alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Gilimanuk Macet Parah, Ratusan Pemudik Kaget Pakai Tiket Online

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Kemacetan parah terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Jumat (29/4). Ribuan kendaraan pemudik berbagai jenis memenuhi areal dalam pelabuhan. Antrean kendaraan juga terlihat mengular diluar pelabuhan di sepanjang gang belakang Pasar Gilimanuk hingga ke Terminal Kargo Gilimanuk.

 

Pantauan dilokasi, hingga Jumat sore pukul 17.30 Wita kemacetan didominasi kendaraan kecil (KK) yang sudah menumpuk sejak Kamis (28/4) malam. Selain itu antrean panjang juga terjadi dijalur khusus menuju dermaga ponton (LCM) yang dipenuhi truk dan bus.

 

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Hasan Lessy mengatakan pihak ASDP sejatinya memprediksi puncak kemacetan akan terjadi pada Kamis (28/4). Namun kenyataan dilapangan ternyata berbeda. “Kami prediksi tgl 28 macetnya, dilapangan bisa berbeda,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (29/4) sore.

 

Hasan Lessy menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi di semua lini mulai TNI-Polri, maupun instansi terkait termasuk BPTD. “Intinya untuk penguraian antrean, diberlakukan kebijakan mempercepat waktu port-time dari 45 menit menjadi 30 menit,” imbuhnya.

 

Disisi lain, Hasan Lessy sendiri menyoroti banyaknya kendaraan besar yakni truk logistik yang masih beroperasi. “Sebenernya aturan jelas, H-3 angkutan logistik diluar sembako sudah jelas tidak diperbolehkan beroperasi. Namun dilapangan masih ada yang beroperasi,” terangnya. 

 

Sementara itu saat disinggung minimnya kesadaran pemudik untuk membeli tiket lebih awal secara online, Hasan Lessy menghimbau bagi pengguna jasa penyebrangan khususnya di  Ketapang – Gilimanuk agar sudah menyiapkan tiket lebih awal termasuk persyaratan perjalanan yang diwajibkan oleh pemerintah. “Untuk persyaratan perjalanan silahkan dilengkapi karena masih berlaku saat ini. Sedangkan untuk tiket sudah bisa dibeli lewat aplikasi Ferizy. Jangan takut tiket hangus karena saat situasi kemacetan parah seperti sekarang ini tiket tetap berlaku alias tidak akan hangus,” terangnya.

 

Kebijakan itu disebutnya sudah disepakati dan berlaku hingga selesai mudik. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kondisi dilapangan.

“Kalau sudah tidak macet seperti sekarang, ketentuan tiket (hangus) berlaku normal,” tegasnya.

 

Sementara itu pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di Pelabuhan Gilimanuk, ratusan penumpang terlihat memadati loket tiket resmi yang berada di luar areal pelabuhan. Beberapa pemudik yang ditemui mengaku tidak mengetahui jika tiket penyeberangan bisa dibeli langsung secara online.

“Tadi pas di lapangan (terminal kargo) hanya dicek surat vaksin saja, untuk tiket penyebrangan tidak diinfokan. Jadinya saya tidak tahu jika sekarang pakai tiket online lewat aplikasi di hp,” ujar Sadikin,51 salah seorang pemudik asal Banyuwangi.

 

Hal yang sama juga di sampaikan Wawan,47 asal Probolinggo. Dirinya yang mudik menggunakan kendaraan roda empat, sempat kesusahan untuk keluar dari antrean kendaraan karena diminta petugas untuk membeli tiket. “Sampai di lapangan pukul 04.00 wita. Sembilan (9) jam lebih ini baru bisa masuk kedalam pelabuhan. Tadi juga diminta menepi, untuk beli tiket, karena saya tidak tahu sekarang pakai tiket online,” keluhnya.

 

Kurangnya sosialisasi tiket online dari pihak ASDP disebutnya sebagai penyebab lambatnya penanganan penumpukan kendaraan di Gioimanuk.

“Kalau saja tadi saat masuk lapangan (terminal kargo) kami dicek terkait tiket, mungkin saja antrean kendaraan bisa lebih cepat terurai masuk kedalam pelabuhan,” pungkasnya.

