alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Heboh Perkawinan Gde Sukarada – Laksmi, Ini Penjelasan Ortunya

BULELENG, BALI EXPRESS – Belakangan lini media sosial ramai dengan dengan acara pawiwahan Gede Sukrada pria asal Desa Anturan, Kecamatan Buleleng dengan Laksmi menjadi pembicaraan hangat netizen.

Banyak yang menyambut gembira pernikahan sejoli ini yang mendadak menghebohkan publik. Namun Tidak sedikit pula yang penasaran akan kebenaran perkawinan ini.

Nama Gede Sukrada kembali hangat jadi perbincangan. Pria asal Banjar Munduk, Desa Anturan ini dikabarkan menikah dengan seorang gadis bernama Ni Luh Laksmi. Bahkan, sejumlah foto-foto prawedingnya Sukrada dan Laksmi pun ramai di media sosial FB musisi asal Buleleng, Ketut Agus Suadnyana alias Jem Tattoo.

Netizen yang notabene fans Gede Sukrada pun dibuat penasaran bukan kepalang. Pasalnya mereka dibuat bertanya-tanya, apakah perkawinan itu benar adanya atau hanya sebatas konten. Tidak sedikit juga netizen berharap jika Gede Sukrada benar menikah dengan Laksmi.

Namun, pada Minggu (28/11) kembali bermunculan video dan foto-foto Sukrada dan Laksmi di lini Facebook Jem Tattoo saat melangsungkan upacara pernikahan di rumahnya Sukrada, Banjar Munduk. Perkawinan itupun disaksikan langsung oleh kedua orang tua Gede Sukrada, Gede Manik, 90 dan I Ketut Nariasih, 80.

Dalam video yang tayang di akun Youtbenya Jem Tattoo, terlihat seorang lelaki menjadi penganter acara perkawinannya. Sukrada juga sempat berbicara kepada Laksmi menanyakan keseriusannya menjadi pendamping dalam hidupnya.

“Saje nyai demen jak awake, diolas gati de nyai de memitra. Kanggoang nah, awake anak pegat-pegatan. De nyai galak-galak jak awake. Aku cinta kamu Laksmi. (Benar kamu suka sama saya. Mohon nanti jangan selingkuh. Maklumi saya. Jangan suka marah)” sembari tertawa.

Dalam video itupun Laksmi menjawab. “De sumanang saye ajak tiang. Pengalaman ane pidan ento kal anggo pelajahan. Apang lebih baik kedepane iraga ajak dadua. Tiang seken demen sareng ragane. Dije metepuk, uli pidan demen, tiang ane nawang. Pamuputne tiang seken demen sareng ragane, (Jangan ragu sama saya. Pengalaman dulu dijadikan pelajaran. Biar lebih baik kedepannya. Saya serius cinta sama Sukrada. Dimana ketemu, biar saya yang tahu. Intinya saya serius cinta sama Sukrada.” jawab Laksmi

Baca Juga :  Banjar Tegeh Sari Jadi Banjar Berseri Astra

Rasa penasaran netizen ditanggapi oleh Jem Tattoo yang dalam wall FB-nya, menulis: “Mereka boleh saja tidak setuju dan mereka boleh saja mencegah kalian bersatu. Tapi jika alam berkehendak menyatukan kalian, mereka bisa apa? ‘ingat mereka bukan tuhan, yang punya kuasa untuk menentukan segalanya. Sah jangan banyak protes, ..!!selamat ya gede sukrada & laksmi..astungkara sampun labda karya,” tulis Jem Tattoo.

Bali Express (Jawa Pos Group) pun mencoba menelusuri kebenaran info tersebut. Salah satunya dari Perbekel Anturan, I Ketut Soka. Ia pun mengaku tidak mengetahui perkawinan warganya tersebut.

“Belum tahu tiang. Kalau ada warga menikah biasanya mengundang prajuru, minimal kelian Banjarnya tahu. Tadi tiang cek ke Kelian Banjar Munduk katanya sih tidak ada (orang kawin, Red),” singkat Perbekel Ketut Soka.

Hingga akhirnya orang tua Sukrada pun angkat bicara. Menurutnya, acara perkawinan anaknya lebih ke untuk konten hiburan. Apalagi Sukrada memang sudah sering diajak membuat konten sama Jem Tattoo.

“Anak sing nganten pak. Anak anggo hiburan. Ne anak ceritaane dogen, Ngae banten ceritane dogen. Bantene tuah ketipat ajak canang. Acarane di jumaan meten laku. Yen saje kan ngundang prajuru, masang taring (Tidak menikah pak. Cuma untuk hiburan. Diceritakan saja. Buat banten ceritanya saja. Bantennya Tipat Canang, acaranya di dalam rumah. Kalau menikah kan mengundang prajuru, memasang tenda,” singkat Ibu Sukrada, Ketut Nariasih.

