alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Satpol PP Denpasar Bongkar Papan Reklame Ilegal

BALI EXPRESS, DENPASAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar bersama Tim Yustisi yang terdiri atas TNI-Polri  kembali membongkar papan reklame bodong. Kegiatan itu dilakukan pada pertigaan Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selasa kemarin (27/11). Pembongkaran tersebut  dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Satpol PP Denpasar Gede Sudana.

 

Dia menjelaskan, pembongkaran papan reklame ini dilakukan karena tidak mengantongi izin. Selain itu pembongkaran  dilakukan karena papan reklama tersebut sangat mengganggu ketertiban umum, dan membuat wajah kota sembrawut. “Makanya kami secara berlanjut melakukan pembongkaran papan reklame, khususnya yang tidak memiliki izin maupun izinnya yang sudah kadarluwarsa,”  jelasnya.

Baca Juga :  Soal Pembunuhan Suarningsih, Begini Pengakuan Pihak Keluarga

 

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Denpasar juga telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 3 tahun 2014 tentang Penataan Reklame. Dimana dalam Perda itu sudah diatur titik penempatan reklame. Dengan demikian maka setiap persimpangan harus bebas dari papan reklame. Tim gabungan tersebut juga dikatakan akan terus melakukan penertiban. Sedangkan untuk papan reklame yang sudah terlanjur mendapatkan izin, pihaknya akan melakukan peninjauan kembali.

 

Di samping itu ia mengatakan sebelum melakukan pembongkaran reklame, pihaknya telah memberikan surat pemberitahuan pembongkaran kepada pemilik. Tujuannya, agar komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik. Jika sudah memberikan surat pemberitahuan dan tidak ditanggapi baru pihaknya melakukan pembongkaran secara paksa.

Baca Juga :  Dua Pengedar Togel di Tejakula Diringkus

 

“Saya harapkan masyarakat untuk mentaati peraturan daerah Kota Denpasar, seperti halnya tertib bersama dalam penataan wajah kota. Kalau ada papan reklame tanpa izin agar segera melaporkan ke Satpol PP Denpasar atau dinas terkait,” tandas Sudana.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar bersama Tim Yustisi yang terdiri atas TNI-Polri  kembali membongkar papan reklame bodong. Kegiatan itu dilakukan pada pertigaan Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selasa kemarin (27/11). Pembongkaran tersebut  dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Satpol PP Denpasar Gede Sudana.

 

Dia menjelaskan, pembongkaran papan reklame ini dilakukan karena tidak mengantongi izin. Selain itu pembongkaran  dilakukan karena papan reklama tersebut sangat mengganggu ketertiban umum, dan membuat wajah kota sembrawut. “Makanya kami secara berlanjut melakukan pembongkaran papan reklame, khususnya yang tidak memiliki izin maupun izinnya yang sudah kadarluwarsa,”  jelasnya.

Baca Juga :  Membangun 28 Ribu Lebih Bedah Rumah untuk Warga Miskin

 

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Denpasar juga telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 3 tahun 2014 tentang Penataan Reklame. Dimana dalam Perda itu sudah diatur titik penempatan reklame. Dengan demikian maka setiap persimpangan harus bebas dari papan reklame. Tim gabungan tersebut juga dikatakan akan terus melakukan penertiban. Sedangkan untuk papan reklame yang sudah terlanjur mendapatkan izin, pihaknya akan melakukan peninjauan kembali.

 

Di samping itu ia mengatakan sebelum melakukan pembongkaran reklame, pihaknya telah memberikan surat pemberitahuan pembongkaran kepada pemilik. Tujuannya, agar komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik. Jika sudah memberikan surat pemberitahuan dan tidak ditanggapi baru pihaknya melakukan pembongkaran secara paksa.

Baca Juga :  RSUD Wangaya Siagakan Empat Ruang Isolasi untuk Covid-19

 

“Saya harapkan masyarakat untuk mentaati peraturan daerah Kota Denpasar, seperti halnya tertib bersama dalam penataan wajah kota. Kalau ada papan reklame tanpa izin agar segera melaporkan ke Satpol PP Denpasar atau dinas terkait,” tandas Sudana.


Most Read

Artikel Terbaru

/