alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Hingga Kini Korban Belum Ditemukan, Sejumlah Prediksi Balian ‘Pupus’

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pencarian korban Ni Komang Ayu Ardani, 37, asal Desa Siangan, Gianyar yang jatuh ke sungai petanu di Banjar Laplapan, Desa Petulu, Ubud, Gianyar, turut menarik perhatian paranormal atau penekun spiritual di Bali maupun di luar Bali. Setiap harinya ada saja paranormal yang datang ke TKP untuk menghaturkan sesajen atau berkomunikasi dengan penunggu di sungai tersebut. 

 

Paranormal yang sempat datang ke TKP secara sukarela inj pun memprediksi berbagai hal secara niskala. Hal tersebut seakan menjadi ajang pembuktian kemampuan. Namun hingga saat ini korban belum juga ditemukan. 

 

“Ada paranormal yang bilang korban disini, disana, harus menghaturkan sesajen ini, dan itu, tetapi korban belum juga ditemukan, ini membuat penasaran,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Meskipun demikian banyak warga yang dengan sukarela ikut melakukan pencarian, walau pencarian oleh tim gabungan telah dihentikan karena sudah lewat dari tujuh hari.

 

Hanya saja pihaknya menyayangkan jika musibah tersebut justru dijadikan konten dan diunggah ke Youtube. “Tidak etis rasanya musibah ini dijadikan konten, apa tidak ada empati sedikit kepada keluarga korban,” tandas sumber.

 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa melarang warga untuk mencari korban dengan sukarela baik secara sekala mapun niskala sesuai kepercayaan. Namun ia tetap mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati dalam proses pencarian. “Karena kita tahu arus sungai lumayan deras, apalagi sekarang masih sering turun hujan. Jadi kita imbau masyarakat agar berhati-hati, jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Presasta.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pencarian korban Ni Komang Ayu Ardani, 37, asal Desa Siangan, Gianyar yang jatuh ke sungai petanu di Banjar Laplapan, Desa Petulu, Ubud, Gianyar, turut menarik perhatian paranormal atau penekun spiritual di Bali maupun di luar Bali. Setiap harinya ada saja paranormal yang datang ke TKP untuk menghaturkan sesajen atau berkomunikasi dengan penunggu di sungai tersebut. 

 

Paranormal yang sempat datang ke TKP secara sukarela inj pun memprediksi berbagai hal secara niskala. Hal tersebut seakan menjadi ajang pembuktian kemampuan. Namun hingga saat ini korban belum juga ditemukan. 

 

“Ada paranormal yang bilang korban disini, disana, harus menghaturkan sesajen ini, dan itu, tetapi korban belum juga ditemukan, ini membuat penasaran,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Meskipun demikian banyak warga yang dengan sukarela ikut melakukan pencarian, walau pencarian oleh tim gabungan telah dihentikan karena sudah lewat dari tujuh hari.

 

Hanya saja pihaknya menyayangkan jika musibah tersebut justru dijadikan konten dan diunggah ke Youtube. “Tidak etis rasanya musibah ini dijadikan konten, apa tidak ada empati sedikit kepada keluarga korban,” tandas sumber.

 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa melarang warga untuk mencari korban dengan sukarela baik secara sekala mapun niskala sesuai kepercayaan. Namun ia tetap mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati dalam proses pencarian. “Karena kita tahu arus sungai lumayan deras, apalagi sekarang masih sering turun hujan. Jadi kita imbau masyarakat agar berhati-hati, jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Presasta.


Most Read

Artikel Terbaru

/