alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Bule Rusia Terlibat Pemerasan Segera Diadili

DENPASAR, BALI EXPRESS – Evgenii Bagriantsev, 56, warga Rusia yang tersangkut kasus pemerasan dan pengancaman segera disidang di PN Denpasar. Pelaku beserta barang bukti tindak pidana, Kamis (28/10) dilimpahkan ke Kejari Badung. Dalam kasus ini, tersangka Evgenii disangka melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. “Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan dan dititipkan di Rutan Polda Bali,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung usai menerima pelimpahan berkas dari JPU Kejati Bali.

Maha Agung yang didampingi Kasi Intel dan Humas Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo menjelaskan kronologi kejahatan yang dilakukan tersangka. Awalnya pada 17 Februari 2021, tersangka bersama temannya Maxim Zhilitisov (DPO) mendatangi tempat kerja korban Nikolay Romanov di Jalan Batu Bolong, Banjar Canggu, Nomor 10, Kuta Utara, Badung.

Pada korban, tersangka yang engaku informan Interpol menyebut tempat usaha korban sedang dicari pihak kepolisian. “Apabila korban tidak mau bekerja sama, maka korban akan mendapat masalah karena bersokongkol dengan Dimitri Babaev,” ungkap Maha Agung.

Dalam kondisi ketakutan, korban akhirnya menuruti permintaan tersangka. Dia menyerahkan 21 unit sepeda motor milik Dimitri Babaev.  Keesokan harinya secara bertahap sepeda motor tersebut diambil oleh tersangka sampai tanggal 26 Maret 2021. Dua bulan kemudian, tepatnya pada 22 Mei 2021 tersangka kembali mengancam korban dengan mengatakan bahwa tempat usahanya bermasalah dan bisa di pidana penjara empat tahun serta denda Rp 400Juta.  “Tersangka lantas meminta uang sebesar Rp230 juta kepada korban,” imbuh Maha Agung.

Kali ini,korban tidak mau menuruti perintah tersangka dengan alasan tidak memiliki uang. Dikarenakan terus diancam, korban akhirnya menyerah dan mentransfer uang secara bertahap hingga totalnya mencapai Rp121Juta. Disamping itu, korban juga menyerahkan satu buah sepeda motor XMAX seharga 50Juta. Apabila ditotal secara keseluruhan, korban Nikolay mengalami kerugian  Rp171 juta.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Evgenii Bagriantsev, 56, warga Rusia yang tersangkut kasus pemerasan dan pengancaman segera disidang di PN Denpasar. Pelaku beserta barang bukti tindak pidana, Kamis (28/10) dilimpahkan ke Kejari Badung. Dalam kasus ini, tersangka Evgenii disangka melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. “Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan dan dititipkan di Rutan Polda Bali,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung usai menerima pelimpahan berkas dari JPU Kejati Bali.

Maha Agung yang didampingi Kasi Intel dan Humas Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo menjelaskan kronologi kejahatan yang dilakukan tersangka. Awalnya pada 17 Februari 2021, tersangka bersama temannya Maxim Zhilitisov (DPO) mendatangi tempat kerja korban Nikolay Romanov di Jalan Batu Bolong, Banjar Canggu, Nomor 10, Kuta Utara, Badung.

Pada korban, tersangka yang engaku informan Interpol menyebut tempat usaha korban sedang dicari pihak kepolisian. “Apabila korban tidak mau bekerja sama, maka korban akan mendapat masalah karena bersokongkol dengan Dimitri Babaev,” ungkap Maha Agung.

Dalam kondisi ketakutan, korban akhirnya menuruti permintaan tersangka. Dia menyerahkan 21 unit sepeda motor milik Dimitri Babaev.  Keesokan harinya secara bertahap sepeda motor tersebut diambil oleh tersangka sampai tanggal 26 Maret 2021. Dua bulan kemudian, tepatnya pada 22 Mei 2021 tersangka kembali mengancam korban dengan mengatakan bahwa tempat usahanya bermasalah dan bisa di pidana penjara empat tahun serta denda Rp 400Juta.  “Tersangka lantas meminta uang sebesar Rp230 juta kepada korban,” imbuh Maha Agung.

Kali ini,korban tidak mau menuruti perintah tersangka dengan alasan tidak memiliki uang. Dikarenakan terus diancam, korban akhirnya menyerah dan mentransfer uang secara bertahap hingga totalnya mencapai Rp121Juta. Disamping itu, korban juga menyerahkan satu buah sepeda motor XMAX seharga 50Juta. Apabila ditotal secara keseluruhan, korban Nikolay mengalami kerugian  Rp171 juta.


Most Read

Artikel Terbaru

/