Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Bantah Isu Bangkrut, LPD Bedulu Tunggu Hasil Audit LPLPD

28 September 2021, 13: 48: 07 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bantah Isu Bangkrut, LPD Bedulu Tunggu Hasil Audit LPLPD

Bendesa Adat Bedulu, Gusti Ngurah Serana. (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS  - Adanya informasi bahwa Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bedulu bangkrut dibantah oleh Bendesa Adat Bedulu. Sebab menurutnya hingga saat ini LPD tersebut dalam kondisi baik-baik saja, meskipun pada bulan Juni 2021 lalu sempat tutup kas.

“"LPD sampai saat ini masih operasi, dan masih berjalan,” ujar Bendesa Adat Bedulu, Gusti Ngurah Serana, Selasa (28/9).

Ditambahkannya jika akibat isu bangkrut yang berebar, banyak nasabah yang melakukan penarikan. Namun LPD masih berjalan seperti biasanya. “Setiap hari ada saja yang melakukan penarikan. Karena isu, nasabah semuanya narik,” imbuhnya.

Baca juga: Momen Akhir Tahun Jadi Tumpuan Tiga DTW di Tabanan

Atas kondisi tersebut, pihak LPD pun menyediakan kas setiap harinya untuk melayani nasabah, namun jumlahnya tergantung dari situasi. "Selama ini kami bayar pakai yang bayar kredit. Tetapi memang ada juga kredit yang macet," sambung pria yang juga anggota DPRD Tabanan tersebut.

Maka dari itu, untuk menunjukkan kepada nasabah dan masyarakat bahwa LPD Bedulu dalam keadaan baik-baik saja, kata dia saat ini pengurus sedang menunggu hasil audit dari Lembaga Pengawas LPD. Sebelumnya juga telah dilakukan rapat desa membahas perihal tersebut. “Audit dilakukan atas dasar rapat di desa, bersama pengurus dan masyarakat. Dimana hasil rapat, memohon kepada LPLPD untuk mengaudit keuangan di LPD Bedulu," sebutnya.

Dan saat ini , LPDP juga sedang berkoordinasi ke pusat. Menurutnya audit dilakukan untuk menjawab pertanyaan masyarakat perihal kondisi keuangan LPD Bedulu agar datanya valid. “Tetapi memang belum rampung karena dana besar, maka audit agak lama. Ini adalah cara menjawab pertanyaan masyarakat,” lanjut Serana.

Namun pihaknya tidak memungkiri jika pihak Kejaksaan Negeri Gianyar sempat mendatangi LPD Bedulu atas kondisi tersebut, sebab Kejari Gianyar ikut membina LPD Bedulu. "Kejaksaan memang ikut membina. Maka kejaksaan ikut mengambil tindakan atas adanya informasi ini. Tapi kita tunggu hasil audit,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa pada bulan Juni 2021 lalu nasabah LPD Bedulu tidak bisa melakukan penarikan uang dan LPD tersebut tutup kas karena tidak ada kas. Terkebih penarikan tabungan memang dibatasi karena di masa pandemi banyak yang menarik uang namun kredit macet.

(bx/ras/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia