alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Pastikan Jumlah Pemilih, KPU dan Bawaslu Tabanan Kunjungi Lapas

TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan bersama Bawaslu Tabanan, terus menyisir potensi pemilih untuk difasilitasi hak pilihnya dalam Pilkada Tabanan 2020 mendatang. 

Tak terkecuali pemilih yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tabanan. Untuk kepentingan tersebut, KPU Tabanan bersama Bawaslu Tabanan dan jajaran melakukan koordinasi ke Lapas Tabanan, Senin (28/9).

Kedatangan Komisioner KPU Tabanan Divisi Perencanaan Data dan Informasi, I Ketut Sugina, didampingi Komisioner Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, diterima Kasi Bimnadik dan Giatja IGAP. Mahendra didampingi Kasub. Registrasi, I Wayan Sadiasa, karena Kalapas Tabanan sedang berada di luar daerah. 

Usai mengunjungi Lapas Tabanan, Ketut Sugina menjelaskan, kunjungannya ke Lapas Tabanan guna menindaklajuti SE KPU RI nomor 818/PL.01.1-SD/01/KPU/IX/2020 tertanggal 25 September 2020 tentang Perlindungan Hak Pilih bagi pemilih di Rumah Tahanan atau Lembaga Pemasyarakatan serta Persiapan Penetapan DPT (Daftar Pemilih Sementara). 

Menurutnya, pihaknya ingin memastikan berapa jumlah penghuni Lapas Tabanan yang ber- KTP Elektronik Tabanan, sehingga nantinya bisa diputuskan apakah akan membuat tempatvpemungutan suara (TPS) di dalam Lapas atau tidak. “Jadi kita pastikan dulu jumlahnya,” ujarnya.

Ditambahkannya, sesuai dengan SE 818, TPS dapat dibentuk di Lapas jika tidak bisa dilayani oleh TPS terdekat. Sehingga sebelum memutuskan membuat TPS di dalam Lapas, pihaknya ingin tahu secara detail berapa pemilih Tabanan yang sedang berada di Lapas Tabanan.

“Jika jumlahnya lumayan banyak, maka kita akan membuat TPS di Lapas, tapi jika jumlahnya sedikit, maka kami akan melayani pemilih Lapas dengan memanfaatkan TPS sekitar yang terdekat,” imbuhnya.

Hanya saja sejauh ini pihak Lapas belum bisa memberikan data detail, karena sedang proses pendataan. Tetapi, sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas Tabanan sekitar bulan Juni, sebelum Pilkada ditunda, dimana saat itu jumlah pemilih di Lapas sekitar 74 orang.

“Nah sekarang kita perlu update datanya lagi, apa tetap, ada pengurangan atau bahkan ada penambahan, sehingga kami bisa mendapatkan data real,” tandasnya.

Sementara itu, Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, mengatakan, pihaknya berusaha keras melindungi hak pilih setiap warga Tabanan dimanapun berada, termasuk di Lapas Tabanan. Maka dari itu, pihaknya juga ingin memastikan bahwa proses dan pendataan yang dilakukan KPU Tabanan berada di dalam aturan yang ada.

“Tugas kami memang mengawasi penyelenggaraan Pilkada agar berjalan di rel yang benar, dan memastikan setiap warga Negara yang ber KTP-El Tabanan tidak hilang haknya, artinya bisa difasilitasi,” tegas Narta.

Sedangkan Kasi Bimnadik dan Giatja Lapas Tabanan IGAP. Mahendra menyampaikan, akan memberikan data penghuni Lapas dalam waktu dekat ini.

“Data yang sempat diberikan ke KPU Tabanan dari 180-an pemilih Lapas sejumlah 74 orang adalah warga Tabanan, namun itu data per bulan Juni lalu, dan kami akan segera lakuan update data,” ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya berjanji dalam satu atau dua hari kedepan data itu sudah diserahkan ke KPU Tabanan untuk ditindaklanjuti. “Segera akan kami lakukan pendataan ulang, dalam satu atau dua hari kedepan datanya kami akan serahkan ke KPU Tabanan,” pungkas Mahendra. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan bersama Bawaslu Tabanan, terus menyisir potensi pemilih untuk difasilitasi hak pilihnya dalam Pilkada Tabanan 2020 mendatang. 

