alexametrics
30.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Profesor Robot Asal Darmasaba Alumnus Liverpool John Moores University

BADUNG, BALI EXPRESS – Bali punya orang hebat. Dia adalah I Prof. Wayan Widhiada ST, M.Sc., Ph.D., dosen tetap di Program Studi Teknik Mesin, fakultas Teknik  Universita Udayana. Lebih lanjut Prof. Widhiada menjelaskan, ia menamatkan pendidikan S2 dan S3 di Liverpool John Moores University, Inggris pada tahun 2012, dan kembali aktif mengajar pada awal tahun 2013. “Saya alumni Liverpool John Moores University, Inggris dan kembali mengajar pada tahun 2013,” jelas Profesor asal Banjar Bucu, Darmasaba ini.

Hingga saat ini, pihaknya telah memiliki 15 projek riset tingkat Universitas maupun nasional  yang dibiayai  oleh kemenristekdikti maupun Universitas Udayana. Dari sekian banyak riset yang dilakukan, salah satunya Bionic Robot Hand yang menyerupai tangan manusia. Robot tangan mirip film Robocop ini difungsikan untuk membantu aktivitas penyandang disabilitas. Bionic Robot Hand telah melalui berbagai riset.

Namun untuk menyempurnakan produk yang dihasilkan, pada tahun 2019, Prof. Widihiada kembali melakukan riset dengan mengaplikasikan control kecerdasan dan Fuzzy Logic untuk meningakatkan performa robot. Tak cukup sampai di sana, tahun 2020, Prof. Widhiada melakukan riset dengan mengaplikasikan Hybrid Control  yaitu penggabungan control konvensional dan Puzzy Logic.

Selain membuat robot tangan dan kaki, Penelitian ketiga yang dilaksanakan, adalah membuat korsi roda otomatis. Dari kursi roda ini memang terlihat mirip dengan yang lainnya. Hanya saja penggeraknya menggunakan robot. “Dengan adanya kursi roda ini para penyandang disabilitas dapat lebih mudah beraktifitas. Tidak perlu ada yang membantu mendorong,” katanya.

Menurutnya, penggerak kursi roda ini menggunakan joystick. Pengguna kursi roda juga lebih efisiensi dalam menggunakan tenaga. “Sebenarnya kursi ini bisa dibuat otomatis, tapi kami masih menggunakan penggerak joystick. Dari joystick ini bisa mengatur gerakan kursi roda. Jadi dapat mengurangi beban, sehingga mereka dapat beraktivitas sendiri,” ujarnya.

Kedepannya, kursi roda ini akan dibuat lebih tepat guna. Penggerak kursi roda akan menggunakan autonomos dengan menggunakan konsep deep learning. “Jadi tanpa joystick lagi, pengguna dapat menggerakkan kursi roda dengan menggerakkan badan maju, mundur, atau ke kanan dan ke kiri,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki riset tentang inkubator bayi. Inkubator bayi ini dibuat khusus untuk bayi prematur. Pasalnya, bayi prematur ini memerlukan kehangatan selama beberapa jam maupun hari.

“Inkubator ini akan lebih murah dari yang lainnya, kami akan sewakan kepada pasangan suami istri yang memiliki bayi prematur. Jadi mereka tidak perlu membeli, cukup sewa setelah dipakai bisa dikembalikan,” paparnya.

Hasil dari riset inkubator ini, menunjukkan dapat menjaga kestabilan suhu dalam waktu yang cepat. Tentunya hal ini dibantu dengan kecerdasan pasilogik. “Inkubator ini juga dapat mencegah adanya kecelakaan seperti bayi gosong. Karena kami sudah atur sesuai temperatur yang diperlukan, dan stabil,” katanya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Widhiada ternyata juga telah menciptakan robot yang mempermudah kerja tenaga kesehatan. Robot tersebut bernama Ratna 00 dan Ratna 01. “Robot Ratna 00 sudah disumbangkan kepada RS PTN Unud. Robot ini digunakan oleh para nakes untuk membantu membawakan logistik, obat, termasuk mengukur tekanan darah, dan tensi. Kemudian robot ini juga bisa berkomunikasi jarak jauh,” ungkapnya.

