alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Bupati Giri Prasta Hadiri Ngenteg Linggih Pura Penghulun Sembung

BALI EXPRESS, MANGUPURA-Krama pengempon Pura Penghulun Banjar, Banjar Belang, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi melaksanakan karya mlaspas, mendem padagingan, ngenteg linggih, ‘Wraspati Kalpa’, Selasa (27/11). Karya ini dihadiri Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta bersama Anggota DPRD Badung, I Nyoman Satria, tokoh masyarakat IGN Kesuma Kelakan, dan I Bagus Alit Sucipta, Camat Mengwi IGN Gede Jaya Saputra, Perbekel Sembung I Made Karyana, Bendesa Adat Sembung I Gede Sindu Putra, Kelihan Adat dan Dinas se-Desa Sembung beserta tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta masimakrama dengan masyarakat pengempon pura, dilanjutkan dengan menyerahkan dana aci Rp 400 juta, serta menyerahkan punia pribadi. Anggota DPRD I Nyoman Satria, tokoh masyarakat IGN Kesuma Kelakan, dan I Bagus Alit Sucipta masing-masing Rp 5 juta, dilanjutkan dengan penandatangan prasati dan menghaturkan bakti di pura setempat. 

Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas terlaksananya karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa di Pura Penghulun Banjar. Menurutnya ini membuktikan masyarakat Banjar Belang Desa Sembung kompak dan bersatu. “Hal ini sangat sejalan dengan prioritas pembangunan di Badung dalam upaya melestarikan adat, agama, tradisi, seni dan budaya yang berlandaskan Tri Hita Karana,” ungkapnya.

Baca Juga :  Beruntung Kebakaran Bale Piasan Teratasi Cepat

Hadirnya pemerintah ditengah-tengah masyarakat, lanjutnya sebagai bukti bahwa pemerintah membantu meringankan beban masyarakat, seperti pembangunan pura maupun bantuan dana upakara, sehingga masyarakat tidak lagi mengeluarkan urunan maupun peson-peson. “Kami ingin meringankan beban pribadi dan beban komunal masyarakat. Beban pribadi seperti kesehatan, pendidikan dan pajak PBB gratis. Beban komunal itu yang disebut peson-peson, untuk pembangunan pura, odalan, beli gong, pembangunan wantilan maupun balai banjar. Kami yakin dengan beban yang kami sudah bantu, sehingga uang masyarakat dapat dikelola sendiri, dan sudah tentu ekonomi masyarakat akan naik dan kemiskinan akan menurun,” terangnya.

Manggala Karya, I Made Purwa Darminta mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Badung dan seluruh undangan yang telah menghadiri upacara tersebut. Rangkaian upacara ini, paparnya sudah dimulai sejak 15 November 2018 dengan upacara Matur Piuning dan Nanceb Surya. Pada 27 November dilaksanakan Tawur dan Mlaspas yang dipuput oleh Ida Pedanda Siwa Griya Gede Sembung, Ida Pedanda Buda Griya Tegal Jadi Tabanan, Ida Rsi Bhujangga Griya Anyar Sari Sembung. Dilanjutkan dengan upacara Melasti ke Segara Batu Bolong dan Mendak Agung pada 28 November. Puncak Karya Piodalan Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, lan Padudusan Alit jatuh pada Saniscara Kliwon Wariga, 1 Desember. “Dari Puncak karya, Ida bhatara akan nyejer selama enam hari, dilanjutkan dengan Upacara Nyegara Gunung pada Wraspati Kliwon Warigadean enam Desember nanti,” jelasnya.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Pimpin Apel Paripurna, Ajak Pegawai Tuntaskan RPJMD

Ditambahkan, sebelum upacara ini dilaksanakan, masyarakat Banjar Belang melakukan pembangunan di Pura Penghulun Banjar yang dimulai dari tahun 2015. Biaya yang dihabiskan lebih dari Rp 1,2 miliar, yang bersumber dari bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, APBDes dan urunan masyarakat Banjar Belang. “Sementara untuk upacara menghabiskan biaya kurang lebih Rp 500 juta,” tandas Purwa Darminta.