Tak terkecuali pemilih yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tabanan. Untuk kepentingan tersebut, KPU Tabanan bersama Bawaslu Tabanan dan jajaran melakukan koordinasi ke Lapas Tabanan, Senin (28/9).

Kedatangan Komisioner KPU Tabanan Divisi Perencanaan Data dan Informasi, I Ketut Sugina, didampingi Komisioner Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, diterima Kasi Bimnadik dan Giatja IGAP. Mahendra didampingi Kasub. Registrasi, I Wayan Sadiasa, karena Kalapas Tabanan sedang berada di luar daerah. 

Usai mengunjungi Lapas Tabanan, Ketut Sugina menjelaskan, kunjungannya ke Lapas Tabanan guna menindaklajuti SE KPU RI nomor 818/PL.01.1-SD/01/KPU/IX/2020 tertanggal 25 September 2020 tentang Perlindungan Hak Pilih bagi pemilih di Rumah Tahanan atau Lembaga Pemasyarakatan serta Persiapan Penetapan DPT (Daftar Pemilih Sementara). 

Menurutnya, pihaknya ingin memastikan berapa jumlah penghuni Lapas Tabanan yang ber- KTP Elektronik Tabanan, sehingga nantinya bisa diputuskan apakah akan membuat tempatvpemungutan suara (TPS) di dalam Lapas atau tidak. “Jadi kita pastikan dulu jumlahnya,” ujarnya.

Ditambahkannya, sesuai dengan SE 818, TPS dapat dibentuk di Lapas jika tidak bisa dilayani oleh TPS terdekat. Sehingga sebelum memutuskan membuat TPS di dalam Lapas, pihaknya ingin tahu secara detail berapa pemilih Tabanan yang sedang berada di Lapas Tabanan.

“Jika jumlahnya lumayan banyak, maka kita akan membuat TPS di Lapas, tapi jika jumlahnya sedikit, maka kami akan melayani pemilih Lapas dengan memanfaatkan TPS sekitar yang terdekat,” imbuhnya.

Hanya saja sejauh ini pihak Lapas belum bisa memberikan data detail, karena sedang proses pendataan. Tetapi, sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas Tabanan sekitar bulan Juni, sebelum Pilkada ditunda, dimana saat itu jumlah pemilih di Lapas sekitar 74 orang.

“Nah sekarang kita perlu update datanya lagi, apa tetap, ada pengurangan atau bahkan ada penambahan, sehingga kami bisa mendapatkan data real,” tandasnya.

Sementara itu, Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, mengatakan, pihaknya berusaha keras melindungi hak pilih setiap warga Tabanan dimanapun berada, termasuk di Lapas Tabanan. Maka dari itu, pihaknya juga ingin memastikan bahwa proses dan pendataan yang dilakukan KPU Tabanan berada di dalam aturan yang ada.

“Tugas kami memang mengawasi penyelenggaraan Pilkada agar berjalan di rel yang benar, dan memastikan setiap warga Negara yang ber KTP-El Tabanan tidak hilang haknya, artinya bisa difasilitasi,” tegas Narta.

Sedangkan Kasi Bimnadik dan Giatja Lapas Tabanan IGAP. Mahendra menyampaikan, akan memberikan data penghuni Lapas dalam waktu dekat ini.

“Data yang sempat diberikan ke KPU Tabanan dari 180-an pemilih Lapas sejumlah 74 orang adalah warga Tabanan, namun itu data per bulan Juni lalu, dan kami akan segera lakuan update data,” ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya berjanji dalam satu atau dua hari kedepan data itu sudah diserahkan ke KPU Tabanan untuk ditindaklanjuti. “Segera akan kami lakukan pendataan ulang, dalam satu atau dua hari kedepan datanya kami akan serahkan ke KPU Tabanan,” pungkas Mahendra. 


Most Read

Artikel Terbaru

/