alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Oknum Pembuat Video ‘Ngalih Lonte’ Siap Haturkan Guru Piduka dan Mecaru

GIANYAR, BALI EXPRESS – Oknum pemuda yang membuat video memperlihatkan alat kontrasepsi (kondom) dengan tulisan ‘Ngalih lonte’ di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, akhirnya datang langsung ke Pura Samuan Tiga untuk memberikan klarifikasi dihadapan para Prajuru Pura, Jumat (29/4) petang sekitar pukul 20.15 WITA.

Pemuda tersebut sejatinya sudah sejak pagi ditunggu oleh pihak Desa Bedulu di Kantor Desa Bedulu untuk memberikan klarifikasi, namun ia baru datang pada petang hari langsung ke Pura Samuan Tiga. Ia datang bersama keluarganya.

Perbekel Desa Bedulu, I Putu Ariawan mengatakan bahwa pemuda yang ia ketahui bernama I Putu S, 25, itu datang bersama sekitar 7 orang keluarganya untuk memberikan klarifikasi kepada Prajuru Pura. Dalam klarifikasinya, pemuda itu berdalih jika kondom yang direkam dalam video bukan miliknya namun milik temannya. Ia pun akhirnya membuat konten karena didesak oleh teman-temannya. “Ya seperti klarifikasinya yang sudah beredar di media sosial, dia berdalih bahwa benda itu bukan miliknya, benda itu dibawa temannya dan dia membuat konten karena saran atau desakan dari teman-temannya,” ungkap Ariawan.

Dan atas perbuatannya tersebut, pemuda tersebut bersama keluarganya akan bertanggungjawab dengan menghaturkan Guru Piduka, Bendu Piduka serta Caru Abrumbunan di Pura Samuan Tiga dan Pura Dalem Puri yang masih satu kesatuan dengan Pura Samuan Tiga. “Dia dan keluarganya siap menjalankan tanggungjawab sekala dan niskala itu. Kalau tidak ada halangan upakaranya akan dilangsungkan besok (Sabtu),” imbuhnya.

Maka dari itu, pemerintah Desa Bedulu tidak akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum karena oknum pemuda tersebut beserta keluarganya sudah mau meminta maaf dan bertanggungjawab secara sekala dan niskala.

Setelah berjalan sekitar 1 jam, pemuda asal Tabanan itu diamankan ke Polsek Blahbatuh guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab pemedek yang tangkil ke Pura Samuan Tiga sangat ramai dan turut menyaksikan pemuda tersebut memberikan klarifikasi. “Kita berkoordinasi dengan Polsek Blahbatuh untuk mengamankan pemuda ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena pemedek sedang ramai-ramainya, tandasnya.

Sebelumnya diberitakan jika jagad maya dibuat heboh dengan sebuah video yang menunjukkan seseorang memegang kondom didalam kerumunan orang berpakaian adat Bali dengan tulisan ‘Ngalih lonte’. Tak pelak video tersebut memancing emosi warganet karena dinilai telah melecehkan adat, budaya bahkan Agama.

Ternyata video tersebut direkam oleh Putu S di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Setelah video itu viral Putu S sempat membuat klarifikasi melalui video dan mengaku tidak berniat membuat konten tersebut dan menyebut jika kondom itu dibawa oleh temannya. Ia mengaku tidak menyangka jika kontennya akan menjadi seperti saat ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya sambil menangis.

Hal serupa juga disampaikannya ketika memberikan klarifikasi dihadapan Prajuru Pura Samuan Tiga. Ia mengatakan jika tulisan ‘Ngalih lonte’ itu ia tulis atas saran dari temannya dan tidak menyangka jika akan viral setelah video tersebut diupload.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Oknum pemuda yang membuat video memperlihatkan alat kontrasepsi (kondom) dengan tulisan ‘Ngalih lonte’ di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, akhirnya datang langsung ke Pura Samuan Tiga untuk memberikan klarifikasi dihadapan para Prajuru Pura, Jumat (29/4) petang sekitar pukul 20.15 WITA.

Pemuda tersebut sejatinya sudah sejak pagi ditunggu oleh pihak Desa Bedulu di Kantor Desa Bedulu untuk memberikan klarifikasi, namun ia baru datang pada petang hari langsung ke Pura Samuan Tiga. Ia datang bersama keluarganya.

Perbekel Desa Bedulu, I Putu Ariawan mengatakan bahwa pemuda yang ia ketahui bernama I Putu S, 25, itu datang bersama sekitar 7 orang keluarganya untuk memberikan klarifikasi kepada Prajuru Pura. Dalam klarifikasinya, pemuda itu berdalih jika kondom yang direkam dalam video bukan miliknya namun milik temannya. Ia pun akhirnya membuat konten karena didesak oleh teman-temannya. “Ya seperti klarifikasinya yang sudah beredar di media sosial, dia berdalih bahwa benda itu bukan miliknya, benda itu dibawa temannya dan dia membuat konten karena saran atau desakan dari teman-temannya,” ungkap Ariawan.

Dan atas perbuatannya tersebut, pemuda tersebut bersama keluarganya akan bertanggungjawab dengan menghaturkan Guru Piduka, Bendu Piduka serta Caru Abrumbunan di Pura Samuan Tiga dan Pura Dalem Puri yang masih satu kesatuan dengan Pura Samuan Tiga. “Dia dan keluarganya siap menjalankan tanggungjawab sekala dan niskala itu. Kalau tidak ada halangan upakaranya akan dilangsungkan besok (Sabtu),” imbuhnya.

Maka dari itu, pemerintah Desa Bedulu tidak akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum karena oknum pemuda tersebut beserta keluarganya sudah mau meminta maaf dan bertanggungjawab secara sekala dan niskala.

Setelah berjalan sekitar 1 jam, pemuda asal Tabanan itu diamankan ke Polsek Blahbatuh guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab pemedek yang tangkil ke Pura Samuan Tiga sangat ramai dan turut menyaksikan pemuda tersebut memberikan klarifikasi. “Kita berkoordinasi dengan Polsek Blahbatuh untuk mengamankan pemuda ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena pemedek sedang ramai-ramainya, tandasnya.

Sebelumnya diberitakan jika jagad maya dibuat heboh dengan sebuah video yang menunjukkan seseorang memegang kondom didalam kerumunan orang berpakaian adat Bali dengan tulisan ‘Ngalih lonte’. Tak pelak video tersebut memancing emosi warganet karena dinilai telah melecehkan adat, budaya bahkan Agama.

Ternyata video tersebut direkam oleh Putu S di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Setelah video itu viral Putu S sempat membuat klarifikasi melalui video dan mengaku tidak berniat membuat konten tersebut dan menyebut jika kondom itu dibawa oleh temannya. Ia mengaku tidak menyangka jika kontennya akan menjadi seperti saat ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya sambil menangis.

Hal serupa juga disampaikannya ketika memberikan klarifikasi dihadapan Prajuru Pura Samuan Tiga. Ia mengatakan jika tulisan ‘Ngalih lonte’ itu ia tulis atas saran dari temannya dan tidak menyangka jika akan viral setelah video tersebut diupload.


Most Read

Artikel Terbaru

/