BALI EXPRESS, MANGUPURA-Krama pengempon Pura Penghulun Banjar, Banjar Belang, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi melaksanakan karya mlaspas, mendem padagingan, ngenteg linggih, ‘Wraspati Kalpa’, Selasa (27/11). Karya ini dihadiri Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta bersama Anggota DPRD Badung, I Nyoman Satria, tokoh masyarakat IGN Kesuma Kelakan, dan I Bagus Alit Sucipta, Camat Mengwi IGN Gede Jaya Saputra, Perbekel Sembung I Made Karyana, Bendesa Adat Sembung I Gede Sindu Putra, Kelihan Adat dan Dinas se-Desa Sembung beserta tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta masimakrama dengan masyarakat pengempon pura, dilanjutkan dengan menyerahkan dana aci Rp 400 juta, serta menyerahkan punia pribadi. Anggota DPRD I Nyoman Satria, tokoh masyarakat IGN Kesuma Kelakan, dan I Bagus Alit Sucipta masing-masing Rp 5 juta, dilanjutkan dengan penandatangan prasati dan menghaturkan bakti di pura setempat. 

Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas terlaksananya karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa di Pura Penghulun Banjar. Menurutnya ini membuktikan masyarakat Banjar Belang Desa Sembung kompak dan bersatu. “Hal ini sangat sejalan dengan prioritas pembangunan di Badung dalam upaya melestarikan adat, agama, tradisi, seni dan budaya yang berlandaskan Tri Hita Karana,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bodong, Puluhan Toko Modern Ditertibkan Satpol PP Badung

Hadirnya pemerintah ditengah-tengah masyarakat, lanjutnya sebagai bukti bahwa pemerintah membantu meringankan beban masyarakat, seperti pembangunan pura maupun bantuan dana upakara, sehingga masyarakat tidak lagi mengeluarkan urunan maupun peson-peson. “Kami ingin meringankan beban pribadi dan beban komunal masyarakat. Beban pribadi seperti kesehatan, pendidikan dan pajak PBB gratis. Beban komunal itu yang disebut peson-peson, untuk pembangunan pura, odalan, beli gong, pembangunan wantilan maupun balai banjar. Kami yakin dengan beban yang kami sudah bantu, sehingga uang masyarakat dapat dikelola sendiri, dan sudah tentu ekonomi masyarakat akan naik dan kemiskinan akan menurun,” terangnya.

Manggala Karya, I Made Purwa Darminta mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Badung dan seluruh undangan yang telah menghadiri upacara tersebut. Rangkaian upacara ini, paparnya sudah dimulai sejak 15 November 2018 dengan upacara Matur Piuning dan Nanceb Surya. Pada 27 November dilaksanakan Tawur dan Mlaspas yang dipuput oleh Ida Pedanda Siwa Griya Gede Sembung, Ida Pedanda Buda Griya Tegal Jadi Tabanan, Ida Rsi Bhujangga Griya Anyar Sari Sembung. Dilanjutkan dengan upacara Melasti ke Segara Batu Bolong dan Mendak Agung pada 28 November. Puncak Karya Piodalan Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, lan Padudusan Alit jatuh pada Saniscara Kliwon Wariga, 1 Desember. “Dari Puncak karya, Ida bhatara akan nyejer selama enam hari, dilanjutkan dengan Upacara Nyegara Gunung pada Wraspati Kliwon Warigadean enam Desember nanti,” jelasnya.

Baca Juga :  Buang Bekas Abu Memasak, Gudang Terbakar

Ditambahkan, sebelum upacara ini dilaksanakan, masyarakat Banjar Belang melakukan pembangunan di Pura Penghulun Banjar yang dimulai dari tahun 2015. Biaya yang dihabiskan lebih dari Rp 1,2 miliar, yang bersumber dari bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, APBDes dan urunan masyarakat Banjar Belang. “Sementara untuk upacara menghabiskan biaya kurang lebih Rp 500 juta,” tandas Purwa Darminta.


Most Read

Artikel Terbaru

/