka yang sudah sembuh sebanyak 7.126 orang atau sekitar 82,49 persen. “Dan yang meninggal dunia sebanyak 263 orang atau sekitar 3,04 persen,” jelasnya.

Sedangkan untuk kasus yang masih aktif atau masih dalam perawatan, jelasnya, tercatat sebanyak 1.250 orang atau sekitar 14,47 persen. Mereka menjalani perawatan sesuai dengan gejala yang dialami.

Mereka yang mengalami gejala klinis dirawat atau diisolasi di 17 rumah sakit rujukan. Sementara mereka yang tanpa gejala, menjalani karantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Soal tempat karantina, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana menunjuk sepuluh hotel sebagai lokasi tambahan. Namun sampai sejauh ini, sudah ada satu yang telah siap, yakni hotel untuk tempat karantina yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Bali. Selebihnya tersebar di seluruh kabupaten/kota. “Sejauh ini (penambahan tempat karantina) masih dalam proses,” jawab Rentin secara singkat.


Most Read

Artikel Terbaru

/