alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Hampir Dua Tahun, Pembunuhan Bule Jerman Masih Misteri

BALI EXPRESS, TABANAN – Hampir dua tahun kasus penemuan mayat bule Jerman, Silke Braun, 55, masih belum menemui titik terang. Bahkan hingga tongkat kepemimpinan Kapolres Tabanan telah berganti, kasus tersebut masih saru gremeng. Padahal hingga saat ini publik masih terus menunggu hasil kerja pihak kepolisian atas kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, mayat Silke Braun ditemukan warga Banjar Tagtag, Desa Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan tersangkut di bebatuan aliran sungai Yeh Ho, Kamis, 26 Januari 2017 silam. Jenazah ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dengan luka robek pada kepala bagian kiri atas, lidah menjulur, rambut bagian depan yang sudah mulai hilang dan banyak lebam pada sekujur tubuh. Parahnya lagi tangan korban diikat ke depan menggunakan tali plastik berwarna biru dan kabel listrik tranparan. Tali plastik berwarna biru di pergelangan tangan korban tersebut kemudian diikatkan kembali pada paha sebelah kiri korban dan juga tersambung untuk mengikat pergelangan kaki korban dengan posisi kedua kaki tertekuk. Diduga kuat, bule ini merupakan korban pembunuhan.

Baca Juga :  Lapas Tabanan Bangun Blok Khusus Lansia dan Disabilitas

Sebelumnya, korban dilaporkan menghilang sejak tanggal 22 Januari 2017 oleh dua orang pria yang mengaku anak angkat dan saudaranya. Korban bersama dua orang pria tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan di Banjar Kutabali, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan sejak tahun 2016.

Salah seorang sumber di lapangan, Selasa (27/11) menyebutkan, publik hingga saat ini masih menanti perkembangan kasus tersebut, terutama masyarakat di Banjar Kutabali yang mengenal korban. Sayangnya, pihak kepolisian terkesan tertutup, meskipun ia menyebutkan beberapa orang petugas polisi berpakaian sipil masih sering menyambangi vila yang tengah dibangun korban saat ia ditemukan menjadi mayat. “Sekarang dua orang teman dekat korban yang sempat diajak tinggal satu kontrakan sudah pindah dari tempat itu, tetapi belum ada perkembangan yang signifikan dalam kasus tersebut. Kalau begini polisi gagal mengungkapnya,” ujar sumber yang enggan dikorankan namanya tersebut.

Baca Juga :  Dongkrak PAD, Herry Angligan Bagi Resep ke DPRD Gianyar

Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa memilih bungkam saat hendak dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut. “Tanya langsung sama Kasatreskrim ya,” ujarnya singkat.

Sayangnya, Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya juga enggan berkomentar dan tidak membalas Whatsapp saat hendak dikonfirmasi.


BALI EXPRESS, TABANAN – Hampir dua tahun kasus penemuan mayat bule Jerman, Silke Braun, 55, masih belum menemui titik terang. Bahkan hingga tongkat kepemimpinan Kapolres Tabanan telah berganti, kasus tersebut masih saru gremeng. Padahal hingga saat ini publik masih terus menunggu hasil kerja pihak kepolisian atas kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, mayat Silke Braun ditemukan warga Banjar Tagtag, Desa Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan tersangkut di bebatuan aliran sungai Yeh Ho, Kamis, 26 Januari 2017 silam. Jenazah ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dengan luka robek pada kepala bagian kiri atas, lidah menjulur, rambut bagian depan yang sudah mulai hilang dan banyak lebam pada sekujur tubuh. Parahnya lagi tangan korban diikat ke depan menggunakan tali plastik berwarna biru dan kabel listrik tranparan. Tali plastik berwarna biru di pergelangan tangan korban tersebut kemudian diikatkan kembali pada paha sebelah kiri korban dan juga tersambung untuk mengikat pergelangan kaki korban dengan posisi kedua kaki tertekuk. Diduga kuat, bule ini merupakan korban pembunuhan.

Baca Juga :  Lapas Tabanan Bangun Blok Khusus Lansia dan Disabilitas

Sebelumnya, korban dilaporkan menghilang sejak tanggal 22 Januari 2017 oleh dua orang pria yang mengaku anak angkat dan saudaranya. Korban bersama dua orang pria tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan di Banjar Kutabali, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan sejak tahun 2016.

Salah seorang sumber di lapangan, Selasa (27/11) menyebutkan, publik hingga saat ini masih menanti perkembangan kasus tersebut, terutama masyarakat di Banjar Kutabali yang mengenal korban. Sayangnya, pihak kepolisian terkesan tertutup, meskipun ia menyebutkan beberapa orang petugas polisi berpakaian sipil masih sering menyambangi vila yang tengah dibangun korban saat ia ditemukan menjadi mayat. “Sekarang dua orang teman dekat korban yang sempat diajak tinggal satu kontrakan sudah pindah dari tempat itu, tetapi belum ada perkembangan yang signifikan dalam kasus tersebut. Kalau begini polisi gagal mengungkapnya,” ujar sumber yang enggan dikorankan namanya tersebut.

Baca Juga :  Tabanan Putuskan Tunda Pembelajaran Tatap Muka Hingga Maret 2021

Sementara itu, Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa memilih bungkam saat hendak dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut. “Tanya langsung sama Kasatreskrim ya,” ujarnya singkat.

Sayangnya, Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya juga enggan berkomentar dan tidak membalas Whatsapp saat hendak dikonfirmasi.


Most Read

Artikel Terbaru

/