BULELENG, BALI EXPRESS – Belakangan lini media sosial ramai dengan dengan acara pawiwahan Gede Sukrada pria asal Desa Anturan, Kecamatan Buleleng dengan Laksmi menjadi pembicaraan hangat netizen.

Banyak yang menyambut gembira pernikahan sejoli ini yang mendadak menghebohkan publik. Namun Tidak sedikit pula yang penasaran akan kebenaran perkawinan ini.

Nama Gede Sukrada kembali hangat jadi perbincangan. Pria asal Banjar Munduk, Desa Anturan ini dikabarkan menikah dengan seorang gadis bernama Ni Luh Laksmi. Bahkan, sejumlah foto-foto prawedingnya Sukrada dan Laksmi pun ramai di media sosial FB musisi asal Buleleng, Ketut Agus Suadnyana alias Jem Tattoo.

Netizen yang notabene fans Gede Sukrada pun dibuat penasaran bukan kepalang. Pasalnya mereka dibuat bertanya-tanya, apakah perkawinan itu benar adanya atau hanya sebatas konten. Tidak sedikit juga netizen berharap jika Gede Sukrada benar menikah dengan Laksmi.

Namun, pada Minggu (28/11) kembali bermunculan video dan foto-foto Sukrada dan Laksmi di lini Facebook Jem Tattoo saat melangsungkan upacara pernikahan di rumahnya Sukrada, Banjar Munduk. Perkawinan itupun disaksikan langsung oleh kedua orang tua Gede Sukrada, Gede Manik, 90 dan I Ketut Nariasih, 80.

Dalam video yang tayang di akun Youtbenya Jem Tattoo, terlihat seorang lelaki menjadi penganter acara perkawinannya. Sukrada juga sempat berbicara kepada Laksmi menanyakan keseriusannya menjadi pendamping dalam hidupnya.

“Saje nyai demen jak awake, diolas gati de nyai de memitra. Kanggoang nah, awake anak pegat-pegatan. De nyai galak-galak jak awake. Aku cinta kamu Laksmi. (Benar kamu suka sama saya. Mohon nanti jangan selingkuh. Maklumi saya. Jangan suka marah)” sembari tertawa.

Dalam video itupun Laksmi menjawab. “De sumanang saye ajak tiang. Pengalaman ane pidan ento kal anggo pelajahan. Apang lebih baik kedepane iraga ajak dadua. Tiang seken demen sareng ragane. Dije metepuk, uli pidan demen, tiang ane nawang. Pamuputne tiang seken demen sareng ragane, (Jangan ragu sama saya. Pengalaman dulu dijadikan pelajaran. Biar lebih baik kedepannya. Saya serius cinta sama Sukrada. Dimana ketemu, biar saya yang tahu. Intinya saya serius cinta sama Sukrada.” jawab Laksmi

Baca Juga :  Sidak Masker di Batubulan, 5 Orang Didenda, 8 Ditegur

Rasa penasaran netizen ditanggapi oleh Jem Tattoo yang dalam wall FB-nya, menulis: “Mereka boleh saja tidak setuju dan mereka boleh saja mencegah kalian bersatu. Tapi jika alam berkehendak menyatukan kalian, mereka bisa apa? ‘ingat mereka bukan tuhan, yang punya kuasa untuk menentukan segalanya. Sah jangan banyak protes, ..!!selamat ya gede sukrada & laksmi..astungkara sampun labda karya,” tulis Jem Tattoo.

Bali Express (Jawa Pos Group) pun mencoba menelusuri kebenaran info tersebut. Salah satunya dari Perbekel Anturan, I Ketut Soka. Ia pun mengaku tidak mengetahui perkawinan warganya tersebut.

“Belum tahu tiang. Kalau ada warga menikah biasanya mengundang prajuru, minimal kelian Banjarnya tahu. Tadi tiang cek ke Kelian Banjar Munduk katanya sih tidak ada (orang kawin, Red),” singkat Perbekel Ketut Soka.

Hingga akhirnya orang tua Sukrada pun angkat bicara. Menurutnya, acara perkawinan anaknya lebih ke untuk konten hiburan. Apalagi Sukrada memang sudah sering diajak membuat konten sama Jem Tattoo.

“Anak sing nganten pak. Anak anggo hiburan. Ne anak ceritaane dogen, Ngae banten ceritane dogen. Bantene tuah ketipat ajak canang. Acarane di jumaan meten laku. Yen saje kan ngundang prajuru, masang taring (Tidak menikah pak. Cuma untuk hiburan. Diceritakan saja. Buat banten ceritanya saja. Bantennya Tipat Canang, acaranya di dalam rumah. Kalau menikah kan mengundang prajuru, memasang tenda,” singkat Ibu Sukrada, Ketut Nariasih.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru