alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Dinilai Cacat Prosedur, Jerinx Siapkan Eksepsi Sebanyak 25 Halaman

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sidang lanjutan kasus I Gede Ari Astina alias Jerinx akan dilaksanakan, Selasa (29/9) pukul 10.00 dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari pihak Jerinx.

Kuasa Hukum Jerinx I Wayan Gendo Suardana saat dikonfirmasi, Senin (28/8), menerangkan, pihaknya sedang mempersiapkan finalisasi surat nota keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kami masih dalam tahap finalisasi surat nota keberatan atau eksepsi yang disiapkan oleh tim penasehat hukum,” ungkap Gendo.

Dalam nota keberatan yang akan dibacakan langsung oleh Jerinx, pihak penasehat hukum mengaku sudah menyiapkan 25 halaman nota keberatan. “Nota keberatan kurang lebih ada 25 halaman. Itu yang akan dibacakan dalam persidangan,” ungkap Jerinx

Dalam sidang nanti, Jerinx akan membacakan nota keberatan terkait dakwaan yang diajukan oleh JPU yang dinilai oleh Jerinx banyak yang tidak berdasar. “Kami memohon kepada majelis hakim untuk membatalkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) karena tidak dapat diterima, atau setidak-tidaknya batal demi hukum,” ungkap Gendo.

Alasan Gendo meminta majelis hakim membatalkan dakwaan JPU, karena dinilai cacat. “Dakwaan JPU banyak mengandung kecacatan, seperti kecacatan prosedur maupun obscuur libeli atau dakwaan kabur,” bebernya.

Jaksa penuntut umum mendakwa Jerinx dengan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan Pasal 27 Ayat (3) UU ITE mengenai ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap satu golongan. Banyak pihak yang mengkritik penggunanaan pasal tersebut untuk menjerat Jerinx.

Sidang ketiga pentolan drummer SID tersebut rupanya masih digelar secara online. Hal tersebut terlihat dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Denpasar sudah membuat link online di Youtube mengenai persidangan Jerinx.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak majelis hakim dan Jerinx hingga saat ini masih menunggu fatwa Mahkamah Agung (MA) mengenai sidang tatap muka yang diajukan oleh penasehat hukum Jerinx. Mengenai perkembangan masalah fatwa MA tersebut, Gendo tidak memberikan jawaban apakah sudah ada keputusan atau belum dari MA.

Sebelumnya Gendo juga membandingkan sidang Jerinx dengan jaksa Pinangki yang bisa dilakukan dengan tatap muka, padahal menurut Gendo, jaksa Pinangki juga berstatus sebagai tahanan.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sidang lanjutan kasus I Gede Ari Astina alias Jerinx akan dilaksanakan, Selasa (29/9) pukul 10.00 dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari pihak Jerinx.

Kuasa Hukum Jerinx I Wayan Gendo Suardana saat dikonfirmasi, Senin (28/8), menerangkan, pihaknya sedang mempersiapkan finalisasi surat nota keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kami masih dalam tahap finalisasi surat nota keberatan atau eksepsi yang disiapkan oleh tim penasehat hukum,” ungkap Gendo.

Dalam nota keberatan yang akan dibacakan langsung oleh Jerinx, pihak penasehat hukum mengaku sudah menyiapkan 25 halaman nota keberatan. “Nota keberatan kurang lebih ada 25 halaman. Itu yang akan dibacakan dalam persidangan,” ungkap Jerinx

Dalam sidang nanti, Jerinx akan membacakan nota keberatan terkait dakwaan yang diajukan oleh JPU yang dinilai oleh Jerinx banyak yang tidak berdasar. “Kami memohon kepada majelis hakim untuk membatalkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) karena tidak dapat diterima, atau setidak-tidaknya batal demi hukum,” ungkap Gendo.

Alasan Gendo meminta majelis hakim membatalkan dakwaan JPU, karena dinilai cacat. “Dakwaan JPU banyak mengandung kecacatan, seperti kecacatan prosedur maupun obscuur libeli atau dakwaan kabur,” bebernya.

Jaksa penuntut umum mendakwa Jerinx dengan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan Pasal 27 Ayat (3) UU ITE mengenai ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap satu golongan. Banyak pihak yang mengkritik penggunanaan pasal tersebut untuk menjerat Jerinx.

Sidang ketiga pentolan drummer SID tersebut rupanya masih digelar secara online. Hal tersebut terlihat dari pihak Pengadilan Negeri (PN) Denpasar sudah membuat link online di Youtube mengenai persidangan Jerinx.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak majelis hakim dan Jerinx hingga saat ini masih menunggu fatwa Mahkamah Agung (MA) mengenai sidang tatap muka yang diajukan oleh penasehat hukum Jerinx. Mengenai perkembangan masalah fatwa MA tersebut, Gendo tidak memberikan jawaban apakah sudah ada keputusan atau belum dari MA.

Sebelumnya Gendo juga membandingkan sidang Jerinx dengan jaksa Pinangki yang bisa dilakukan dengan tatap muka, padahal menurut Gendo, jaksa Pinangki juga berstatus sebagai tahanan.


Most Read

Artikel Terbaru

/