alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Beli Enam Linting Ganja, Pedagang Asongan Diganjar 2,5 Tahun

BALI EXPRESS, DENPASAR – Lantaran membeli enam linting ganja, Eko Riyanto, 20, harus berhadapan dengan hukum. Oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, pemuda yang bekerja sebagai pedagang asongan ini diganjar dengan hukuman selama dua tahun enam bulan atau 2,5 tahun.

 

Hukuman tersebut ditetapkan majelis hakim yang dipimpin Hakim I Wayan Kawisada beberapa waktu lalu. Hakim menilai terdakwa terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika berupa ganja. Barang buktinya sebanyak enam linting dengan berat 1,39 gram.

 

Bagi hakim, perbuatannya tersebut dinilai memenuhi unsur pidana Pasal 127  ayat (1) huruf a dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  Pasien Tanpa Keluarga di RSUP Sanglah Akhirnya Pulang

 

Putusan itu sebetulnya lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi Ardika. Sebelumnya, jaksa menuntut agar Eko Riyanto dijatuhi hukuman selama tiga tahun dan empat bulan dikurangi masa penahanan sementara.

 

“Terdakwa menyesali perbuatan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Selain selama sidang bersifat sopan dan berterus terang mengakui perbuatannya. Karena itu kami dari majelis hakim meringankan hukumannya dari tuntutan,” jelas Hakim Kawisada, Senin (26/11).

 

Eko Riyanto sebelumnya ditangkap petugas kepolisian pada 13 Juni 2018 sore sekitar pukul 15.00. Saat itu, petugas kebetulan sedang melakukan penyelidikan terkait informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi peredaran gelap narkotika di wilayah Kuta.

Baca Juga :  ODGJ di Tabanan Bertambah 100 Orang Lebih Setahun

 

Dari hasil penelusuran, rupanya informasi itu mengarah kepada terdakwa. Penyelidikan itu berlanjut dengan penangkapan terhadap terdakwa beberapa saat setelah dirinya membeli enam linting ganja berupa biji dan daun kering.

 

Terdakwa ditangkap di tempat kosn saksi, Andie Rizky, di Jalan Taman Pancing Nomor 100X Pondok Kos Hijau Kamar Nomor 2, Banjar Gelogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan. Saat diinterogasi, dia mengaku membeli ganja tersebut seharga Rp 300 ribu untuk dipakai sendiri.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Lantaran membeli enam linting ganja, Eko Riyanto, 20, harus berhadapan dengan hukum. Oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, pemuda yang bekerja sebagai pedagang asongan ini diganjar dengan hukuman selama dua tahun enam bulan atau 2,5 tahun.

 

Hukuman tersebut ditetapkan majelis hakim yang dipimpin Hakim I Wayan Kawisada beberapa waktu lalu. Hakim menilai terdakwa terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika berupa ganja. Barang buktinya sebanyak enam linting dengan berat 1,39 gram.

 

Bagi hakim, perbuatannya tersebut dinilai memenuhi unsur pidana Pasal 127  ayat (1) huruf a dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  Kamera Canggih Mengintai, ETLE Dipasang di Simpang Buagan Denpasar

 

Putusan itu sebetulnya lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi Ardika. Sebelumnya, jaksa menuntut agar Eko Riyanto dijatuhi hukuman selama tiga tahun dan empat bulan dikurangi masa penahanan sementara.

 

“Terdakwa menyesali perbuatan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Selain selama sidang bersifat sopan dan berterus terang mengakui perbuatannya. Karena itu kami dari majelis hakim meringankan hukumannya dari tuntutan,” jelas Hakim Kawisada, Senin (26/11).

 

Eko Riyanto sebelumnya ditangkap petugas kepolisian pada 13 Juni 2018 sore sekitar pukul 15.00. Saat itu, petugas kebetulan sedang melakukan penyelidikan terkait informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi peredaran gelap narkotika di wilayah Kuta.

Baca Juga :  Mantan Driver Taxi Online Banting Stir Jadi Pengedar SS

 

Dari hasil penelusuran, rupanya informasi itu mengarah kepada terdakwa. Penyelidikan itu berlanjut dengan penangkapan terhadap terdakwa beberapa saat setelah dirinya membeli enam linting ganja berupa biji dan daun kering.

 

Terdakwa ditangkap di tempat kosn saksi, Andie Rizky, di Jalan Taman Pancing Nomor 100X Pondok Kos Hijau Kamar Nomor 2, Banjar Gelogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan. Saat diinterogasi, dia mengaku membeli ganja tersebut seharga Rp 300 ribu untuk dipakai sendiri.


Most Read

Artikel Terbaru

/