28.7 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Sebanyak 96 Lembaga Siaran Belum Ditegur, Dominan Dibina

DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali akan menggelar anugerah penyiaran 2022 pada Rabu (30/11) besok. Lembaga yang bertugas mengawasi hingga menegur lembaga penyiaran ini mengambil tema pulih bersama melalui penyiaran sehat dan bermartabat dalam kegiatan tersebut.

 

Ketua Panitia Anugerah Penyiaran Bali 2022, I.G.A.G.A Widiana Kepakisan, yang juga sebagai Komisioner KPID Bali menjelaskan terdapat 66 stasiun radio yang terdaftar di Bali. Serta sebanyak 30 televisi yang terdaftar bersiaran di Bali. Lembaga penyiaran tersebut akan dinilai dan dipilih dalam tiga besar, baik di radio maupun televisi yang diumumkan dalam malam penganugerahan tersebut.

 

“Namun jumlah peserta yang berpartisipasi dalam anugerah penyiaran ini sebanyak 33 karya atau materi dari lembaga penyiaran radio. Sedangkan dari televisi ada 14 materi,” jelasnya, Senin (28/11).

 

Penilaian dalam anugerah tersebut dari lembaga penyiaran radio salah satunya adalah program acara berita terbaik, iklan layanan masyarakat, program acara anak radio terbaik, penyiar radio terbaik, program acara berbahasa Bali radio terbaik dan penyiar radio berbahasa Bali terbaik.

 

Sementara di televisi, juga terdapat kategori acara berita televisi terbaik, pemandu acara televisi terbaik, program televisi dokumenter terbaik. Program iklan layanan masyarakat televisi terbaik, penyiar berita televisi terbaik, program acara anak televisi terbaik dan program acara televisi berbahasa Bali terbaik.

 

“Jumlah materi yang dinilai oleh dewan juri sebanyak 245 karya, dari radio 178 karya dan 67 dari televisi. Karena dari satu lembaga penyiaran bisa mengirimkan 3 materi yang akan dinilai,” imbuh Widiana.

 

Dalam penganugerahan tersebut melibatkan dewan juri yang dipilih dari unsur akademisi, budayawan, ahli bahasa, praktisi radio dan praktisi televisi.

 

“Puncak acara malam penganugerahan akan diselenggarakan pada Rabu 30 November 2022. Bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Denpasar,” imbuhnya.

 

Sebanyak 66 radio dan 30 televisi yang ada di Bali sebagian diantaranya dikatakan persyaratan siaran. Sehingga pihaknya selaku KPID berkewajiban untuk mengawasi, membina dan melakukan koordinasi.

 

“Sejak setahun lebih kami menjabat sampai sekarang, belum ada teguran terhadap lembaga penyiaran. Lebih dominan pembinaan dan koordinasi,” tandas Widiana.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali akan menggelar anugerah penyiaran 2022 pada Rabu (30/11) besok. Lembaga yang bertugas mengawasi hingga menegur lembaga penyiaran ini mengambil tema pulih bersama melalui penyiaran sehat dan bermartabat dalam kegiatan tersebut.

 

Ketua Panitia Anugerah Penyiaran Bali 2022, I.G.A.G.A Widiana Kepakisan, yang juga sebagai Komisioner KPID Bali menjelaskan terdapat 66 stasiun radio yang terdaftar di Bali. Serta sebanyak 30 televisi yang terdaftar bersiaran di Bali. Lembaga penyiaran tersebut akan dinilai dan dipilih dalam tiga besar, baik di radio maupun televisi yang diumumkan dalam malam penganugerahan tersebut.

 

“Namun jumlah peserta yang berpartisipasi dalam anugerah penyiaran ini sebanyak 33 karya atau materi dari lembaga penyiaran radio. Sedangkan dari televisi ada 14 materi,” jelasnya, Senin (28/11).

 

Penilaian dalam anugerah tersebut dari lembaga penyiaran radio salah satunya adalah program acara berita terbaik, iklan layanan masyarakat, program acara anak radio terbaik, penyiar radio terbaik, program acara berbahasa Bali radio terbaik dan penyiar radio berbahasa Bali terbaik.

 

Sementara di televisi, juga terdapat kategori acara berita televisi terbaik, pemandu acara televisi terbaik, program televisi dokumenter terbaik. Program iklan layanan masyarakat televisi terbaik, penyiar berita televisi terbaik, program acara anak televisi terbaik dan program acara televisi berbahasa Bali terbaik.

 

“Jumlah materi yang dinilai oleh dewan juri sebanyak 245 karya, dari radio 178 karya dan 67 dari televisi. Karena dari satu lembaga penyiaran bisa mengirimkan 3 materi yang akan dinilai,” imbuh Widiana.

 

Dalam penganugerahan tersebut melibatkan dewan juri yang dipilih dari unsur akademisi, budayawan, ahli bahasa, praktisi radio dan praktisi televisi.

 

“Puncak acara malam penganugerahan akan diselenggarakan pada Rabu 30 November 2022. Bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Denpasar,” imbuhnya.

 

Sebanyak 66 radio dan 30 televisi yang ada di Bali sebagian diantaranya dikatakan persyaratan siaran. Sehingga pihaknya selaku KPID berkewajiban untuk mengawasi, membina dan melakukan koordinasi.

 

“Sejak setahun lebih kami menjabat sampai sekarang, belum ada teguran terhadap lembaga penyiaran. Lebih dominan pembinaan dan koordinasi,” tandas Widiana.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru