alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Diduga Depresi, Seorang PNS DLHP Klungkung Gantung Diri

SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertahanan (DLHP) Kabupaten Klungkung I Komang Wijaya, 37, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri, Senin (28/9) sekitar pukul 02.00. Ia mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.

Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta menuturkan,  istri korban Ni Luh Yulianti sudah curiga dengan suaminya yang tidak ada di rumahnya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Semarapura Klod Kangin sekitar pukul 23.30. Ia bersama ayah korban melakukan pencarian di sekitar rumahnya. Sempat pula dicari di rumahnya di Jalan Rama, Semarapura, tetapi tidak ditemukan. Kemudian mereka berinisiatif masuk ke bangunan rumah yang belum selesai di depan rumah tinggalnya di Jalan Rama. Dengan bantuan lampu senter handpone, mereka melihat korban sudah meninggal dunia dalam kondisi tergantung. “Dari pemeriksaan luar oleh unit Identifikasi Polres Klungkung, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ciri-ciri murni korban gantung diri,” ujar Suparta.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLHP Kabupaten Klungkung AA Ngurah Kirana membenarkan bahwa stafnya meninggal gantung diri. Selama bekerja, Kirana mengakui memang ada gelagat aneh dari stafnya itu. Sejak beberapa tahun sering bengong. Informasi yang didapat bahwa yang bersangkutan mempunyai riwayat kelainan jiwa. Tetapi tetap nyambung kalau diajak komunikasi.

Dengan kondisi itu, pihaknya sengaja memberikan pekerjaan ringan, yaitu bagian administrasi. Tugasnya mengirim surat. Tugas dengan pertimbangan khusus diberikan dengan harapan tidak dijadikan beban oleh yang bersangkutan. “Kata keluarganya masih tidur  di rumahnya seperti biasa. Tapi tiba-tiba sekitar jam 12-an (malam) sudah hilang. Tidak ada lagi di tempat tidur. Sempat dicari-cari, ternyata gantung diri,” ungkap Kirana.


SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertahanan (DLHP) Kabupaten Klungkung I Komang Wijaya, 37, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri, Senin (28/9) sekitar pukul 02.00. Ia mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.

Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta menuturkan,  istri korban Ni Luh Yulianti sudah curiga dengan suaminya yang tidak ada di rumahnya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Semarapura Klod Kangin sekitar pukul 23.30. Ia bersama ayah korban melakukan pencarian di sekitar rumahnya. Sempat pula dicari di rumahnya di Jalan Rama, Semarapura, tetapi tidak ditemukan. Kemudian mereka berinisiatif masuk ke bangunan rumah yang belum selesai di depan rumah tinggalnya di Jalan Rama. Dengan bantuan lampu senter handpone, mereka melihat korban sudah meninggal dunia dalam kondisi tergantung. “Dari pemeriksaan luar oleh unit Identifikasi Polres Klungkung, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ciri-ciri murni korban gantung diri,” ujar Suparta.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLHP Kabupaten Klungkung AA Ngurah Kirana membenarkan bahwa stafnya meninggal gantung diri. Selama bekerja, Kirana mengakui memang ada gelagat aneh dari stafnya itu. Sejak beberapa tahun sering bengong. Informasi yang didapat bahwa yang bersangkutan mempunyai riwayat kelainan jiwa. Tetapi tetap nyambung kalau diajak komunikasi.

Dengan kondisi itu, pihaknya sengaja memberikan pekerjaan ringan, yaitu bagian administrasi. Tugasnya mengirim surat. Tugas dengan pertimbangan khusus diberikan dengan harapan tidak dijadikan beban oleh yang bersangkutan. “Kata keluarganya masih tidur  di rumahnya seperti biasa. Tapi tiba-tiba sekitar jam 12-an (malam) sudah hilang. Tidak ada lagi di tempat tidur. Sempat dicari-cari, ternyata gantung diri,” ungkap Kirana.


Most Read

Artikel Terbaru

/