alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Kerap Resahkan Masyarakat, Forkopimda Panggil Bandar Tajen 

SERIRIT, BALI EXPRESS-Pasca penggerebekan dan pembongkaran kalangan Tajen (arena judi sabung ayam) di Tangguwisia saat Hari Raya Kuningan lalu, Camat Seririt bersama Kapolsek dan Danramil gencarkan upaya pencegahan judi  tajen di wilayahnya.

Sejumlah bandar atau penyelenggara Tajen di wilayah kecamatan Seririt dipanggil dan dilarang untuk meyelenggarakan tajen. Pemanggilan itu dilakukan secara bergilir di Kantor Perbekel masing-masing, Senin (28/9).

Camat Seririt, Nyoman Agus Tri menjelaskan, pendekatan yang dilakukan kepada para bandar judi tajen itu sebenarnya sudah lama direncanakan bersama Kapolsek dan Danramil. Namun, diakuinya, personel di bawah masih mengumpulkan data dan informasi para bandar tersebut.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menghentikan judi Tajen di wilayah Seririt. Kami berusaha untuk melakukan pendekatan secara persuasif dulu kepada bandar atau penyelenggara Tajen,” terangnya.

Dikatakan Tri, ada belasan bandar tajen yang berhasil didata oleh personel Koramil dan Polsek Seririt di masing-masing desa. Nantinya, kegiatan yang mengedepankan prinsip persuasif ini, akan terus dilaksanakan sampai wilayah kecamatan Seririt benar-benar bebas dari judi Tajen.

Penghentian kegiatan Tajen ini menjadi tanggung jawab bersama, baik Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Perbekel, maupun Kelian Desa Adat. Oleh sebab itu, dalam pendekatan dengan para bandar judi ini, pihaknya sudah melibatkan Perbekel untuk ikut serta memberikan imbauan dan pembinaan kepada warganya.

“Nanti akan kami kumpulkan kembali Perbekel dan Kelian Desa Adat di Kecamatan Seririt. Karena masalah Tajen ini tidak bisa hanya ditangani oleh aparat TNI, Polri, dan Pol PP saja. Perlu peran pembinaan dari Perbekel dan Kelian Desa Adat. Karena Tajen itu kan dilaksanakan di wilayah desa adat setempat,” lanjutnya.

Dalam pendekatan yang dilaksanakan tersebut, Camat Agus Tri menambahkan, seluruh bandar tajen yang ditemui mengaku siap untuk melaksanakan instruksi penghentian kegiatan Tajen. “Semua mendukung, Perbekel dan bandar Tajen sudah sepakat tidak ada lagi,” tutup mantan Lurah Seririt ini.

Sebelumnya Polsek Seririt yang dipimpin Kapolsek Kompol Gede Juli bersama Kodim 1609/Buleleng, melakukan penggerebekan Tajen di Desa Tangguwisia dan Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Sabtu (26/9) bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

Khusus di Tangguiwisia, hasilnya nihil, mengingat judi Tajen belum sempat digelar. Sehingga perlengkapan judi Tajen langsung diberangus dan diamankan. Sedangkan saat penggerebekan di Desa Pangkungparuk, petugas gabungan berhasil membuat para bebotoh kalang kabut dan lari tunggang langgang untuk menghindari petugas. Hasilnya petugas hanya menyita lima ekor ayam aduan dan sebuah taji di lokasi. 

 


SERIRIT, BALI EXPRESS-Pasca penggerebekan dan pembongkaran kalangan Tajen (arena judi sabung ayam) di Tangguwisia saat Hari Raya Kuningan lalu, Camat Seririt bersama Kapolsek dan Danramil gencarkan upaya pencegahan judi  tajen di wilayahnya.

Sejumlah bandar atau penyelenggara Tajen di wilayah kecamatan Seririt dipanggil dan dilarang untuk meyelenggarakan tajen. Pemanggilan itu dilakukan secara bergilir di Kantor Perbekel masing-masing, Senin (28/9).

Camat Seririt, Nyoman Agus Tri menjelaskan, pendekatan yang dilakukan kepada para bandar judi tajen itu sebenarnya sudah lama direncanakan bersama Kapolsek dan Danramil. Namun, diakuinya, personel di bawah masih mengumpulkan data dan informasi para bandar tersebut.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menghentikan judi Tajen di wilayah Seririt. Kami berusaha untuk melakukan pendekatan secara persuasif dulu kepada bandar atau penyelenggara Tajen,” terangnya.

Dikatakan Tri, ada belasan bandar tajen yang berhasil didata oleh personel Koramil dan Polsek Seririt di masing-masing desa. Nantinya, kegiatan yang mengedepankan prinsip persuasif ini, akan terus dilaksanakan sampai wilayah kecamatan Seririt benar-benar bebas dari judi Tajen.

Penghentian kegiatan Tajen ini menjadi tanggung jawab bersama, baik Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Perbekel, maupun Kelian Desa Adat. Oleh sebab itu, dalam pendekatan dengan para bandar judi ini, pihaknya sudah melibatkan Perbekel untuk ikut serta memberikan imbauan dan pembinaan kepada warganya.

“Nanti akan kami kumpulkan kembali Perbekel dan Kelian Desa Adat di Kecamatan Seririt. Karena masalah Tajen ini tidak bisa hanya ditangani oleh aparat TNI, Polri, dan Pol PP saja. Perlu peran pembinaan dari Perbekel dan Kelian Desa Adat. Karena Tajen itu kan dilaksanakan di wilayah desa adat setempat,” lanjutnya.

Dalam pendekatan yang dilaksanakan tersebut, Camat Agus Tri menambahkan, seluruh bandar tajen yang ditemui mengaku siap untuk melaksanakan instruksi penghentian kegiatan Tajen. “Semua mendukung, Perbekel dan bandar Tajen sudah sepakat tidak ada lagi,” tutup mantan Lurah Seririt ini.

Sebelumnya Polsek Seririt yang dipimpin Kapolsek Kompol Gede Juli bersama Kodim 1609/Buleleng, melakukan penggerebekan Tajen di Desa Tangguwisia dan Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Sabtu (26/9) bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

Khusus di Tangguiwisia, hasilnya nihil, mengingat judi Tajen belum sempat digelar. Sehingga perlengkapan judi Tajen langsung diberangus dan diamankan. Sedangkan saat penggerebekan di Desa Pangkungparuk, petugas gabungan berhasil membuat para bebotoh kalang kabut dan lari tunggang langgang untuk menghindari petugas. Hasilnya petugas hanya menyita lima ekor ayam aduan dan sebuah taji di lokasi. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/