Akan tetapi robot Ratna 00 dan 01 ini masih menggunakan operator dalam membantu pengoperasiannya. Tetapi untuk kedepannya ia akan membuat Ranta 02 dengan sistem full autonomous. “Artinya robot ini akan bisa bergerak sendiri hanya dibantu operator di satu ruangan saja, tanpa perlu mendampingi robot tersebut. Sehingga robot ini dapat meminimalisir penularan Covid-19,” jelasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Bali punya orang hebat. Dia adalah I Prof. Wayan Widhiada ST, M.Sc., Ph.D., dosen tetap di Program Studi Teknik Mesin, fakultas Teknik  Universita Udayana. Lebih lanjut Prof. Widhiada menjelaskan, ia menamatkan pendidikan S2 dan S3 di Liverpool John Moores University, Inggris pada tahun 2012, dan kembali aktif mengajar pada awal tahun 2013. “Saya alumni Liverpool John Moores University, Inggris dan kembali mengajar pada tahun 2013,” jelas Profesor asal Banjar Bucu, Darmasaba ini.

Hingga saat ini, pihaknya telah memiliki 15 projek riset tingkat Universitas maupun nasional  yang dibiayai  oleh kemenristekdikti maupun Universitas Udayana. Dari sekian banyak riset yang dilakukan, salah satunya Bionic Robot Hand yang menyerupai tangan manusia. Robot tangan mirip film Robocop ini difungsikan untuk membantu aktivitas penyandang disabilitas. Bionic Robot Hand telah melalui berbagai riset.

Namun untuk menyempurnakan produk yang dihasilkan, pada tahun 2019, Prof. Widihiada kembali melakukan riset dengan mengaplikasikan control kecerdasan dan Fuzzy Logic untuk meningakatkan performa robot. Tak cukup sampai di sana, tahun 2020, Prof. Widhiada melakukan riset dengan mengaplikasikan Hybrid Control  yaitu penggabungan control konvensional dan Puzzy Logic.

Selain membuat robot tangan dan kaki, Penelitian ketiga yang dilaksanakan, adalah membuat korsi roda otomatis. Dari kursi roda ini memang terlihat mirip dengan yang lainnya. Hanya saja penggeraknya menggunakan robot. “Dengan adanya kursi roda ini para penyandang disabilitas dapat lebih mudah beraktifitas. Tidak perlu ada yang membantu mendorong,” katanya.

Menurutnya, penggerak kursi roda ini menggunakan joystick. Pengguna kursi roda juga lebih efisiensi dalam menggunakan tenaga. “Sebenarnya kursi ini bisa dibuat otomatis, tapi kami masih menggunakan penggerak joystick. Dari joystick ini bisa mengatur gerakan kursi roda. Jadi dapat mengurangi beban, sehingga mereka dapat beraktivitas sendiri,” ujarnya.

Kedepannya, kursi roda ini akan dibuat lebih tepat guna. Penggerak kursi roda akan menggunakan autonomos dengan menggunakan konsep deep learning. “Jadi tanpa joystick lagi, pengguna dapat menggerakkan kursi roda dengan menggerakkan badan maju, mundur, atau ke kanan dan ke kiri,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki riset tentang inkubator bayi. Inkubator bayi ini dibuat khusus untuk bayi prematur. Pasalnya, bayi prematur ini memerlukan kehangatan selama beberapa jam maupun hari.

“Inkubator ini akan lebih murah dari yang lainnya, kami akan sewakan kepada pasangan suami istri yang memiliki bayi prematur. Jadi mereka tidak perlu membeli, cukup sewa setelah dipakai bisa dikembalikan,” paparnya.

Hasil dari riset inkubator ini, menunjukkan dapat menjaga kestabilan suhu dalam waktu yang cepat. Tentunya hal ini dibantu dengan kecerdasan pasilogik. “Inkubator ini juga dapat mencegah adanya kecelakaan seperti bayi gosong. Karena kami sudah atur sesuai temperatur yang diperlukan, dan stabil,” katanya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Widhiada ternyata juga telah menciptakan robot yang mempermudah kerja tenaga kesehatan. Robot tersebut bernama Ratna 00 dan Ratna 01. “Robot Ratna 00 sudah disumbangkan kepada RS PTN Unud. Robot ini digunakan oleh para nakes untuk membantu membawakan logistik, obat, termasuk mengukur tekanan darah, dan tensi. Kemudian robot ini juga bisa berkomunikasi jarak jauh,” ungkapnya.

Akan tetapi robot Ratna 00 dan 01 ini masih menggunakan operator dalam membantu pengoperasiannya. Tetapi untuk kedepannya ia akan membuat Ranta 02 dengan sistem full autonomous. “Artinya robot ini akan bisa bergerak sendiri hanya dibantu operator di satu ruangan saja, tanpa perlu mendampingi robot tersebut. Sehingga robot ini dapat meminimalisir penularan Covid-19,” jelasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/