 

Banyaknya pemudik baik itu pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak menyiapkan tiket lebih awal itu disinyalir juga menjadi penyebab kemacetan. Pasalnya mereka harus berhenti di areal parkir manuver untuk turun membeli tiket di agen tiket resmi yang bekerjasama dengan Ferizy. 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Kemacetan parah terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Jumat (29/4). Ribuan kendaraan pemudik berbagai jenis memenuhi areal dalam pelabuhan. Antrean kendaraan juga terlihat mengular diluar pelabuhan di sepanjang gang belakang Pasar Gilimanuk hingga ke Terminal Kargo Gilimanuk.

 

Pantauan dilokasi, hingga Jumat sore pukul 17.30 Wita kemacetan didominasi kendaraan kecil (KK) yang sudah menumpuk sejak Kamis (28/4) malam. Selain itu antrean panjang juga terjadi dijalur khusus menuju dermaga ponton (LCM) yang dipenuhi truk dan bus.

 

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Hasan Lessy mengatakan pihak ASDP sejatinya memprediksi puncak kemacetan akan terjadi pada Kamis (28/4). Namun kenyataan dilapangan ternyata berbeda. “Kami prediksi tgl 28 macetnya, dilapangan bisa berbeda,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (29/4) sore.

 

Hasan Lessy menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi di semua lini mulai TNI-Polri, maupun instansi terkait termasuk BPTD. “Intinya untuk penguraian antrean, diberlakukan kebijakan mempercepat waktu port-time dari 45 menit menjadi 30 menit,” imbuhnya.

 

Disisi lain, Hasan Lessy sendiri menyoroti banyaknya kendaraan besar yakni truk logistik yang masih beroperasi. “Sebenernya aturan jelas, H-3 angkutan logistik diluar sembako sudah jelas tidak diperbolehkan beroperasi. Namun dilapangan masih ada yang beroperasi,” terangnya. 

 

Sementara itu saat disinggung minimnya kesadaran pemudik untuk membeli tiket lebih awal secara online, Hasan Lessy menghimbau bagi pengguna jasa penyebrangan khususnya di  Ketapang – Gilimanuk agar sudah menyiapkan tiket lebih awal termasuk persyaratan perjalanan yang diwajibkan oleh pemerintah. “Untuk persyaratan perjalanan silahkan dilengkapi karena masih berlaku saat ini. Sedangkan untuk tiket sudah bisa dibeli lewat aplikasi Ferizy. Jangan takut tiket hangus karena saat situasi kemacetan parah seperti sekarang ini tiket tetap berlaku alias tidak akan hangus,” terangnya.

 

Kebijakan itu disebutnya sudah disepakati dan berlaku hingga selesai mudik. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kondisi dilapangan.

“Kalau sudah tidak macet seperti sekarang, ketentuan tiket (hangus) berlaku normal,” tegasnya.

 

Sementara itu pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di Pelabuhan Gilimanuk, ratusan penumpang terlihat memadati loket tiket resmi yang berada di luar areal pelabuhan. Beberapa pemudik yang ditemui mengaku tidak mengetahui jika tiket penyeberangan bisa dibeli langsung secara online.

“Tadi pas di lapangan (terminal kargo) hanya dicek surat vaksin saja, untuk tiket penyebrangan tidak diinfokan. Jadinya saya tidak tahu jika sekarang pakai tiket online lewat aplikasi di hp,” ujar Sadikin,51 salah seorang pemudik asal Banyuwangi.

 

Hal yang sama juga di sampaikan Wawan,47 asal Probolinggo. Dirinya yang mudik menggunakan kendaraan roda empat, sempat kesusahan untuk keluar dari antrean kendaraan karena diminta petugas untuk membeli tiket. “Sampai di lapangan pukul 04.00 wita. Sembilan (9) jam lebih ini baru bisa masuk kedalam pelabuhan. Tadi juga diminta menepi, untuk beli tiket, karena saya tidak tahu sekarang pakai tiket online,” keluhnya.

 

Kurangnya sosialisasi tiket online dari pihak ASDP disebutnya sebagai penyebab lambatnya penanganan penumpukan kendaraan di Gioimanuk.

“Kalau saja tadi saat masuk lapangan (terminal kargo) kami dicek terkait tiket, mungkin saja antrean kendaraan bisa lebih cepat terurai masuk kedalam pelabuhan,” pungkasnya.

 

Banyaknya pemudik baik itu pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak menyiapkan tiket lebih awal itu disinyalir juga menjadi penyebab kemacetan. Pasalnya mereka harus berhenti di areal parkir manuver untuk turun membeli tiket di agen tiket resmi yang bekerjasama dengan Ferizy. 






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/