26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Datang Rombongan, Scan PeduliLindungi Hanya Satu Orang

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Selain menyoroti adanya pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Bali, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menduga adanya modus pelanggaran penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Koordinator PPKM Jawa-Bali ini menilai kebanyakan rombongan yang mengunjungi obyek wisata dan restoran, yang melakukan scanning QR Code hanya satu orang. Bahkan pihaknya telah melakukan identifikasi di lapangan dan menemukan kecurangan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, pengawasan PeduliLindungi adalah kewajiban bagi pengelola usaha. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil semua pengelola bar dan restoran. “Sebenarnya besok akan ada pemanggilan dari Satpol PP Provinsi kepada pengelola bar dan restoran, tapi karena harus menerapkan prokes tidak semua dapat diundang,” ujar Suryanegara saat dikonfirmasi Kamis (28/10).

Menurutnya, dalam pemanggilan tersebut seluruh pengelola bar dan restoran akan di ingatkan kembali terkait penerapan prokes dan memperketat penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu pihaknya juga akan mengumpulkan para pengelola di setiap kecamatan, agar penyampaian informasi semakin intensif. “Rencananya kami akan memanggil secara maraton seluruh pengelola usaha di setiap Kecamatan, diawali dari Kuta Selatan, Kuta, dan Kuta Utara. Agar lebih efektif dan jarak lebih dekat,” ungkapnya.

Selama pandemi Covid-19, Suryanegara membeberkan, pihaknya terus melakukan pengawasan di seluruh pusat keramaian. Terutama saat adanya aplikasi PeduliLindungi tim Satpol PP Badung telah mengingatkan untuk memasang aplikasi tersebut di setiap usaha. “Kami setiap hari melakukan pengawasan, tentunya kami juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha untuk menyediakan QR Code PeduliLindungi,” bebernya. 

Lebih lanjut dirinya menambahkan, akan meminta di masing-masing usaha dan obyek wisata agar menugaskan satu orang sebagai Satgas Covid-19. Sehingga yang ditunjuk tersebut menjadi penanggung jawab prokes dan PeduliLindungi secara keseluruhan. “Dengan adanya pengawas dari masing-masing usaha maupun tempt wisata akan lebih mudah melakukan pengawasan. Mereka nantinya bertugas berkeliling untuk mengingatkan prokes. Kami akan percayakan kepada mereka, dan kami tetap melakukan pemantauan untuk meastikan sudah menerapkan prokes dan tugas mereka dijalankan dengan benar,” pungkasnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Selain menyoroti adanya pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Bali, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menduga adanya modus pelanggaran penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Koordinator PPKM Jawa-Bali ini menilai kebanyakan rombongan yang mengunjungi obyek wisata dan restoran, yang melakukan scanning QR Code hanya satu orang. Bahkan pihaknya telah melakukan identifikasi di lapangan dan menemukan kecurangan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, pengawasan PeduliLindungi adalah kewajiban bagi pengelola usaha. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil semua pengelola bar dan restoran. “Sebenarnya besok akan ada pemanggilan dari Satpol PP Provinsi kepada pengelola bar dan restoran, tapi karena harus menerapkan prokes tidak semua dapat diundang,” ujar Suryanegara saat dikonfirmasi Kamis (28/10).

Menurutnya, dalam pemanggilan tersebut seluruh pengelola bar dan restoran akan di ingatkan kembali terkait penerapan prokes dan memperketat penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu pihaknya juga akan mengumpulkan para pengelola di setiap kecamatan, agar penyampaian informasi semakin intensif. “Rencananya kami akan memanggil secara maraton seluruh pengelola usaha di setiap Kecamatan, diawali dari Kuta Selatan, Kuta, dan Kuta Utara. Agar lebih efektif dan jarak lebih dekat,” ungkapnya.

Selama pandemi Covid-19, Suryanegara membeberkan, pihaknya terus melakukan pengawasan di seluruh pusat keramaian. Terutama saat adanya aplikasi PeduliLindungi tim Satpol PP Badung telah mengingatkan untuk memasang aplikasi tersebut di setiap usaha. “Kami setiap hari melakukan pengawasan, tentunya kami juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha untuk menyediakan QR Code PeduliLindungi,” bebernya. 

Lebih lanjut dirinya menambahkan, akan meminta di masing-masing usaha dan obyek wisata agar menugaskan satu orang sebagai Satgas Covid-19. Sehingga yang ditunjuk tersebut menjadi penanggung jawab prokes dan PeduliLindungi secara keseluruhan. “Dengan adanya pengawas dari masing-masing usaha maupun tempt wisata akan lebih mudah melakukan pengawasan. Mereka nantinya bertugas berkeliling untuk mengingatkan prokes. Kami akan percayakan kepada mereka, dan kami tetap melakukan pemantauan untuk meastikan sudah menerapkan prokes dan tugas mereka dijalankan dengan benar,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru