alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Antisipasi Aksi Terorisme, Polres Tabanan Gelar Operasi Cipkon

TABANAN, BALI EXPRESS – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tabanan menaikkan eskalasi pengamanan di wilayahnya. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyusul terjadinya insiden bom bunuh diri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).

Terlebih di pekan ini, umat Kristiani akan menjalani rangkaian perayaan Paskah. Dimulai dari Kamis Putih yang jatuh Kamis (1/4), disambung dengan Jumat Agung pada keesokan harinya, Sabtu Suci, dan puncaknya Paskah pada Minggu (4/4).

Senin (29/3) sore, kegiatan antisipasi itu dilakukan melalui Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di jalur Denpasar-Gilimanuk. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Sasarannya adalah kendaraan roda empat yang melintas di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk.

“Cipta kondisi ini sebagai salah satu kegiatan untuk mencegah aksi terorisme di wilayah lain. Kami laksanakan dengan memeriksa kendaraan roda empat yang khususnya datang dari wilayah Gilimanuk. Selain kendaraan, pemeriksaan juga kami lakukan terhadap barang-barang bawaan,” jelas Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Nengah Sudiarta, di sela kegiatan.

Dia menyebutkan pemeriksaan serupa juga akan dilakukan kepada para penduduk pendatang atau duktang. Dan, ditegaskan juga kalau kegiatan ini akan dilaksanakan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. “Untuk waktu (sampai kapan) belum bisa ditentukan,” tukasnya.

Kegiatan antisipasi lainnya dilakukan juga oleh jajaran Polsek Selemadeg Barat (Selbar) dengan melakukan tatap muka dan koordinasi mengenai pengamanan jalannya rangkaian Paskah yang puncaknya Minggu (4/4) mendatang.

Tatap muka sekaligus koordinasi dilakukan antara Kapolsek Selbar, AKP I Gusti Lanang Jelantik dengan pengurus gereja yang ada di wilayah hukumnya. Pengamanan rangkaian Paskah di wilayah hukum Selbar akan dilaksanakan di dua tempat. Yakni di Gereja Sabda Jati Selabih dan Gereja Betesda di Lalanglinggah.

“Untuk pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup. Bahkan, anggota yang bertugas dalam pengamanan juga dilengkapi rompi antipeluru dan senjata api,” jelas Lanang Jelantik.

Dikatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pengurus gereja untuk melakukan pendataan atau mencatat jemaat. Pencatatan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi. Hanya yang terdata yang diizinkan masuk melakukan persembahyangan di dalam gereja. Tidak boleh digantikan oleh orang lain.

“Kami sarankan mencatat data jemaatnya. Karena yang mengetahui jemaat dari pihak gereja. Bila tidak masuk data maka tidak bisa masuk gereja. Dan, selama kegiatan ibadah, pintu masuk ditutup total,” imbuhnya.

Salah satu pengurus Gereja Betesda, Gilbert, menyebutkan bahwa pihaknya berterima kasih dengan antisipasi yang dilaksanakan pihak Polsek Selbar. Khususnya dalam rangkaian peringatan Paskah.

Sejauh ini, peribadatan di gerejanya berlangsung dengan menyesuaikan penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah mata rantai penyebaran Covid-19.

Terkait dengan perayaan Paskah, di gerejanya diperkirakan akan hadir 25 sampai 30 orang jemaat. Jumlah tersebut dibatasi karena harus disesuaikan dengan protokol kerumunan. Sementara untuk di Gereja Sabda Jati diperkirakan akan diikuti oleh 15 orang. 

 


TABANAN, BALI EXPRESS – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tabanan menaikkan eskalasi pengamanan di wilayahnya. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyusul terjadinya insiden bom bunuh diri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).

Terlebih di pekan ini, umat Kristiani akan menjalani rangkaian perayaan Paskah. Dimulai dari Kamis Putih yang jatuh Kamis (1/4), disambung dengan Jumat Agung pada keesokan harinya, Sabtu Suci, dan puncaknya Paskah pada Minggu (4/4).

Senin (29/3) sore, kegiatan antisipasi itu dilakukan melalui Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di jalur Denpasar-Gilimanuk. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Sasarannya adalah kendaraan roda empat yang melintas di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk.

“Cipta kondisi ini sebagai salah satu kegiatan untuk mencegah aksi terorisme di wilayah lain. Kami laksanakan dengan memeriksa kendaraan roda empat yang khususnya datang dari wilayah Gilimanuk. Selain kendaraan, pemeriksaan juga kami lakukan terhadap barang-barang bawaan,” jelas Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Nengah Sudiarta, di sela kegiatan.

Dia menyebutkan pemeriksaan serupa juga akan dilakukan kepada para penduduk pendatang atau duktang. Dan, ditegaskan juga kalau kegiatan ini akan dilaksanakan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. “Untuk waktu (sampai kapan) belum bisa ditentukan,” tukasnya.

Kegiatan antisipasi lainnya dilakukan juga oleh jajaran Polsek Selemadeg Barat (Selbar) dengan melakukan tatap muka dan koordinasi mengenai pengamanan jalannya rangkaian Paskah yang puncaknya Minggu (4/4) mendatang.

Tatap muka sekaligus koordinasi dilakukan antara Kapolsek Selbar, AKP I Gusti Lanang Jelantik dengan pengurus gereja yang ada di wilayah hukumnya. Pengamanan rangkaian Paskah di wilayah hukum Selbar akan dilaksanakan di dua tempat. Yakni di Gereja Sabda Jati Selabih dan Gereja Betesda di Lalanglinggah.

“Untuk pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup. Bahkan, anggota yang bertugas dalam pengamanan juga dilengkapi rompi antipeluru dan senjata api,” jelas Lanang Jelantik.

Dikatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pengurus gereja untuk melakukan pendataan atau mencatat jemaat. Pencatatan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi. Hanya yang terdata yang diizinkan masuk melakukan persembahyangan di dalam gereja. Tidak boleh digantikan oleh orang lain.

“Kami sarankan mencatat data jemaatnya. Karena yang mengetahui jemaat dari pihak gereja. Bila tidak masuk data maka tidak bisa masuk gereja. Dan, selama kegiatan ibadah, pintu masuk ditutup total,” imbuhnya.

Salah satu pengurus Gereja Betesda, Gilbert, menyebutkan bahwa pihaknya berterima kasih dengan antisipasi yang dilaksanakan pihak Polsek Selbar. Khususnya dalam rangkaian peringatan Paskah.

Sejauh ini, peribadatan di gerejanya berlangsung dengan menyesuaikan penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah mata rantai penyebaran Covid-19.

Terkait dengan perayaan Paskah, di gerejanya diperkirakan akan hadir 25 sampai 30 orang jemaat. Jumlah tersebut dibatasi karena harus disesuaikan dengan protokol kerumunan. Sementara untuk di Gereja Sabda Jati diperkirakan akan diikuti oleh 15 orang. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/