alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Tahun 2020 Bali Dinyatakan Bebas Malaria

DENPASAR, BALI EXPRESS- Sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2020, kasus malaria di Indonesia tercatat mengalami penurunan. Untuk di Bali bersama dengan DKI Jakarta dan Jawa Timur selama tahun 2020 dinyatakan nihil kasus malaria.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Dr.dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS dalam keterangan pers-nya Jumat (29/4) mengatakan Pada 2010 kasus positif malaria di Indonesia mencapai 465,7 ribu, sementara pada 2020 kasus positif menurun menjadi 235,7 ribu. “Untuk di Bali sendiri, selama tahun lima tahun terakhir tidak ditemukan adanya kasus malaria, sehingga pada tahun 2020, tingkat eliminasi malaria di Bali mencapai 100 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Blusukan ke Pasar Kreneng Cek Harga Minyak Goreng

Penurunan kasus malaria ini, membuat jumlah wilayah di Indonesia yang sudah berhasil mengelimiasi malaria pada tahun 2020 dijelaskan dr. Maxi sebanyak 318 Kabupaten/Kota yang tersebar di Seluruh Indonesia, dominasi wilayh berada di wilayah Indonesia barat dan Tengah. 

Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur, tingkat eliminasi malaria masih rendah seperti di wilayah Maluku, Papua, dan Papua Barat. Tahun 2020 masih ada 23 kabupaten/kota yang endemis malarianya masih tinggi, 21 kabupaten/kota endemis sedang, dan 152 kabupaten/kota endemis rendah.

Untuk mencapai Indonesia Bebas Malaria 2030, pemerintah pada tahun 2021 mentargetkan sebanyak 345 kabupaten/kota yang mencapai eliminasi malaria. Pencapaian Indonesia Bebas Malaria 2030 didahului dengan pencapaian daerah bebas malaria tingkat Provinsi dan sebelum itu seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus sudah mencapai bebas malaria.

Baca Juga :  Luka Dikeroyok Sembuh, Kera Putih di Selonding Jadi Penghuni Uluwatu

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes mengatakan beberapa tantangan yang menjadi perhatian adalah bagaimana menurunkan penemuan kasus malaria aktif atau pasif. “Ada beberapa daerah endemis yang masyarakatnya menganggap bahwa malaria adalah penyakit yang biasa sehingga menyebabkan kurang perhatian dari masyarakat,” jelasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS- Sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2020, kasus malaria di Indonesia tercatat mengalami penurunan. Untuk di Bali bersama dengan DKI Jakarta dan Jawa Timur selama tahun 2020 dinyatakan nihil kasus malaria.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Dr.dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS dalam keterangan pers-nya Jumat (29/4) mengatakan Pada 2010 kasus positif malaria di Indonesia mencapai 465,7 ribu, sementara pada 2020 kasus positif menurun menjadi 235,7 ribu. “Untuk di Bali sendiri, selama tahun lima tahun terakhir tidak ditemukan adanya kasus malaria, sehingga pada tahun 2020, tingkat eliminasi malaria di Bali mencapai 100 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Ulah Pati dari Atas Tebing Dekat Pura Selonding, Hari Ini Dilakukan Pacaruan

Penurunan kasus malaria ini, membuat jumlah wilayah di Indonesia yang sudah berhasil mengelimiasi malaria pada tahun 2020 dijelaskan dr. Maxi sebanyak 318 Kabupaten/Kota yang tersebar di Seluruh Indonesia, dominasi wilayh berada di wilayah Indonesia barat dan Tengah. 

Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur, tingkat eliminasi malaria masih rendah seperti di wilayah Maluku, Papua, dan Papua Barat. Tahun 2020 masih ada 23 kabupaten/kota yang endemis malarianya masih tinggi, 21 kabupaten/kota endemis sedang, dan 152 kabupaten/kota endemis rendah.

Untuk mencapai Indonesia Bebas Malaria 2030, pemerintah pada tahun 2021 mentargetkan sebanyak 345 kabupaten/kota yang mencapai eliminasi malaria. Pencapaian Indonesia Bebas Malaria 2030 didahului dengan pencapaian daerah bebas malaria tingkat Provinsi dan sebelum itu seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus sudah mencapai bebas malaria.

Baca Juga :  Nyolong Tas di Rumah Makan, TIga WN Aljazair Disidang

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes mengatakan beberapa tantangan yang menjadi perhatian adalah bagaimana menurunkan penemuan kasus malaria aktif atau pasif. “Ada beberapa daerah endemis yang masyarakatnya menganggap bahwa malaria adalah penyakit yang biasa sehingga menyebabkan kurang perhatian dari masyarakat,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/